Jayalah Indonesiaku

by - August 19, 2017





Biar saja kutak sehebat matahari
Tapi ku selalu mencoba tuk menghangatkanmu
Biar saja kutak setegar batu karang
Tapi ku selalu mencoba melindungimu
Biar saja kutak seharum bunga mawar
Tapi slalu kucoba tuk mengharumkanmu
Biar saja kutak seelok langit sore
Tapi slalu kucoba tuk mengindahkanmu


Kupertahankan kau demi kehormatan bangsaku
Kupertahankan kau demi tumpah darah, semua pahlawan-pahlawanku
Merah putih teruslah kau berkibar
Di ujung tiang teryinggi, di indonesiaku ini
Merah putih teruslah kau berkibar
Diujung tiang tertinggi, di indonesiaku ini
Merah putih teruslah kau berkibar
Ku kan slalu menjagamu
 
            Hayoo yang baca sambil melagukan syairnya, cung? Kalau sampai melagukan syairnya saya salut emak. Apalagi sambil meresapi setiap kalimat, setiap katanya. Duh makin melelah diri. Makin sadar bahwa MERDEKA KITA SAAT INI, ADALAH HUTANG KITA KEPADA PAHLAWAN. Oleh karenanya tak sepantasnya kita ‘ongkang-ongkang kaki’ atas semua pengorbanan yang dikorbankan. 72 tahun kita merdeka, apa yang bisa kita berikan untuk indonesia?sikut sana-sini? Nyinyir sana-sini? Menyebarkan berita hoax tanpa perlu tabayyun terlebih dulu? Malu emak.

Kan kita ibu rumah tangga yang tak pernah ikut campur politik?

Kan kita hanya berkutat di dapur, sumur dan kasur #eh?

Kan kita cukup di rumah? Apa yang bisa di lakukan IRT kayak kita?

            Jangan sesempit itu mak, kita perlu juga up date berita biar nggak update selebrita saja. Kita juga harus tahu dan melek teknologi, agar kita bisa memantau anak-anak kita yang lagi ngeggandrungi gadgetnya daripada emaknya yang ngomel #eh. Pun kita juga harus tahu sejak couple song song meresmikan hubungannya dan aa muzammil mengakhiri masa lajang, banyak mak-mak yang patah hati. Bukan karena ingin memiliki PIL (Pria idaman lain), tapi bercita-cita kelak anak gadisnya ingin dipersunting lelaki sekeren muzammil. Keren dalam sudut pandang agama, tentunya.
           
           Tuh kan pemikiran emak-emak zaman sekarang udah jauh melesat angan. Salah satunya adalah mempersiapkan generasi emas seoptimal mungkin. Inilah yang disebut sebagai pilar negara. Meski tak berkutat langsung ke pemerintahan, meski tak punya andil untuk menyuarakan isi hati, bukan karena tak mampu melainkan sudah rempong sendiri dari urusan domestik. Para mamak ini patut diapresiasi. Para mamak inilah yang menentukan bagaimana indonesia kedepannya.
             
           Kami para mamak tahu bagaimana kami berjuang. Memulai perubahan dari rumah-rumah kita sendiri. Memaksimalkan pengasuhan agar kelak anak-anak mungil kita dirumah, mampu mengemban indonesia lebih baik lagi. Inlah sumbang sih kita untuk indonesia. Karena kecintaan inilah, kami rela bersusah-payah dalam pengasuhan. Bukankah bangsa yang hebat ialah bangsa yang menyiapkan generasi emasnya semaksimal mungkin?
          
          Pada peringatan 72 tahun indonesia ini, tak henti kami berdoa untuk indonesia lebih baik. Mencoba berkhusnudhon atas sistem pemerintahan yang diemban oleh steakholder negri ini. karena kami yakin indonesia dalam berbagai keanekaragaman budaya dan adat akan semakin jaya jika setiap warga negaranya bersatu membrantas tikus-tikus berdasi pemakan harta rakyat. Mengutip petuah alrmahmuh Gus dur “Indonesia tak akan runtuh oleh keanekaragaman budaya, agama, adat tapi indonesia akan runtuh oleh pemerintahan yang korupsi.” Yuk saling berpegang tangan untuk menuntaskan PR besar negri ini, menuntaskan Korupsi. 

JAYALAH INDONESIAKU, JAYALAH NEGRIKU 

#ODOP24
#BloggerMuslimahIndonesia 

You May Also Like

1 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.