Fiksi Mini (idul fitri)

by - July 22, 2016

Menjadi single parent tak mudah bagi Rindi.  Sosok Ayah dan ibu mengendap dalam sosoknya. Juna, anak lelaki semata wayangnya juga perlu sosok ayah yang mampu mengayomi dan melindungi. Tetapi senyum dan tawa juna mampu menguatkan 5 kali lebaran tanpa sosok pendamping dan ayah buat juna.


"Esok kita lebaran ke kampung ndak, Bun?" Tanya Juna pada Rindi saat menjelang berbuka.
"Hemmm, Juna inginnya gimana?" Tanya balik Rindi.
"Pengen sich, tapi kalau bunda capek mending lebaran di sini saja." Juna seperti tahu kelelahan sang bunda yang membuat lingkaran hitam di sekitar mata Rindi.
"Semoga bunda dapat cuti lebih ya Nak, agar kita bisa pulang kampung." Rindi  tak ingin membuat anaknya berangan-angan jikalau cuti itu tak ia dapatkan. Juna harus tahu bahwa menjalani kehidupan itu tak harus sesuai dengan keingianannya. Ada saat-saat ia harus memendam keinginan dan meneruskan kehidupan. Seperti dirinya bahwa ia harus memendam luka akibat kelakuan mantan suami yang lebih memilih wanita lain daripada ia dan Juna.
"Bunda ada Om Andre." Teriak Juna dari teras rumah kontrakannya. Rindipun mengusap embun yang memenuhi kelopak matanya. Seraya bergabung dengan Juna dan Andre di teras depan.
"Jadi pulang kampung?" Tanya Andre pada Sumarni.
"Ndak tahu, belum dapat cuti dari kantor." Ucap Rindi. 
"Pulanglah dan tunggulah aku dan keluargaku kesana." Ucap Andre mantap.
"Nggak usah bercanda dech!" Sambil mengawasi Juna yang bermain petasan.
"Beneran, aku tahu kamu udah tahu perasaanku dari dulu tapi kamu mengingkarinya. Aku mencoba mengerti dan menunggumu selama 3 tahun terakhir. Semoga ini pertanyaanku untuk terakhir kalinya. Maukah kau menjadi tulang rusukku dan aku menjadi tulang punggungmu?" Terlihat jelas dan lugas pernyataan Andre.
"Juna besok kita lebaran di kampung ya? Dan menunggu keluarga om Andre datang.
Gema takbir berkumandang. Kebahagiaan amat terasa diantara mereka. Bahwa lebaran tahun depan tak hanya berdua, tetapi bertiga. Andre yang kini menjadi sosok ayah untuk juna dan suami bagi rindi.

You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.