Seperti apakah buku balita itu?

by - April 30, 2017




            Berawal dari bergabung menjadi Book Advisor, saya baru tahu bahwa buku balita itu tidak seperti kebanyakan buku pada umunya. Bukunya itu harus full colour, kalimat pendek-pendek, dan tentunya Boardbook. Apa itu boardbook? Buku dengan ketebalan kurleb 2cm. Berbahan dasar karton dan tebel. Terus glossy. Buku jenis ini akan awet untuk balita yang suka mengeksplore (baca: sobek, emut, dikasih air liur, dibanting, di injak dll). 

            Teori kalau tidak praktek itu hampa. Seperti tong kosong nyaring bunyinya. Sejak bergabung dengan keluarga besar MDS dengan pengetahuan seputar pengasuhan, hungtinglah saya ke beberapa toko buku online. Menyamakan antara teori dan praktek. Berburu boardbook pun kurasakan gegalauan yg amat sangat. Antara keinginan dan kenyataan seringkali tak sejalan. Keinginan untuk menyediakan buku berkualitas itu terbentur oleh kebutuhan sehari-hari. Tahulah mak, bahwa harga boardbook emang nggak bisa dibilang murah *kekepin dompet* 

            If there is a will, there is away itu pepatah lama yang sangat cocok untuk saya saat ini. Anak lanang semakin hari, semakin tumbuh. Dan saya harus mengejarnya untuk menyediakan buku-buku berkualitas. Bukan untuk mengajarinya belajar membaca. BIG NO. Tapi untuk menghabitkannya agar SUKA BUKU. Just it.

            Boardbook pertamanya yaitu english book berjudul BED TIME STORIES. Dalam satu paket ada 6 boardbook dengan ukuran mini, yang pas di genggaman anak lanang. Setiap jilidnya ada 5-6 halaman dengan cerita ringan, english. Kenapa english? Lagi-lagi buku keren itu diproduksi oleh luar negri, Alligator Publishing Ltd. So far ceritanya ringan, enak untuk dibaca. Judulnya pun familiar disekitar kita. Yaitu Henry goes adventuring, Jo’s terrible tantrums, a whale of a tale, liliy’s new flower hat, farmer fred’s new friend, dan uncle jack. Dan anak lanang paling seneng buku dengan judul farmer fred’s new friend. Karena di dalamnya ada banyak gambar binatang.

Semoga di dalam negri termotivasi untuk menerbitkan boardbook dengan berbagai macam cerita syarat nilai, dan yang paling penting adalah HARGA TERJANGKAU. amin. Terlihat sekali antusias mahmud-mahmud kece yang rela antri mengular pada acara BBW hanya untuk mendapatkan buku bagus dengan harga terjangkau. Please pak/bu pemerintah, bantu orang tua-orang tua ini menyediakan buku untuk anak-anaknya dirumah dengan meringakan harga buku, alih-alih mengratiskan. *aminkan bareng-bareng nyookkk* 

Setelah berhasil melihat antusis anak lanang pada boardbook pertamanya, sang ibu pun bergerilya untuk mendapatkan boardbook lagi, lagi dan lagi. Ada yang berfikir nggak sich, yang suka itu anaknya atau ibunya? Wkwkwkwkwk. Entahlah. Saat matanya berbinar melihat buku dengan gambar-gambar yang lucu bin menggemaskan, ada bahagia yang diam-diam menyelinap di hati sang ibu. Kebahagiaan yang tak bisa ditukar dengan apapun. Bahagia itu selalu sederhana ya, emak?? 


Lalu boardbook selanjutnya pada HALLO BALITA retail. Kesempatan ada diskon, maka langsung saja. “Mau ya bund, 3 boardbook. Keledai dan seorang lelaki, ashabul kahfi, dan kisah nabi shaleh as.” Dan belum ada seminggu sejak boardbooknya mendarat cantik di depan rumah, eh datanglah si BBW tahun ini hanya di JAKARTA. Bisa diprediksi lagi, bahwa sang ibu pun dengan suka rela menguras dan merogoh dompetnya dalam-dalam. :D 

“Beli buku lagi, bu?”
“Kan ada fr*s**n fl*g.”
Dan kalimat ikalan itu HOAX bhuwaahahahhaha

Printilan-printilan keibuan pun harus bergeser dengan boardbook2 keren incaran sang ibu. Gini ya rasanya jadi ibu.    
          Jadi, seperti apakah buku balita itu? FULL COLOUR dan MINIM CERITA. Emak harus lebih ekspresif saat menceritakan boardbook kesayangan si kecil. Berimprofisasi sesukanya. Buat semenarik mungkin, agar si kecil lebih tertarik dan mau memainkan bukunya. ingat FOKUS KITA adalah SUKA. itu jauh lebih penting dari sekadar BISA. 

bagaimana anak-anak emak yang sudah diperkenalkan dengan buku sejak dini? Share yuk *kecup satu-satu* 

You May Also Like

3 comments

  1. dengan buku yang sampulnay tebal dan full color akhirnya harga jadi mahal ya mbak

    ReplyDelete
  2. saya juga baru pesen board book mbak, hehe. Emang harganya lumayan mahal ya, apalagi impor.

    ReplyDelete
  3. Sama bun. Saya juga udah pesen. Cuma bukunya belum dateng. Emang lama ya ? Saya sengaja nabung lama demi paket buku itu. Nggak sabar pengen cpt dtng paket bukunya

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.