Full Time Mom

by - June 10, 2016

Life full of choice. Pilihan yang kita pilih harus dipertanggung jawabkan dengan sepenuh hati. Menjadi full time mom terasa asing saat ini. Bagaiman tidak, kesetaraan gender telah menggilas semua norma-norma ketimuran. Tidak ada beda antara lelaki-perempuan. Baik dalam hal pendidikan, profesi, pola pikir dan jabatan.

2 tahun silam, sejak berganti status menjadi ISTRI tanggung jawab berbeda. Ada suami yang izinnya adalah hal pokok yang harus diprioritaskan. Meskipun suami bukanlah lelaki protektif, kekang sana-kekang sini, tapi aku harus tahu peranku sekarang.

Full time mom is My choice. Apalagi ada si kecil saat ini yang benar-benar menguras tenaga. masa-masa golden age 0-7 tahun adalah masa-masa yang tak ingin kulewatkan dengannya. Menjadi satu-satunya orang yang ia lihat saat mata terbuka di pagi hari, dan terpejamnya mata saat malam menyelimuti. Just it. Karena untuk bahagia itu sederhana. Dan saya bahagia menjadi full time mom.

Apakah saya kontra dengan working mom?

Big NO

Terkadang ada rasa 'perih' melihat teman yang berdandan rapi di pagi hari, sedangkan cukup daster yang melindungi diri. tak ada yang disesalkan ketika mengingat masa-masa produktif 5 tahun silam. Semua ada masanya, ada masanya produktif dengan karir dan sekarang masanya produktif menjadi full time mom.

Inilah pekerjaan yang  upahnya adalah cinta. Toh dari rumah masih bisa berkarya, MENULIS misalnya. And I am proud to be a full time mom.

Bagaimana mom semua? Pasti ada suka dukanya ya menjadi full time mom maupun working mom? Yuk share pengalamannya mom ��

#daiwriting
#rwc3

You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.