Finally

by - July 05, 2016

Yeayyyyy akhirnya aku bisa nulis 30 hari tanpa jeda. Ramadhan writting challange mengajarkanku bagaimana menulis secara konsisten. Bagaimana kewajiban menulis tetap terlaksana meski mata udah 5 watt. Alhasil ada beberapa tulisan yang kelewat jam artinya seharusnya dipublish hari ini deadlinenya sampai jam 00.00 eh jam 01.00 baru publish. Banyaknya typo pun kerap mewarnai 75% tulisan ini. Maklum nulis pakek hp, dimana keyboardnya seakan lari-lari saat dipencet atau jariku yang segedhe gajah. Dan di detik-detik terakhir  Tapi semua itu terlewati dan yang lebih penting dari itu semua adalah bagaimana menjadikan menulis sebagai habit. Arghhhh senangnya.

Bismillah semoga setelah ini akan ada peningkatan lagi. Entah menulis outline atau bahkan menulis buku. Ya Alloh inilah proposal hidupku. Semoga setelah ini Engkau berkenan menjadikanku seorang penulis.

Setelah melewati 30hari menulis tanpa jeda, banyak perbedaan yang aku rasa. Dengan adanya deadline membuat otakku bekerja lebih. Memaksaku untuk mau tidak mau menulis. Dan alhasil setiap tulisan ini, berujung pada curhat . Tak sedikit bahkan saat lihat time line maupun beranda fb bisa juga dijadikan ide.

Detik-detik menuju kemenangan sudah didepan mata. Semoga Ramadhan ini membuat kenangan sendiri bahwa banyak hal positif yang bisa kita lakukan ditengah lapar dan dahaga. Moment Ramadhan sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada robbul izzati. Semoga kegiatan positif ini tak hanya pada bulan Ramadhan melainkan menjadi habit untuk hari, bulan dan tahun-tahun depan.

*_Taqabalallahu Minna wa Minkum Shiyamana wa Shiyamakum *

Semoga amalanku dan amalanmu, puasaku dan puasamu diterimaNya serta disempurnakanNya.                            
آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ

*_Selamat menyelesaikan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1437 H_* 

**** ATIQO & FAMILY ****

#Daiwriting
#RWC30

You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.