Serba-Serbi Bayi

by - August 09, 2016



Menjadi ibu muda adalah keniscayaan bagi mereka yang disebut kaum hawa. Kodratnya adalah menjadi ibu. Ibu yang artinya melahirkan dan merawat anaknya sampai ia tumbuh menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitar.  Berdasarkan pengalaman saya selama ini dalam merawat bayi, saya akan berbagi ilmu yang saya miliki. Karena menjadi ibu tiada sekolahnya. Memang sich pengalaman saya belum sebanyak buibu yang lain tapi cukuplah buat bekal untuk menghadapi kelahiran buah hati kita. Check this out:


1.      Cari bidan/ rumah sakit yang pro ASI. Ini penting karena hal pertama yang dicari oleh bayi adalah susu. Berdasarkan pengalaman, saya sebelumnya tidak menanyakan hal ini kepada bidan desa dimana saya tinggal. Dan bidannya pun tak bertanya tentang pernak-pernik  ngaASI. Alhasil setelah bayi saya keluar, dia langsung diberi sufor (susu formula) dan dampaknya saya tidak bisa menyusui. Tetapi melalui proses yang lama akhirnya bisa juga bercerai dengan sufor. (akan ada penjelasan sendiri bagaimana cara bercerai dengan sufor).
2.      Jangan terlalu sering digendong. Ini poin penting yang sampai saat ini saya garis bawahi. Bahwa bayi adalah makhluk kebiasaan. Maka jangan dibiasakan menggendong terlalu sering kelak kita sendirilah yang kewalahan.
3.      Panaskan bayi dibawah terik sinar matahari selama 30 menit. Sejak pukul 06.00-08.00 adalah waktu dimana sinar matahari akan menyehatkan dan menguatkan tulang-tulang baby kita.
4.      Jangan dipakaikan diapers terlebih dahulu. Pakaikanlah popok minimal selama usiannya 0-3 bulan. Karena kulit bayi sangat sensitive. Alhasil di usia baby saya yang umur 5 bulan, dengan berat badan 8kg saat pagi hari ia masih memakai popok kain. Dan malamnya baru memakai diapers yang sekali pakai.
5.      Sering-seringlah memijat bayi anda. Karena usia 2-4 bulan adalah saat-saat dimana baby enggan untuk ditidurkan, ia akan merasa senang ketika tidur di gendongan. Inilah maafat pijatan untuk baby. Pijatan lembut yang kita berikan padanya akan mengurangi pegal-pegal ditubuhnya.

Kurang lebih kiat-kiat diatas adalah yang saya lakukan selama ini. Apalagi saya hidup seatap dengan mertua. Mau tidak mau saya harus melakukan semua perawatan bagi baby saya sendiri, minimal tidak merepotkan beliau yang sudah sepuh. Alhasil baby saya lengket banget sama mamanya. Tak mau ditinggal walau sedetikpun. Repot iya, tapi bahagia tiada terkira. Inikah yang dinamakan naluri ibu? Who knows. Yang penting focus saya saat ini adalah memberikan yang terbaik untuk my super boy. Karena tak semua wanita diberi amanah terindah berupa bayi mungil yang lucu dengan tingkah polahnya. So inilah yang saya lakukan sebagai ungkapan syukur atas karunia Alloh SWT.   

You May Also Like

2 comments

  1. Baby Michan malah full ASI. Dia juga jarang pake diapers, lebih ke Clody

    ReplyDelete
  2. Keren itu mba, bayekku malam aja pakek diapers. maklum mak e males gonta-gantipopok hehehhe

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.