Berbisnis dengan Pasangan

by - January 22, 2017




“ I see only the objective, therefore the obstacles must give way”
Napoleon Bonaparte-

            Menjalani biduk rumah tangga itu layaknya mengarungi sebuah samudra. Dan setiap pasangan mempunyai perahu sendiri-sendiri dengan seorang nahkoda. Siapakah nahkoda itu? Ia adalah suami kita, pemimpin kita, kepala rumah tangga yang akan membawa ‘perahu’ akan berlayar kemana. Dalam sebuah perjalanan kerumah tanggaan, ada banyak hal yang harus dibicarakan, direncanakan agar mampu mewujudkan setiap tujuan yang ingin dicapai. Salah satunya adalah finansial. 

 
            Finansial itu juga ibarat bahan bakar untuk mencapai tujuan itu, untuk terus melaju agar semakin mendekati tujuan. Dan bebas finansial sejak dini adalah iming-iming yang sangat menggiurkan bagi pengantin muda yang mendamba rumah mewah, mobil tersedia, dan uang yang melimpah. Salah? Tentu tidak. Tidak ada yang salah dengan mimpi. Hanya saja kita harus bangun untuk mewujudkan semua itu.
            Dalam buku yang saya akhir-akhir ini saya baca dengan judul IT IS POSSIBLE MEMBANGUN CINTA DAN KEKAYAAN karya Ita Lestari. Seorang dokter gigi yang sukses membangun bisnisnya dibidang kesehatan. Sesuai dengan akademik yang ia geluti. Di dalam buku itu yang menarik untuk dipelajari adalah bagaimana cara berbisnis dengan pasangan. Menyeimbangkan antara pribadi dan bisnis adalah tidak mudah, tapi bukan berarti sulit.
            Ita (sang penulis) menceritakan bagaimana mengawali karir enterpreunernya dengan menggaet suami sebagai penasehatnya. Ambisinya untuk membangun usaha kadang kala harus ia tepis, demi menghormati sang suami sebagai kepala rumah tangga. Seiring berjalannya waktu, ita akhirnya menemukan formula untuk menyeimbangkan antara keduannya. Inilah salah satu caranya dalam mengembangkan bisnisnya bersama Mas Darmadi (sang suami):
1.      Komitmen kepada diri sendiri dan pasangan
Menjalani dunia usaha bersama pasangan itu harus mempunyai komitmen yang kuat. Niat yang sebesar baja. Harus tahu mana bisnis dan rumah tangga. Oleh karenanya komitmen diawal akan membawa kita pada visi-misi kehidupan berumah tangga. Karena perjalanan bisnis tak melulu soal keuntungan, di dalamnya pasti ada batu sandungan. Komitmen ini yang akan menguatkan kita dan pasangan untuk kembali ke komitmen awal saat memulai berbisnis.  
2.      Kenali diri sendiri
Mengenal diri sendiri sejak awal itu baik dalam proses tumbuhnya usaha yang akan kita jalankan. Mengenal diri sendiri itu terkait dengan mengenal passion kita, kelebihan kita, kekurangan kita and all about our self. Kalau sudah kenal dengan diri kita, maka kita akan lebih mudah untuk mengungkapkan isi hati kepada pasangan agar menuai sebuah tujuan bersama.
3.      Kenali pasangan
Ini penting mengenali pasangan. Artinya kita tahu bagaimana sifat, watak dan karakter pasangan kita. Mengenali pasangan ini tidak semata-mata tentang bisnis saja. Sebagai istri sudah menjadi kewajiban untuk melayani suami. Oleh karenanya ketika kita sudah mengenal baik pasangan kita, maka akan mudah bagi kita untuk menyelaraskan tujuan sebuah bisnis dan berpartner bersama pasangan.
4.      Kenali hubungan
Ada saat-saat dimana kita harus berperan menjadi istri, dan saat-saat berperan menjadi partner. Oleh karenanya kenali hubungan kita dengan pasangan, eratkan hubungan itu dengan ‘me time’ bersama pasangan. Tanpa ada anak yang menganggu. Tanpa ada deadline kerja yang saling kejar-mengejar.

            4 hal diatas adalah sekelumit tips yang diberikan Ita sebagai istri dan partner kerja bersama pasangan. Semoga tips diatas akan membuat kita (mak-mak kece) yang ingin berbisnis dengan pasangan untuk terlebih dahulu membaca, menerka bagaimana dampak dan akibat yang akan kita dapatkan jika memutuskan berbisnis dengan pasangan.
            So far, banyak kelebihannya juga kalau berbisnis dengan pasangan salah satunya adalah semakin mempererat jalinan cinta-kasih karena setiap hari, setiap saat akan bersama-sama melakukan aktivitas serupa.  
           

You May Also Like

1 comments

  1. enak ndak ya bisnis ma suami? kyke enak ma orla deh mbak hu hu

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.