TIPS MERAWAT WAJAH SEJAK DINI

by - July 29, 2016


            Banyak orang bilang bahwa wajah adalah segalanya. “Dari mata turun ke hati” itulah pribahasa yang mewakili pentingnya merawat kecantikan wajah sejak dini. Alhasil sejak menginjak di Sekolah Menengah Pertama, saya terbiasa merawat wajah yang kusam ini. Maklumlah dulu saya tinggal di sebuah pesantren yang notabene ada berbagai macam tingkat umur dari usia 10-20 tahun. Alhasil kenallah saya dengan namanya hand body, parfum, bedak, dan alas bedak. Tak banyak sich tapi cukuplah untuk membuat orang segar melihatnya.



            Ada seorang teman namanya Erna. Dia dulu teman dekat, saya pun senang berkawan karib dengannya. Salah satunya wajah putihnya yang selalu jadi pujian dari teman terdekat. Karena kedekatan itulah saya ketularan untuk melakukan perawatan wajah seperti yang dia lakukan selama ini.
  • Masker jeruk nipis. Setelah melewati kegiatan yang full dari pagi sampai malam, masker jeruk nipis ini ampuh membuat kita sedikit rileks. Cara buatnya sich gampang, Cuma sebuah jeruk nipis dibelah, lalu dioleskan rata keseluruh wajah. Diamkan hingga 30 menit. Saat yang sama mata kita boleh diberi irisan mentimun, gunanya untuk menyegarkan mata dan menghilangkan mata panda.
  • Basuh muka dengan air es. Masih teringat dulu, saat puasa di pesantren, tuh es berjejer-jejer dari mulai rasa A-Z ada. Nah sisa berbuka dengan yang manis (es) maka es batunya selalu kupakai untuk membasuh muka. Dan ini ampuh untuk mengempeskan jerawat dan menghilangkan kusam di wajah. Tetapi dampaknya adalah wajah terlihat kering. It’s not problem. Bagi saya lebih baik wajah kering daripada wajah berminyak. Karena kalau berminyak itu akan menimbulkan jerawat.
  • Rutin memakai pelembab dan krim malam. Ini yang membuatku tampak bersinar meski no make up. *kibasjilbab. Meski sekarang menjadi mak-mak rempong yang waktunya habis mengurus anak tak ada masalah berarti dengan wajah. Mungkin ini efek dari perawatan dulu yang kurutinkan, saat masa-masa remaja yang notabene punya banyak waktu luang daripada sekarang. Memanjakan diri yang ekonomis dan bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

       Beberapa tahun terlewati dan sekarang saya dibuat takjub dengan hasilnya. Sampai pada suatu saat saya masih dikosan (mahasiswa) kalau saya pakai masker gitu, selalu ada yang nyeletuk. “Gak usah ngerawat wajah, tapi rawat tuh badan.” Hehehehhe serasa ada pujian yang nyempil ditelinga, pun kritikan yang seharusnya kuikuti sarannya.
      Memang teman saya itu benar adanya. Tak sedikit yang bicara bahwa badan saya tak seputih wajah saya. Meski saya tak memakai produk dokter yang memutihkan seketika. Tapi saya bersyukur atas apa yang Alloh berikan dan perawatan yang saya lakukan diatas adalah salah satu bentuk rasa syukur yang tiada tara. Menjaga dan merawatnya selalu dan selamanya. Dan sekarang lah saya petik buahnya. Bahwa perawatan yang saya lakukan dahulu kala, manfaatnya bisa kerasa sampai sekarang. Alhamdulilah.
      Yuk merawat diri dari sekarang, tak perlu ke salon yang menghabiskan ratusan ribu. Cukup tengok dapur ibu kita, satu-dua bahan bisa kita gunakan untuk merawat diri. Natural dan ekonomis is the key hehehe (mak-mak banget ini).


NB: Foto diatas adalah foto saat-saat masih awal kuliah. No make up. No edit. Secara zaman                2009-2012 tidak ada yang namanya smartphone plus belum tahu edit photo.  

You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.