Baju Lebaran

by - June 23, 2016

Lebaran tinggal menghitung hari. Euforia untuk shopping keperluan lebaran belum juga kutemukan. Entahlah, ada yang beda lebaran tahun ini. Apa sudah emak-emak itu ya? Keinginan tidak seheboh dulu. Dipikiran ini cuma satu, semoga diberi kemudahan sampai lebaran tiba. Maklumlah ibu-ibu muda yang punya baby super aktif. Setiap saat selalu mengusap dada, semoga diberi kesabaran tiada tara dalam merawat si kecil. Apalagi ramadhan seperti ini, ada waktu-waktu tertentu yang bikin selalu istigfar. Seperti rewel-nangis pas waktu berbuka. Ikutan bangun tidur pas sahur. Dan sederetan kehebohan yang ia bikin. 

Ramadhan yang penuh berkah ini, membawaku pada satu titik kesadaran bahwa ramadhan tak selalu baju baru, mukena baru, sandal baru, tas baru dan semua perihal dari ubun-ubun hingga ujung kaki. Ramadhan seharusnya membawa dampak hebat untuk kita bercermin, sudahkah puasa kita sebenar-benarnya puasa? Atau hanya menahan lapar dan dahaga? Sudahkah kita mengekang nafsu kita untuk lebih bersabar? bersabar dalam cobaan? Sudahkah kita benar-benar merasakan 'lapar' yang sedungguhnya, lapar yang dialami para kaum dhuafa dan orang miskin? Sudahkah timbul empati kepada mereka hingga muncul rasa berbagi? 

Tak ada kata terlambat untuk berubah ke yang lebih baik.apalagi moment ramadhan seperti ini, srmoga keberkahanlah yang senantiasa kita dapatkan. Aamiin ya robbal alamin. 

Masih dan terus belajar mengambil hikmah dalam sebuah peristiwa. Semoga saya, kamu, dia, mereka dan kita bisa bertemu ramadhan lagi tahun depan, depannya lagi, depannya lagi, dan lagi. 

#daiwriting 

#rwc15

You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.