Bercerai dengan SUFOR (Susu Formula)

by - August 26, 2016




            Pada postingan terdahulu sempat saya singgung bahwa bidan yang menangani proses persalinan saya adalah bidan yang tidak pro ASI. Alhasil baby saya sejak awal sudah diberi susu formula. saya pun mengalami kesulitan untuk menerapkan ASI eksklusif. Pada hari ketiga, saat seorang teman dekat berkunjung ia memberi tahu saya bagaimana member ASI. Pertama-tama put*ng saya diolesi madu, gunanya untuk merangsang mulut si bayi agar mau menghisap. Selalu dan paksa, itulah kata teman saya secara sadis. Karena ASI akan keluar kalau dihisap. 

            Telaten itulah kata kunci awal-awal saat menyusui. meski bayi berontak dan menangis karena menghisap terus-menerus tanpa ada hasil, wajar. Kalau sudah nggak kuat dengan tangisnya, baru kami kasih sufor. 40 hari pertama adalah masa-masa terberat menjadi seorang ibu. Apalagi ibu muda yang nol pengalaman. Kaki yang bengkak, jahitan yang masih nyeri, dan putting yang selalu disedot-sedot hingga menimbulkan rasa perih sampai ke ubun-ubun (*asli lebay hehehehe) adalah sederetan kisah yang mewarnainya.
            Setelah melewati 40 hari pertama, kini saatnya untuk refreshing. Melonggarkan sedikit urat-urat yang mengencang. Dan refreshing bagi saya adalah hanya dengan pulang ke rumah ibu saya. It’s enough. Tidak anggung-tanggung saya pulang kerumah selama 2 minggu. Sebanarnya sich tidak benar-benar refreshing karena masih ada si baby yang tidak mungkin ditinggal. Selama dirumah itulah kini saya mencoba untuk tidak sering-sering memberi sufor. Walau saat dia nangis jerit-jerit tetap saya susui dengan PD saya. Sebenarnya tidak punya niat untuk bercerai dengan sufor, Cuma saat saya pegang saya malas untuk memberinya sufor. Inilah kemalasan yang membuahkan alhasil.
            Akhirnya saat kembali kerumah mertua sekali-dua kali ia tidak mau minum sufor. Lebih senang kalau langsung dari PD saya. ALHAMDULILAH. Sebagai ibu inilah saat-saat dinantikan, saat menjadi full time mom dan selalu dicari oleh anaknya. It’s wonderful feeling.

You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.