Memaknai Sebuah Perjalanan

by - August 03, 2017




            Sebulan yang lalu memutuskan untuk membeli buku chicken soup for the treveler. Ingin menambah kosa kata dan wawasan bagaimana mencetak buku best seller. Dan buku chicke soup yang mempunyai banyak versi ini salah satunya. Buku dengan ketebalan lebih dari 300 halaman ini telah diterjemahkan ke berbagai negara.  

            Berbagai kisah tertuang didalam buku bersampul hijau itu. Kisah seorang treveler. Mereka mengungkapkan bagaimana sebuah perjalanan telah mengubah hidup mereka. Mengubah mind set mereka. Meninggalkan gaji tiap bulannya. Meninggalkan rumah dalam waktu yang tidak bisa diprediksi. Mereka menghidupi mimpi mereka untuk berjalan, mengayuh sepedah dan mengunjungi kota-kota impian. 

            Pada chapter 2, sebuah quote menarik “Yang terpenting adalah perjalannya, bukan saat tiba ditujuan.” Lagi-lagi hati ini tersentil dalam memaknai sebuah perjalanan. Seringkali kita beranggapan dalam sebuah perjalanan, kita selalu ingin tiba ditempat tujuan dengan cepat, aman dan tanpa hambatan. Logis tapi tak bermakna. Sesekali marilah kita menikmati perjalanan itu sendiri meski terhadang oleh macet yang menghabiskan waktu. Toh waktu itu bisa kita gunakan untuk bercengkrama dengan keluarga. Diskusi hangat dengan anak-anak kita. dan menikmati alunan musik dari radio terdekat. 

            Buku karangan dari Jack Canfield ini memberi kita motivasi dan inspirasi untuk tidak takut berpetualang. Bahwa dunia itu luas. Dengan menjadi tereveler kita bisa memaknai hidup dengan bijak. Bukankah penglaman adalah guru terhebat? Dari pengalaman pula kita bisa memandang hidup tak hanya hitam-putih. Ada banyak warna yang menghiasinya. Ada banyak peristiwa untuk kembali bersyukur di setiap tarikan nafas kita. 

            Mungkin ada benarnya bahwa mereka yang saling hujat di sosial media, saling adu argument yang belum tentu kebenarannya tidak lain adalah mereka yang kurang bepergian. Karena semakin banyak kita bepergian, semakin luas cara pandang kita dalam menyikapi sebuah permasalahan. Semakin banyak kita bertemu dengan berbagai karakter manusia, semakin bijaklah kita dalam menilai orang lain. 

            Seorang motivator sukses mulia, kek jamil azzaini berkata bahwa bepergian itu laksana pit stop yaitu tempat dimana pembalap menghentikan kendaraanya saat balapan berlangsung untuk urusan teknik seperti pengisian bahan bakar, penggantian ban, pengecekan mesin, dsb. dalam sebuah balapan, setiap tim memiliki pit stop masing-masing, lengkap dengan pit crew dan berbagai fasilitasnya. Dan tak ada juara dunia yang tak menggunakan pit stop ini. oleh karenanya bepergian itu penting, minimal sekali setahun. Karena setelah kita melakukan perjalanan pikiran kita bisa fresh. hati lebih tenang dan hidup makin bergairah.

            Hal itu juga tertuang di dalam salah satu halaman buku chicken soup for the treveler ini yaitu “Kebijaksanaan tidak kita terima begitu saja, kita harus menemukannya sendiri”. Salah satu yang bisa membuat kita bijaksana adalah dengan bepergian. Bertemu dengan banyak orang. 

Memikirkannya saja sudah membuat tersenyum. Membayangkan bagaimana bergairahnya kita saat menghidupi impian kita? bagaimana bahagianya kita saat apa yang kita perjuangkan mempunyai titik akhir? Sejatinya hidup ini tidak lain adalah sebuah perjalanan yang berakhir pada sebuah kematian. Sudah siapkah kita sampai ke tujuan? Sudah banyakah bekal yang kita siapkan untuk sampai ditempat tujuan? Semoga apa yang kita lewati tidak lain adalah bekal kita untuk sampai di penghujung jalan. Agar tiada sesal setelahnya. Agar bahagia itu sampai setelah tercabutnya nyawa dari raga. Amin ya robbal alamin. 

#Day8
#ODOP
#BloggerMuslimah 

NB: Foto ini diambil sekitar tahun 2013/2014. 2 hari keliling jogja ditemani sepupu yang stay di jogja. sengaja pakai foto ini agar suatu saat bisa treveling lagi. nggak hanya ke jogja, tapi KELILING DUNIA. amin 

You May Also Like

2 comments

  1. Aisyah juga suka buku chicken soup kak, tapi belum baca yg buat traveler..
    Suka quote nya, masya Allah.. ^^

    ReplyDelete
  2. amiiin... smg terwujud impian keliling dunia. bukunya msh tersedia ga ya di toko buku jd mupeng ^^

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.