Jo Walton dan Kisah Dibaliknya

by - August 19, 2017




“Ibu hanya ingin kau disini dan segerahlah menikah.” Tak cukup hanya satu permintaan yang telah melemparku pada sebuah kekecewaan beruntun. Aku pun diminta untuk segera menikah. Sebagai anak yang mencoba mengerti dan memahami keinginan orang tua, aku hanya mengulum senyum. Satu permintaan lagi yang tak bisa kujawab dengan pasti. Masih belum sembuh kecewa akibat gagalnya pergi ke negri kangguru, ternyata Alloh masih mengujiku dalam sebuah cobaan. 

            Ah ibu, tak tahukah engkau bahwa anak gadismu ini juga memendam rasa yang sama. Keinginan untuk mengakhiri masa lajang. Menggenapkan separoh iman di dada. Membersamai pemimpin keluarga untuk berjalan di jalan-Nya. Inginku berteriak sekenceng-kencengnya, tapi mulut seolah terkunci.

            Setahun bukan waktu yang sebentar dalam masa lajang, laki-laki hanya datang dan pergi. Tak ubahnya mampir di warteg. Setelah itu lupa akan janji manis, bualan belaka. Tak ada yang benar-benar serius meminta dengan gentle di hadapan orang tuaku. Dan akhirnya menelan mentah-mentah pil kehidupan. Pahit adalah suatu kepastian tapi semoga saja menyehatkan. 


***
“Tak ada yang bisa membantumu kecuali dirimu sendiri.” Sembari menepuk pundak ini. Hanya kepada Rinalah, tempatku mengadukan segala curahan hati. Pastinya setelah kucurahkan semuanya pada Robbku.

“Bangkitlah yakini bahwa ada pelajaran berharga yang tengah kamu alami. Gugurnya cita-cita karena kamu memilih cinta hakiki dari seorang ibu adalah sebuah keputusan hebat. Aku bangga telah menjadi sahabatmu. Dan tak perlu kau sesali itu. pun jodoh yang tak kunjung datang, adalah satu episode baru yang harus kamu pecahkan. Jawabannya ada dalam setiap doa yang terpanjat serta keinginan untuk memperbaiki diri. Semoga kasih-Nya menuntunmu untuk bertemu dalam sebuah indahnya pernikahan,” Kupeluk erat tubuh kecil Rina. Aku pun bangga mempunyai sahabat seperti dirinya. Betapa Alloh mengajarkanku untuk bercermin dari oarang-orang sekitar. Terlebih meneladani keluasan hati sahabatku ini.

 “Barangkali kamu membutuhkan mood boster ini.” Sebuah bingkisan mungil tergeletak malas di atas meja tak jauh dari tempat kami duduk.

“Apaan ini? Buka ya?” ia pun tersenyum, memperlihatkan lesung di kanan-kiri pipinya. 

            Pelan namun pasti kurobek bungkusan warna pink. Sudah kutebak, tiga buku berjejer rapi. Petama adalah buku dengan judul No Excuse karya Isya alamsyah, kedua sakinah bersamamu karya Asma nadia. Dan terakhir sebuah agenda tebal lengkap dengan pena yang menggantung.

“Terima kasih banyak ya Rin aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi tunggu ini maksudnya apa?” menenteng agenda dengan warna ungu yang mendominasi, warna favoritku.

“Buka aja dulu.” Dan aku pun membuka halaman depan agenda itu. sebuah note kecil mengumpal disana.

Tidak perlu khawatir. Aku masih punya banyak buku, buku-buku baru. Aku akan kuat menghadapi masalah selama masih ada buku bersamaku
(jo walton)
“Hapus air matamu. Teruslah menulis, tuangkan semua penat di dada. Rangkai ia dalam sebuah cerita indah. Setidaknya dengan membaca dan menulis kamu akan mengenali siapa dirimu sendiri pun juga menjadi terapi untuk menekan tingkat kegalauan yang berujung stres. Lanjutkan mimpi yang tertunda, segerahlah jemput impianmu untuk bersanding dengan dua penulis hebat ini.” Lina pun menenteng dua buku bestseller yang ia hadiahkan kepadaku.

            Lagi-lagi Lina mengetahui apa yang seharusnya aku lakukan. Membaca buku-buku hebat, tak ada alasan untuk tak mengikuti jejak mereka. Pun dengan membaca sakinah bersamamu akan memantabkan dan bebesar hati untuk menemukannya dalam munajat panjang bersama-Nya. Menulis juga adalah hobi yang sudah sejak SMA menjadi kegiatan rutin bagiku, semua tertuang dalam sebuah diary. Semoga aku bisa membuat sebuah buku nantinya seperti yang dulu-dulu aku dengungkan saat malam menjemput impian.

NB: Jo Walton (lahir 1 Desember 1964 di Aberdare [1] ) adalah Welsh - Kanada fantasi dan fiksi ilmiah penulis dan penyair.

#ODOP26
#BloggerMuslimah

You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.