Prejengane kutho Suroboyo

by - June 27, 2016

Masih berstatus menjadi calon anggota FLP Surabaya waktu itu. Pada sesi writerpreneurahip oleh Pak Dukut Imam widodo. Beliau menjelaskan bahwa menulis itu tidak banyak teori tapi Praktek. Oleh karena itu beliau 'menantang' kami untuk membuat sebuah buku sejarah yang nggak ngebosenin. Gayanya penulisannya pun harus Suroboyo asli.

Berbekal ke-PD-an maka saya pun turut serta menjadi kontributor penulisan naskah. Masih ingat waktu itu, saat saya sudah bekerja di Malang, disebuah pelayanan jasa dari google map. Bisa dibayangkan bagaimana sibuknya kala itu, bekerja dengan target. Satu bulan harus mencapai angka 1600 data. Itu artinya sehari harus mendapatkan 60 data. Tetapi karena tekad dan keteguhan hati, saya harus menyeimbangkan kewajiban dan keinginan. Kewajiban dalam bekerja, dan keinginan untuk menjadi penulis. Meski masih berstatus kontributor.

Saya luangkan waktu sehari untuk menyusuri kota surabaya dan mencari narasumber untuk dimintai keterangan terkait dengan kearifan lokal kota Surabaya. Seharian berpeluh keringat bersama teman seperjuangan (Dyah Ayu) ternyata belum cukup. Harus ada sesi kedua untuk mencari narasumber. Benar-benar perjuangan yang tidak mudah. Apalagi bekerja dengan target tinggi. Seolah fokusku pecah. 

Pada satu titik aku menanamkan pada diri bahwa aku sudah berusaha maksimal. Menjalani kewajiban sebagai pekerja dan kewajiban untuk menyetorkan tulisan yang sudah disepakati jauh-jauh hari. Didalam kepasrahan itulah ada titik terang. Bahwa ketua flp memberi kelonggaran bagi anggota yang berada di luar kota. ALHAMDULILAH. 

Berbagai kesulitan dan hambatan yang dulu terasa menghimpit, serasa tiada apa-apanya jika melihat bukunya saat ini.

Perjuangan itu membuahkan hasil. Dan yakinlah bahwa tak ada hasil yang mengkhianati usaha. Inilah buku pertama hasil kolaborasi dengan teman-teman FLP yang memakan biaya tidak sedikit. Bahkan peluncurannya pun sangat fantastis. 

Terima kasih FLP Surabaya 

Terima kasih pak Dukut Imam widodo yang memberi kita jalan untuk menggapai mimpi. 

Mungkin bagi sebagian orang, bahwa menjadi kontributor beberapa artikel di sebuah buku adalah hal yang 'biasa-biasa saja' tetapi tidak bagi kami, khususnya saya. Dengan langkah kecil ini, membuat kepercayaan diri naik 100% bahwa saya bisa menulis. 

Keep writing 

Keep fighting 

Keep reading 

#Daiwriting 

#RWC21

You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.