Bukuku Malang, Bukuku Sayang

by - October 30, 2016

Kisah Antara Aku dan Buku
                                                     


            Tak banyak buku yang kumiliki. Kebanyakan adalah novel dan beberapa buku motivasi. Dua hal yang menjadi daya tarik untuk menikmati lembar demi lembarnya. Apalagi pas mood lagi kjelek-jeleknya. Kalau tidak novel ya buku motivasi sebagai pelampiasan atau penyalur stress. Stress kok baca buku sich? Iya karena hanya buku, teman setia yang sanggup menjadi pelipur-lara. Saat yang lain disibukkan dengan rutinitas yang seolah tiada henti, hanya buku yang setia menemani saya dipojok kamar.

            Keranjingan membaca buku, seolah menuntunku untuk menulis. Menulis segala hal yang mengganjal dalam hati. Jika semua uneg-uneg terlampiaskan dalam satu cerita utuh, rasanya itu PLONGG!!. “Menulis adalah terapi jiwa” itulah petuah dari novelis hebat Teh Pipit Senja. And I feel it.

            Meski dunia digital sedang marak-maraknya. Ditunjang dengan e-book yang bisa dinikmati kapan saja dan dimana saja, saya kira e-book belum bisa menyangi buku berfisik (ada nggak kata selain berfisik? Hehehe) *You Knowlah what I mean hihihihi *iyain aja dech. Itulah kenapa saya selalu berhati-hati dalam merawat buku-buku saya. Meski tak jarang cibiran tentang hobi aneh ini. Silent is gold. Itulah yang saya lakukan saat orang berkata read a novel is useless. Layaknya orang yang kencing di celana. Meski banyak orang mengatakan itu jorok, tapi hanya kita yang bisa merasakan kehangatannya. Begitu juga halnya dengan buku, ratusan orang mencibir bahwa menjadi ibu muda itu tah seharusnya asyik dengan bukunya. Si kecillah prioritas utama. Right. And I do it. Toh nyatanya meski hobi baca itu sampai saat ini masih kurawat, dan kuhabitkan. Anak saya masih dalam prioritas utama. Tak ada tuh nangis jerit-jerit minta sesuatu. Karena I am always with him. Beside him. Setiap saat. Setiap waktu.  

            Inilah kisah Aku dan buku. Meski waktu dan energi terkuras habis dengan si kecil. Aku masih menyempatkan membaca beberapa halaman buku setiap harinya. Saat mengawasi anak yang sedang aktif-aktifnya merangkak kesana-kemari, masih ada buku di genggaman. Walau hanya beberapa paragraf yang sempat kubaca karena rebutan dengan anak. Tak jarang juga kudapati sobek-sobek kecil, dan beberapa halaman yang kucel. Nevermind. Artinya aktivitas membaca buku harus dan wajib ada disetiap harinya. 

"Postingan ini diikut sertakan dalam Giveaway Kisah Antara Aku dan Buku" syarat dan ketentuannya ada di sini
 
Ini cerita bukuku, mana cerita bukumu?

You May Also Like

3 comments

  1. Gemar baca ya, hobi membaca sebenarnya tidak buruk hanya mindset orang Indonesia tentang hobi baca saja yang agak aneh. Mengurus keluarga dan membagi waktu untuk membaca tidak mudah. Tapi bisa :) Sukses untuk lombanya.

    ReplyDelete
  2. Senang ya bisa bersama buku. Saya juga ikutan lombanya lo. Hehe..

    ReplyDelete
  3. Terimakasih sudah mengikuti GA Kisah Antara Aku dan Buku. Nantikan pengumuman pemenangnya di tanggal 15 Nopember 2016.


    Salam,

    Izzah Annisa

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.