Mitos atau Fakta?

by - August 16, 2017





Just one small positive thought in the morning, can change your whole day

Cerita 1  
Banyak hal yang harus dipelajari, khususnya ibu muda yang belum berpengalaman. Inilah yang mendorongku untuk tahu lebih banyak hal. Pada saat sore hari, ketika tangan ini menggengam buah jambu yang sudah matang, melahapnya langsung tanpa ada proses membelahnya menjadi rutinitas yang memang menyenangkan, setelah sekian santapan tetiba mbah menegurku 


“Ndak boleh ibu hamil memakan sesuatu yang bulat dengan seperti itu (dicakoti), disigar disek Nduk!” (tidak boleh, ibu hamil memakan sestau yang bulat dengan langsung memakannya. Harus dibelah terlebih dahulu) akupun dengan sergap menghentikan aktivitas dan langsung mencari pisau.

“Emang kenapa Mbah?” tanyaku dengan tetap memegang jambu dan pisau.

“wes, awakmu gak perlu ngerti, sing penting gak oleh.” (udah, nggak boleh banyak tahu, yang penting nggak boleh) Ucap mbahku tegas. 

“Apapun yang bentuknya bulat harus disigar, meskipun itu kecil seperti sanghai.” Akupun hanya mengangguk takzim. Sedangkan pikiran ini masih bergerilya di dunia maya, mencari sebanyak-banyaknya referensi untuk menguatkan kepercayaan orang dulu (Mbahku), tapi nihil juga yang kudapat. Seperti itulah tabiat orang jawa, selalu main tanda dan symbol. Tapi nyatanya hampir 80% dilapanganpun terjadi hal serupa jika mengingkari hal yang sama. Wallhu alam bi showab

Cerita 2 

            Lain halnya yang bulat, ini ada juga dari pengalaman kakak kandung yang sudah pernah mengandung dan melahirkan. 

“Jangan sekali-kali melingkarkan handuk di leher ya ketika mandi!” menghentikan aktivitasku yang mau mandi dengan handuk yang melingkar di leher. 

“Why?” pertanyaan serupa dan sama terhadap larangan-larangan kecil seputar mitos atau fakta. 

“Dulu aku juga ndak percaya, tapi lambat laun setelah melahirkan bella (anak pertama) aku baru menyadari kebenarannya. Kata ibu kalau melingkarkan handuk di leher, maka nanti anaknya akan kebulet usus, dan benar saja aku dulu juga seperti itu.” 

            Akupun segera melepasnya dan berlalu kekamar lagi. Tapi sekali lagi, ini adalah mitos yang orang jawa percayai. Dan kakak saya telah terlebih dahulu membuktikannya.
***

            Dari 2 cerita diatas dapatlah ditarik benang merah, bahwa sejatinya mitos yang beredar di masyarakat itu masih abu-abu (belum tentu kebenarannya). Tapi juga jangan dijadikan patokan, tetaplah al-Qur’an dan Hadist yang selalu menjadi tuntunan umat beragama dalam segala aspek kehidupan. Terutama untuk ibu-ibu muda (seperti saya) yang minim pengetahuan. Bahwa  sejatinya janin itu adalah sesuatu yang sacral dan suci. Maka teruslah belajar, belajar, dan membaca, membaca, dan membaca.

            Menyinggung sedikit tentang pola asuh anak yang sedari kandung sampai ia dilahirkan. Dikisahkan oleh seorang muslimah yang mempunyai 3 anak penghafal al-qur’an (subhanalloh) *iri diri ini untuk memiliki keisimewaan yang sama*. Ibu yang hebat itu setiap harinya membaca al qur’an 5-6 kali. Dan pada surat yang sama diulang-ulang selama 5-6kali juga. Sejak usia kandungan berumur 1-9 bulan. Hal itu tak juga terputus sampai melahirkan, kebiasaan itu juga ia lakukan sesudah melahirkan. Dan apa yang beliau hasilkan ketiga anaknya sudah menjadi penghafal al-quran dalam usia yang belum genap 5 tahun *(Subhanalloh, semoga Alloh memberi kebarokahan kepada keluarganya)*. Ibu hebat itu adalah seorang Doktor muda yang juga berprofesi sebagai dosen di Batterje Medical College, beliau adalah Rasya. (Masya Allah) Jadi dapat disimpulkan sejatinya anak itu dibentuk oleh orang tuanya sejak ia dalam kandungan. Lakukan yang baik-baik, berakhlak baik, berpositif thingking. Niscaya Alloh memberkahi setiap usaha yang kita landasi atas barokah-Nya semata.
             Sama halnya seputar mitos yang masih beredar di sebagian masyarakat kita, secara medis memang tidak adanya artikel yang membenarkan mitos-mitos seputar kehamilan. Tapi setidaknya kita selalu waspada dengan pikiran dan sugesti yang beredar di masyarakat. Karena dengan jelas tertulis di kitab-Nya “Aku menuruti prasangka hambaKu”  

NB: Foto ini mengingatkan saya pas hamil Labib dengan usia kandungan 7-8 bulan. Udah hamil tua tetep aja pengen jalan-jalan. wkwkwkkkw 

#ODOP16 
#BloggerMuslimahIndonesia 

You May Also Like

2 comments

  1. Semua balik ke kebutuhan dan kemampuan ya Mba^^ kalo saya woles aja sih yang penting gak ngerepotin hehe

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.