Predator Merajalela

by - May 13, 2016

Masih teringat tayangan di televisi yang kian marak tentang kasus pencabulan. Yuyun dari lubuklinggau, bunga (bukan nama sebenarnya) yang dari surabaya, dan anak balita berusia 2,5 tahun yang berasal dari bogor adalah segelintir korban yang dimuat di media. Sedangkan di sana masih banyak yuyun-yuyun yang bernasib serupa.

Manusia macam apa yang demikian sadis berbuat hal seperti itu, kalau bukan orang yang sakit.

Tapi bukan ranah saya untuk ikut campur permasalahan yang muncul. Saya hanya seorang ibu dengan balita yg berumur 3 bulan. Kejadian-kejadian seperti itu bikin bulu di tengkuk ini berdiri. Ngeri membayangkan bagaimana kelanjutan generasi penerus indonesia jika anak yang masih dibawah umur bisa melakukan hal sekeji itu.

Kesalahan bukan 100% dari tersangka yang masih di bawah umur. Kesalahan sesungguhnya murni dari masyarakat sekitar dan keluarga. Berbicara tentang keluarga erat hubungannya dengan peran orang tua. Ayah ibu, mama papa, ummah buya, mami papi dan sederetan nama bagi orang tua.

Menjadi orang tua itu tidak mudah. Ada anak yang merupakan amanah yang harus dijaga, dididik, dirawat dengan sepenuh hati.
Menjadi orang tua itu tidak mudah harus bisa melakukan apa yang kita perintahkan kepada anak. Karena kita adalah teladan utama baginya. Role model yang bisa membanggakan pun bisa menjerumuskan. Membanggakan jika kita melakukan sesuai  dengan perkataan kita. Memjerumuskan jika kita lalai bahwa apa yang contohkan tidak sesuai dengan perkataan sebelumnya. tak ada rumus parenting yang paten kita ikuti. Tapi kita harus belajar semua ilmunya, dan diaplikasikan sesuai kesepakatan-kesepakatan dalam keluarga kecil kita.

Dari sebuah kasus serupa 'pencabulan' hampir bisa diprediksi bahwa tersangka merupakan seseorang yang jauh dari pengawasan orang tua. Kebnyakan mereka diasuh oleh nenek dan kakeknya. Sedangkan orang tua mereka sibuk bekerja.

Ayah dimana sosokmu sebagai kepala keluarga, sudahkah kau cukupi kebutuhan jasmani dan rohani keluargamu? Sudahkah kau penuhi keluargamu dengan kasih sayang berlimpah?

Ibu dimana sosokmu saat balitanya masih ingin bermanja ria di pangkuanmu? Sudahkah kau limpahi kasih sayang terhadap amanah yang telah Ia percayakan kepadamu? Sudahkah kau penuhi hak balitamu yang beranjak remaja itu dengan pembelajaran islami? Karena ibu adalah sekolah utama bagi anak-anaknya.

Di dalam agama yang saya anut ISLAM sudah jelas peran masing-masing orang tua. Ayah sebagai pencari nafkah, memenuhi kebutuhan keluarga. Sedangkan ibu sebagai madrasatul ula bagi anak-anaknya. karena itu adalah keseimbangan. Dengan maraknya kasus seperti ini semoga bisa menyadarkan saya dan orang tua-orang tua diluar sana yang berambisi menumpuk kekayaan dan kekuasaan agar kembali ke fitrahnya. Hingga predator itu tak punya celah untuk menjalankan aksinya.

Ayo kita berkontemplasi diri. Sudahkah kita menjadi ayah yang baik? Ibu yang baik? Orang tua yang membanggakan?

Sidoarjo, 18 mei 2016

You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.