Tips Tinggal di Rumah Mertua.

by - June 09, 2016

Ada haru yang diam-diam menelisik dalam kalbu. Ada bungah yang kian terpancar dari senyum tulus. Dan saya  ingin katakan pada dunia bahwa saya  BAHAGIA.

Bahagia bukan karena sebab-akibat. Tapi saya  memutuskan untuk bahagia. Keputusan yang saya ambil saat untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di rumah mertua.

Tak mudah memang untuk seatap dengan mertua. Ada semacam keraguan yang menelusup dalam diri. Ketakutan yang tidak beralasan. Ketakutan akibat seringnya mendengar cerita tentang mertua vs menantu perempuannya.

Selama mengandung, saya menyiapkan mental dan hati untuk tegar dan tak goyah dengan ketetapan hati, bahwa setelah ini episode baru kujalani. Menjalani full time mom bagi my super son. Tak hanya itu, harus rela seatap dengan mertua yang konon selalu ada duri yang mengintai.

4 bulan sudah kujalani kehidupan baru. Tentunya dengan segala polemik didalamnya. Ternyata kisah-kisah klasik tentang mertua vs menantu perempuan tak se-ngeri film horor Annabel. Meski batu-batu kerikil itu tetap menghiasi indahnya seatap dengan mertua. Namanya juga perempuan, tetap dengan sisi feminimnya dan kelembutan hatinya. Yang kerenanya selalu disangkut-pautkan dengan perasaan.

Ada beberapa tips yang sudah saya praktekkan agar tiada lagi kehororan tinggal dirumah mertua. Chek this out:

1. Berpakaian santun: santun disini tidak harus berjilbab setiap saat. Artinya keseharian kita dalam berpakaian tidak mengundang 'pikiran negatif' misal: hot pants, you can see, dll.

2. Ringan tangan: jika kita sudah berumah tangga, artinya kita sudah dianggap dewasa. Dewasa disini kita mengerti apa yang seharusnya dilakulan drumah. Kalau bisa jangan nunggu disuruh terlebih dahulu. Milikilah inisiatif sendiri dalam pekerjaan rumah tangga dan bantulah saat mertua sedang sibuk melakukan sesuatu.

3. Berkatalah yang sopan: diam itu emas. Itulah pribahasa yang sampai saat ini kugenggam erat. Apalagi tinggal di rumah mertua, seharusnya dan selayaknya kita bersopan santun, meski di rumah sendiri hal yang sama harus  diterapkan.

4. Think positif: selalu berprasangka baik terhadap semua perlakuan mertua terhadap kita. Misal kita mendapatkan 'ucapan unik' pahamilah bahwa semua itu demi kebaikan kita. Kita tidak bisa menyuruh orang lain untuk mengerti kita, terlebih mertua. Selayaknya kitalah yang seharusnya mengalah dan perpikir positif. 

Itulah tips yang sampai saat ini manjur saya terapkan. Bagaimana dengan kalian ibu-ibu muda yang tinggal seatap dengan mertua? Pasti banyak kisah seru yang menyertainya bukan? Yuk share pengalaan kalian di komentar

#DaiWriting
#RWC1 

You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.