Manjakan Suami, why not?

by - August 03, 2017




   Kini pelakor (Perebut Laki Orang) sedang naik daun. Meski permasalahan ini abadi sepanjang zaman, di era digital semakin menarik untuk ditindaklanjuti. Bukan untuk menjadi pelakor itu sendiri, tapi agar selalu waspada. Inilah pentingnya memanjakan suami agar ia senantiasa rindu untuk  pulang kerumah, rindu dengan masakan istri yang kadang enak kadang nggak enak tapi dibuat dengan cinta #eaaaa. Makhluk visual itu adalah suami-suami kita, makanya penting juga untuk merawat tubuh agar senantiasa ideal meski bukan seideal perawan seperti dulu. Tapi paling tidak, selalu enak dipandang. Selalu menyejukkan hati sang suami itu sendiri.

Tentang pelakor (Perebut Laki Orang) ini pernah saya bahas dengan suami. Mencari tahu bagaimana tanggapan suami tentang maraknya pelakor ini. “Argh saya nggak habis pikir, kenapa ya kok cari om-om. Kenapa nggak cari mas-mas yang minim resiko?” obrolan pillow talk malam itu.

“Ya karena mereka menganggap kalau masa depan mereka akan cerah karena kebanyakan om-om kan beruang.” Timpalnya. “Bagaimana kalau om-omnya itu sampean, tergoda apa nggak ya?” selidik saya untuk melihat respon suami. “Ya tergantung!” jawabnya pendek. “Tergantung bagaimana istri dirumah. Menyenangkan nggak, suka menggoda nggak.” Lanjutnya. 

Duh serasa disindir habis-habisan. Maklumlah saya tipe wanita yang biasa-biasa saja. Tidak agresif dll. Saya orangnya slow. Sedangkan pria itu terkadang butuh sesuatu yang beda. Pengalaman beda. Nggak yang itu-itu saja. Makanya emak, cobalah cari tahu apa yang menjadi kesenangan suami-suami kita. apa yang menjadi keinginan suami kita. manjakan ia bak seorang raja yang selalu dilayani dengan sepenuh hati. Yang selalu diperhatiakan bahkan dari hal yang terkecil.

Saya seperti ini juga belum sepenuhnya bisa membahagiakan suami, masih tahap proses. Berproses untuk menjadi istri yang menyejukkan pandangan. Berproses menjadi istri yang dinginkan suami. Berproses untuk menaati apapun keinginan suami. Seperti sabda baginda Rosululloh :”Jika diperbolehkan manusia bersujud kepada manusia lain, maka kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya.” Tuh kannn.... Rosululloh saja menyuruh kita untuk tunduk kepada suami-suami kita, masih ragu manjakan suami? Kalau suami sudah ridho, insyalloh dunia-akhirat akan kita genggam. Kalau suami sudah jatuh cinta kepada kita berakali-kali, maka tak ada lagi pelakor-pelakor diluar sana yang mampu menggoyahkan dinding cinta suami kita karena di rumah lebih menggoda dan yang pasti sudah HALAL. Bukan lagi cap halal dari MUI tapi langsung dari Alloh SWT. 

Yuk perbaiki keseharian kita, rebut lagi cinta dan kasihnya suami kita demi keberlangsungan rumah tangga kita. bukan lagi sehidup semati, tapi sehidup sesurga. Amin ya robbal alamin. 

#Day3
#ODOP
#BloggerMuslimah

You May Also Like

5 comments

  1. Alangkah elok bila keduanya pun saling berebut untuk mendapatkan cinta satu sama lain. Hehe. Loh, malah ceramah sendiri. Terima kasih sudah diingatkan dengan hadis perihal andai boleh bersujud. Semoga kita sesurga dengan suami kita. Amin.

    ReplyDelete
  2. Masya Allah, umi aisyah harus baca ini juga.. ^^

    ReplyDelete
  3. manjakan suami dan jangan lupa manjakan diri sendiri :)

    http://pojokmoco.wordpress.com

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.