Tips Aman Jual-Beli Online

by - July 29, 2016

                                       



                                                                    Gambar 
       

           Berawal dari keinginan untuk membeli netbook, karena budgetku minim jadilah pilihan ke second item. Dan secara buibu yang tidak bisa bepergian keluar rumah, toko online menjadi sasaran utama dan satu-satunya pilihan.Pilihan jatuh pada netbook hp dengn harga yang pas dikantong. Setelah telpon dan tanya beberapa item terpenting, deal. Kita ketemuan di RSI Siti Hajar Sidoarjo. Memang dasarnya udah kebelet biar bisa eksis menulis dengan leluasa maka transaksi jual-beli itu berlangsung cepat. Trustlah yang menjadi pokok utama dalam transksi itu. Aku pikir semua udah dijelasin di iklan bahwa barang mulus tak ada cacat maka percayalah diri ini. Secara panas-panas terus sambil gendong Danil itu sesuatu. Pengen cepat-cepat pulang. "Ya udah mas, saya beli netbooknya dan kalau ada apa-apa saya kontak masnya saja." Akhir pertemuan itu.
       

        Sesampainya di rumah tidak langsung saya buka. Tetapi malamnya, nunggu bayek'e tidur biar nggak dirusakin. Astagfirulloh, setelah membuka untuk pertama kalinya ternyata engselnya ada yang retak dan 'cuil' Seketika meledaklah kemarahan. Segera saya hubungi masnya dan minta pertanggung jawaban. Dengan perdebatan yang cukup alot, akhirnya keputusan itu saya menangkan. Bahwa kami akan ketemuan lagi untuk membatalkan akad jual-beli. Keesokan harinya pagi hujan turun deras. Janjian itu pun terbatalkan oleh cuaca. "Mungkin hanya 'cuil' sedikit, jadi tidak akan mengurangi kinerja netbooknya." Pikirku. Dan tak ada kontak lagi, awalnya saya ikhlaskan meski dengan berat hati. Keesokan paginya (hari sabtu, saya belinya hari kamis) saya nekad untuk membeli sambungan colokan charger. Karena charger bawaanya itu ada 3 lubang, jadi untuk menyambungkan ke stop kontak harus beli sambungan. Sejaman untuk mencari tuh sambungan, akhirnya kudapatkan dan tak menunggu lama langsung kucolokin ke stop kontak. 

Dan.....


          Alhamdulilah, cahrgernya TIDAK JALAN. Allohu ya karim. Tanpa pikir panjang, segera kutelpon kembali kepemiliknya. Meneruskan pembatalan jual-beli. Kalau masih 'cuil' sih gak apa-apa, nggak mengurangi kinerja si netbook. Tapi kalau charger?? Itu sama aja bo'ong. Itu sama aja dengan mengumpulkan barang bekas tak tetpakai. Yah sudahlah. Memang belum jodoh. Ambil positifnya saja kalau BARANG SECOND TAK SEMULUS BARANG BARU (NOTED). Jangan tergiur oleh iklan yang notabene asal-asalan. Asal laku, asal ada pembeli, asal tidak mengendap di tumpukan rak buku dll 
            ambil hikmahnya, ambil positifnya. untungnya Masnya yang jual baik hati. secara mau mengembalikan uang 100%. meski di awal-awal penjual pun tidak mau rugi. UANG LOH INI. bisa saja masnya matikan handphone terus membuang no telponnya, beres dech. tapi Alhamdulilah, Alloh yang melindungi hambanya dari kejahatan yang terselubung. Berkali-kali kuucap takbir dan tahmid, agar tiada cerita yang berarti. hanya kesalahan dari tidak adanya komunikasi dan ketelitian saat akad jual-beli, itu saja. 

            Reminder juga buat teman-teman dan juga khususnya saya pribadi agar tidak gegabah dalam proses TRANSAKSI ONLINE . ini beberapa tips yang saya pelajari ketika mengalami kegagalan transaksi online. 
  • Jangan berdua dengan penjualnya saja. ajak seseorang (pihak ketiga) yang mengetahui transaksi itu. ini penting, karena pihak ketiga bisa dijadikan saksi mata jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. karena dunia maya itu sadis. sedia payung sebelum hujan. bukan mengajari untuk su'udzon tapi lebih kewaspada. 
  • Carilah tempat yang aman. warung, cafe, warkop dll. cari tempat senyaman mungkin. duduklah dan jangan tergesa. lihat semua aspek barang yang akan kita jual. meski tergores sedikit, mintalah penjelasannya. 
  • Cek semua komponen terkait barang yang akan kita beli (dash book, charger, buku panduan) jika ada. 
  • Mintalah no handpone sang penjual, dan mintalah kesepakatan bahwa jika terjadi sesuatu penjual siap bertanggung jawab.
  • Jika perlu ambil foto sekalian, saat bersalaman (tanda sah transaksi) bukan karena eksis lebih kesebagai barang bukti dan WASPADA.  
       Itulah tips and trik bertransaksi online. wapadalah bahwa sesungguhny dunia maya itu tidak sesederhana dunia nyata. tetap prioritaskan dunia nyata dan jangan tutup mata terhadap dunia maya. seimbanglah antara duannya, insyAlloh berkah dan membawa manfaat. 



Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+ ya? 

You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.