Anak usia 1-2 tahun,buku apakah yang cocok?

by - July 31, 2017





            Barusan menyimak sharing di WAG tentang pentingnya mendongeng. Dan cerita-cerita keren bagaimana mendongeng bisa menjadi pondasi untuk membentuk karakter anak. Salah satu pertanyaan peserta WAG adalah, buku seperti apakah yang cocok digunakan untuk anak usia 1-2 tahun? Jawabannya adalah tentang KONSEP KEPEMILIKAN. Seperti terkena durian jatuh di siang bolong. Saya serasa diingatkan betapa pentingnya menanamkan konsep ini. bahkan lebih jauh lagi, kelak saat mengawal anak dalam belajar seks education. Bagian manakah tubuhnya yang tak boleh di pegang oleh orang lain selain orang tuanya. 


            Baru saja, tadi sore saat bermain diluar dengan anak tetangga depan rumah labib (18month) selalu rebutan mainan dengan zidan (23month). Jadi berfikir, kenapa sich mereka selalu bertengkar gegara rebutan mainan? Toh yang direbutin hal-hal sepele kayak batu, tongkat kayu dll. Sampek gemes emak ini lihatnya. Dan baru ‘ngeh’ kalau bayi itu peniru ulung. Mereka akan selalu meniru apa yang ia lihat dan dengar. Makanya ini penting untuk menanamkan konsep kepemilikan diusianya sekarang ini. agar ia tahu bahwa itu miliknya, itu bukan miliknya. Pertahankan sebaik-baiknya benda-benda yang ia miliki. Juga mintalah izin untuk meminjamnya saat itu bukan miliknya. 

Apa bayek itu mengerti?

Mungkin sekali-duakali mereka tidak mengerti. Inilah gunanya ibu yang harus terus-menerus melakukan pengulangan. Sounding anak dengan cerita-cerita tentang konsep ini. inilah pentingnya mendongeng. Sambil bercerita kita bisa menanamkan nilai-nilai moral yang kelak senantiasa mereka pegang. Seoerti pepatah belajar diusia muda bagai melukis diatas batu, belajar diusia tua bagai melukis diatas air. Apa-apa yang sudah ditanaman sejak kecil, maka semoga ia akan senatiasa mengingatnya hingga kelak ia dewasa. Seperti prasati-prasasti kuno dengan ukiran aksara jawanya. Hingga ribuan tahun, tulisan itu masih bisa dibaca. Beda halnya kalau belajar di lanjut usia, ia akan senantiasa lupa. Terbawa aliran air yang senantiasa dilewatinya. 

Lecutan motivasi juga buat emaknya agar tak hanya rajin membeli boardbook di onlineshop, tapi jarang dibacain. Bhuwahahahahhaah *buka aib* argh pekiran yang selalu muncul saat ingin mendongeng adalah kan anaknya belum negreti, kan anaknya belum bisa ngomong, kan anaknya susah diajak duduk maunya muter terus, kan anaknya ... kan anaknya .... gitu aja terus sampai kate midelton migrasi ke Indonesia wkwkkwkw 

Oke intinya pentingnya menanamkan KEPEMILIKAN sejak dini. Agar ia senantiasa menjaga barang-barang miliknya, dan meminjam barang yang bukan miliknya. Jangan kebalik ya, karena banyak politisi di negri ini suka membolak-balikkan pepatah. Salah satunya kepemilikan ini. dengan kata lain tidak amanah. Naudzubillah tsumma naudzubillah. Semoga kelak anak-cucu turunan kita terhindar dari sifat non-kepemilikan ini. amin ya robbal alamin.
#Day2
#ODOP
#BloggerMuslimah

You May Also Like

5 comments

  1. Jadi inget cerita salah satu dosenku yang bangga sekali mengajarkan pada anak-anaknya tentang konsep kepemilikan. Penting memang mengajarkan anak-anak tentang kepemilikan, agar jadi bertanggung jawab atas barang-barangnya.
    Sayangnya aku melihat ada sisi negatif di dosen aku itu, anak-anaknya jadi masing-masing memiliki buku yang sama, karena jadi enggak mau berbagi. Mungkin harus diseimbangi sama konsep berbagi ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa mbaa betul. cuma sekarang diusianya yg masih 18bulan mngenalkan konsep kepemilikan lebih utama. lalu agak gedean dikit berlanjut ke konsep berbagi.

      terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
  2. Setuju kak, cerita adalah salah satu metode terbaik untuk mengedukasi anak. Dulu saat aisyah mengajar anak-anak, materi pembelajaran adab akhlak lebih mengena jika disampaikan melalui pesan moral cerita..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyappp, metode yang tak lekang oleh zaman. kita yang udh sedwwasa ini masih suka diceritani, apalagi bayi mungil itu :)

      Delete
  3. saya dong, rajin beli-beli buku warna-warni, boardbook, harapan anak anteng pas diajak baca bukunya bareng, iya sih anteng....tapi bukunya musti ketumpahan susu dulu, direndem di baskom dulu -____-
    akhirnya yang paling 'kena' pelajarannya buat dia adalah dengan nonton serial khusus anak. Okelah, daripada enggak sama sekali ya buk, hihi.

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.