Aliran Rasaku

by - August 12, 2017





            Tak terasa 9 pekan sudah kami lalui. Kumpulan dari ibu pembelajar wilayah Surabaya-Sidoarjo. Pun sebagian Nice Homework (Tugas setelah berlangsunganya kulwap) saya posting juga di blog ini. banyak peajaran yang bisa saya petik. Salah satunya adalah tugas ibu sebagai pilar rumah tangga harus dipersiapkan. Karena semua ibu adalah pekerja. Yang membedakan adalah ibu bekerja diranah publik atau bekerja diranah domestik. Apapun pilihan kita, KELUARGA adalah yang utama. Seperti slogannya MIIP “Rizki itu pasti, kemuliaanlah yang kita cari” 


            Duh serasa ditampar berkali-kali saat meresapi pilar dari MIIP ini. saya yang sampai saat ini masih ingin bekerja di ranah publik jadi cooling down. Menyadari bahwa status dan tugas saya saat ini adalah seorang ibu dan istri. Istri yang menganut apa perintah suami serta Ibu yang memberikan waktunya untuk sang anak. 

            Dari mulai pekan pertama dimulainya kulwap pun saya sudah diajak berdiskusi tentang tujuan hidup yang ingin dicapai. Ilmu apa yang ingin saya dalami, langkah apa yang harus saya lalui agar tercapai tujuan itu. Lagi-lagi MIIP membuat saya sadar banyak hal. Potensi, skill, dan tugas menjadi ibu harus dijalankan selaras.   

Baca juga : NHW #1 

            Lalu dilanjut pekan kedua. Masih tetap sama, tapi berbeda dengan NHW #3. Kali ini saya dituntut untuk berkirim surat ke suami. Wow. Hal yang tidak pernah kulakukan sebelumnya. Tapi ini penting juga. Mungkin dengan surat saya bisa mengungkapin isi hati atau keinginan-keinginan yang kumiliki. Saya banyak merenung dalam NHW #3 ini. menelusuri kembali kenangan-kenangan bersama suami. Peristiwa-peristiwa yang mengecewakan maupun menyenangkan. Lalu terangkailah surat romantis itu #eaaa *yang jomblo jangan baper, pliss*. Surat itu ada disini (NHW #3). Argh lagi-lagi saya belajar bahwa rumah tangga yang harmonis itu bukan tanpa masalah, melainkan adanya komunikasi yang intens. Saling mengahrgai satu sama lain, saling mengisi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Karena perbedaan yang membuatnya indah. 


            Setelah menemukan passion diri dan tujuan yang ingin dicapai, akhirnya sampailah pada pekan ke-5. Disini saya dituntut untuk lebih detail dalam menentukan aktivitas apa saja yang harus saya rancang guna menuju goal-goal yang telah saya jawab di NHW #1. Membuat desain pelajaran dengan seksama agar 24 jam saya dirumah maupun di luar rumah itu berarti. Meski tubuh ini bukan sepenuhnya hak saya, karena di dalamnya ada hak suami dan anak yang harus saya dahulukan. Walau begitu bukan berarti saya tidak punya keinginan. Bukan berarti impian yang dahulu kuidamkan, pupus tergerus status yang disandang. Dalam desain itu juga saya sisipkan waktu khusus untu mengasah skill yang menjadi minat saya. Menyediakan waktu minimal 2jam/hari untuk mengasahnya. Bukankah orang bisa dikatakan ahli jika sudah memiliki 10.000 jam terbang? 

Baca juga: NHW #5


            Itulah kenapa di pekan ke-7 saya lebih bisa mengenal diri saya seutuhnya. Mengenal bakat dan potensi apa yang bisa saya kembangkan. Dan saya makin percaya diri karenya. Saya beruntung bertemu dengan MIIP ini, selain membuat saya mampu memantabkan hati sebagai IRT dan juga bisa lebih percaya diri untuk mengasah kemampuan.  Saya pun terkesima dengan founder MIIP ini yaitu Ibu Septi Wulandari dan Pak Dodik Maryanto *CMIIW*. sosk orang tua teladan yang mampu mengawal ketiga anaknya menjadi pribadi yang tidak hanya baik, tapi juga pintar, sholeh/sholehah kebanggan orang tua. 

            Tak terasa 9 pekan telah kami lalui. MIIP batch #4 sudah selesai. tapi bukan berarti tugas kita sebagai Ibu sudah selesai. Perjuangan baru saja dimulai tapi Insyalloh hati makin mantab untuk menjadi ibu profesional. Mengantarkan anak-anak kami menuju masa depan yang lebih baik. amin ya robbalalamin

        I LOVE You MIIP 

#Day14
#ODOP
#BloggerMuslimah

You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.