Happy Milad dearest Husband

by - June 27, 2016

Usia pernikahan kami masih seujung jari kelingking. Masih bilangan bulan. Dan taatku masih tak berbekas. Usia yang terpaut agak jauh mungkin menjadi salah satu dampak psikologis yang kurasa. Sebagai wanita labil, tak jarang sifak ke-egoisanku lebih dominan. Layaknya wanita pada umumnya yang sesekali ingin dimanja dan disayang dengan ungkapan.

Tetapi setelah beberapa bulan seatap dengan suami, aku menyadari satu hal bahwa suamiku tak bisa romantis. Layaknya cowok-cowok korea dengan wajah innocentnya. Suamiku adalah tipe pria yang pendiam dan introvert. Aku yang suka ceplas-ceplos tak jarang dibikin malu olehnya.

Meski dia tipe pendiam tapi ungkapan cintanya melebihi para pria gombal diluar sana. Tak butuh candy light dinner yang romantis atau sebucket bunga mawar merah setiap hari. Cukup peluh keringat yang meneteslah yang menjadi bukti betapa cintanya kepada keluarga tiada ujung.

Hari ini 30 june 2016 adalah hari berkurangny usianya. Semoga sisa umur yang Alloh berikan dapat kita lewati bersama. Seiya, sekata. Satu visi misi. Dan satu tujuan. Tak ada kado atau ucapan selamat ulang tahun. Cukup doa terlangitkan untukmu suamiku. Semoga peluh keringat yang menetes kelak diganti oleh Alloh ganjaran setimpal. Bersama kita menuju jannah-Nya. Aamiin ya robbal alamin.

#Daiwriting
#RWC24

You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.