Adhistana Hotel Menjawab Kebutuhan Ibu

by - October 05, 2016



                                                                         Gambar


“Mutmainah (28), seorang ibu di Cengkareng, Jakarta Barat, memutilasi anaknya sendiri. Korban yang masih berumur satu tahun tewas seketika.


Kejadian tersebut terjadi di rumah pelaku di kawasan Gang Jaya 24, Tegal Alur, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (2/10/2016) malam. Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.” Detiknews, 03 Oktober 2016

            Kurang lebih begitulah berita yang memaparkan kesadisan seorang ibu. Apakah ibu adalah seorang monster? Ibu mana yang tega memutilasi anaknya demikian sadisnya? Berbagai kecaman terlontar untuk sang ibu. Berbagai tuduhan mengarah padanya. Berbagai cibiran tertuju padanya. Tidakkah terlintas pada pikiran mereka, bahwa seorang ibu juga manusia? Tempatnya salah dan khilaf? Ibu bukan pahlawan bertopeng yang siap-sedia saat keluarga membutuhkan. Ibu juga bukan momok yang dengan omelannya, siap menggemparkan dunia kerumah-tanggaan. 
            Ada banyak hal yang melatar belakangi tindak kekerasannya. Deretan kejadian menumpuk, memenuhi daftar panjang sebab-akibat yang melatar belakangi tindakan ‘kejam’ itu. Sebagai sesama ibu, diri ini seakan ingin berlari, memeluknya dan berkata “kamu tidak sendirian, mom!”

           
Menjadi ibu memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang harus dipersiapkan. Terutama mental. Bahwa setelah anak – buah cinta dengan suami- lahir ke dunia,tidak serta merta membawa kebahagiaan sepenuhnya. Ibarat sebuah permen dan bungkusnya. Anak itu permennya. Dan bungkusnya adalah segala keruwtan dan tingkah-lakunya yang kerap mengundang emosi kita. Oleh karenany, buanglah bungkusnya dengan penuh perhatian. Jangan menghardik atau berlaku kasar padanya. Yakinlah lambat-laun anak kita pun bisa bersikap manis tanpa ada hardikan, pukulan, hingga pembunuhan (Naudzubillah).

           
Hampir 77% ibu-ibu akan mengalami stress pasca melahirkan. Baik yang skala kecil (baby blues) hingga skala besar (postpartum depression). Ada banyak hal yang melatar belakangi timbulnya baby blues maupun PPS. Salah satunya adalah belum siapnya mental saat menghadapi tingkah laku anak yang membuat kita kelelahan. Belum lagi pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT) yang juga menyita banyak perhatian. Karena gejala ini tidak terlihat,maka penting bagi Moms untuk selalu positif thingking pasca melahirkan. Jangan terlalu sedih dan kekhawatiran yang lain setelah adanya anak ditengah-tengah keluarga kita. “Wanita yang mengalami komplikasi selama persalinan atau mempunyai besar bayi tidak rata-rata berisiko lebih besar mengalami rasa sedih pasca persalinan.(Health Science Indones 2012;1:3-8)”

           
Ada banyak hal yang bisa Moms lakukan untuk menghindari PPS (post partum sindrome). Diantaranya adalah :
  1. Berbagilah dengan suami. Kalau bukan suami, siapa lagi yang mau mendengar curhatan kita. Berbagilah dengannya, meski hanya sebagai pendengar. Ungkapkan semua kesedihan-kesedihan yang kita rasa. Minimalkita sudah membuang uneg-uneg yang mengganjal dalam hati. Agar tidak menggumpal, dan seaktu-waktu bisa meledak.
  2. Stay positif  Pada segala kondisi, upayakan untuk selalu berfikir positif. Bahwa kesedihan dan kekhwatiran kita yang tidak beralasan. Apalagi setelah melahirkan, moms dituntut untuk memberikan ASI eksklusif. Yakin bisa memenuhi hak anak dengan selalu berfikir positif. 
  3. Berdo’a dan bersabar. Setelah memiliki pikiran yang positif, lengkapi dengan berdo’a. Meski dalam keadaan nifas. Kita bisa berdoa kapan saja dan dimana saja. Tidak selalu pas menyelesaikan shalat wajib. Miliki jiwa yang sabar. Pasrahkan bahwa ada Alloh yang lebih tahu dari segalanya di dunia ini, karena Alloh Maha Tahu.
  4. Miliki me time. Inilah kuncinya bahwa memiliki me time bagi saya adalah sebuah kewajiban bagi saya. Me time bisa dilakukan dengan tidur siang walau hanya beberapa menit. Membaca buku dan menulis. Me time berguna untuk merefresh kembali otakdan pikiran kita. Mengumpulkan energi kembali setelah seharian bergelut dengan urusan rumah tangga dan tingkah laku si kecil.
  5. Berlibur. Siapa sich yang tidak ingin berlibur? Semua orang pasti menanti-nanti liburan seru bersama keluarga. Ternyata liburan pun bisa mengurangi stress pada ibu pasca melahirkan loh. Liburan pun tidak selalu pergi jalan-jalan. Kita bisa staycation di hotel-hotel yang menwarkan banyak fasilitas agar fresh pikiran dan otak kita.
Ngomong-ngomong tentang staycation, jogja memiliki sebuah hotel yang membuat kita betah berlama-lama stay di dalamnya. Dan AdhistanaHotel adalah menjawab semua stres-stres kecil saya untuk mengembalikan energi yang lebih power full. Menjadi ibu hebat untuk suami dan anak saya.karena ibu hebat, lahir dari lingkungan dan mind set yang sehat. 

                                                                    Gambar
Dengan berlibur dan menikmati fasilitas yang Adhistana Hotel berikan sepertinya bukan mustahil nantinya saya bisa menjadi ibu, istri dan wanita karir dari dalam rumah. Impian saya yang semoga terwujud yaitu tetap berdikari dan berkarya tetapi tidak meningglkan kewajiban sebagai ibu dan istri di rumah. Artinya saya selalu punya energi lebih untuk menjalani Triple aktivitas. Dengan sesekali refresh diri dengan melakukan staycation di tempat-tempat ketjeh seperti Adhistana Hotel ini.
Masih terbayang bagaimana serunya menikmati kolah renang Adistana Hotel dengan aroma jogja yang khas. Mengabadikan setiap sudut hotel yang hommey dan nyaman di dalamnya, dalam sebuah potret camera. what a wondeful feeling this is!!
                                                                      Gambar

Setelah kepoin blognya mba Putri dan AdhistanaHotel, sukses membuat saya berhayal dan mempunyai ekspetasi yang besar untuk memenangkan GiveAway ini. Semoga saja I am the lucky one to get the voucher. Hahahhaha *Pdabiz
Last but not least, menjadi ibu hebat lahir dari lingkungan dan pikiran yang selalu positif. Saat melihat anak dan suami tertidur pulas di samping saya, ada sebuah kebahagiaan muncul saat bisa melayani keduanya dengan sepenuh hati. Apakah Moms juga ngerasain hal yang sama? Sharing yuk di kolom komentar. Bukankah sharing is caring? Atau ikutan GA ini? Boleh!! 

“Tulisan ini diikutsertakan dalam #PUTRIJALANJALAN giveaway
yang berlangsung selama 3 – 30 Oktober 2016”

You May Also Like

4 comments

  1. Biar enggak setres, emak2 kudu banget ber-staycation

    bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
  2. Kutipan yang bagus dan inspiratif.

    "Last but not least, menjadi ibu hebat lahir dari lingkungan dan pikiran yang selalu positif"

    salam kenal dan terima kasih

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.