Rizki meroket drastis saat anak kedua lahir, mitos atau fakta?

by - August 05, 2017




            Saat berbicara anak kedua, saya seperti sedikit parno tapi mupeng. Parno karena pengalaman pertama mempunyai baby tak seindah orang bilang. Parno karena pengalaman pertama membuat saya berkali-kali mengelus dada. Antara bahagia dan capek itu ibarat mata koin yang punya dua sisi. Harus ada memang. Oleh karenanya saya tidak menafikkan diri bahagianya saat memiliki anak yang lucu nan menggemaskan. Butuh waktu untuk say “Yes, I’m ready for the second baby” benarlah kirannya bahwa persiapan untuk menyambut baby adalah mental dan fisik yang kuat. Dan saya butuh waktu untuk itu. 

Meski tak jarang orang berfikir bahwa persiapan untuk anak kedua adalah materi. Memang materi itu ibarat bahan bakar dalam perjalanan roda rumah tangga. Tak sedikit mahmud (mama muda) yang stress kala mengalami kehamilan kedua lantaran ekonomi yang belum stabil. Rumah masih ngontrak. Masih banyak cicilan dan seabrek keluhan-keluhan lainnya. Hal serupa dialami oleh orang terdekat saya. Bahwa hamil kedua sempat membuatnya flek berkali-kali. Salah satunya penyebabnya adalah beban pikiran yang menumpuk. Tapi life must goon. Bukan salah babynya yang tanpa prediksi sudah mendiami rahim sang mama ini. meski berbagai alat kontrasepsi ia lakukan. Inilah takdir Tuhan. 

Alloh Maha kaya. Jangan meremehkan Alloh dengan perfikir bahwa tambah anak, bertambah pula kebutuhan sedangkan rizki yang di dapat itu-itu saja. Benarlah saat sang anak kedua lahir, beliau mempunyai tekad untuk menyambi menjadi pedagang online karena pekerjaan utamanya adalah stand by di sekolah. Ia berjualan apapun yang sesuai minat dan hobinya sehari-hari. pun pernah gonta-ganti produk jualan karena semakin lama ia terjun di dunia ini, ia semakin lihai melihat peluang. Ia semakin pintar membaca apa yang sedang teman-teman facebooknya butuhkan. 

Akhirnya ia memantabkan hati menjual produk kecantikan berupa sabun mungilnya. Berbagai pencapaian ia terima. Kabar terakhir ia akan mendapatkan Tiket gratis jalan-jalan ke Hongkong. Setelah awal tahun kmren ia menginjakkan kakinya ke Singapure. Wow saya yang hanya menjadi pendengar setianya dibuat berkali-kali takjub. Atas percepatan rizki, atas kerja keras dan cerdasnya selama ini. pun dari sabun juga ia akhirnya bisa menempati sebuah rumah impian. Rumah mungil yang berisi celotehan dan tawa putri-putrinya. Rumah mungil yang lengkap dengan kendaraan pribadi. 

Emak-emak pedagang online mana suaranya? LOL Yakin saja bahwa Alloh telah membagi-bagikan rizkinya bagi mereka yang mau berusaha. Meski beban hidup bertambah, maka rizkinya pun akan bertambah. Tuh mamak strong satu itu telah membuktikannya. Hanya bermodal smartphone, banyak hal yang ia capai. Banyak hal yang ia raih. Jalan-jalan gratis. Bonus tiap bulan endebrew-endebrew.

Cerita yang sama juga dialami mamak strong satu ini. ia cerita entah kenapa yang awalnya dulu hanya sebagai dropship tas etnik bandung, saat hamil kedua diberi rizki untuk menjadi distributornya. Nominalnya pun bukan lagi bilangan juta-an tapi puluhan juta. Singkat cerita jangan takut untuk hamil kedua, ketiga, dan kesekian kalinya. Yakin saja bahwa setiap anak itu memiliki rizkinya masing-masing. Eh kok kesekian kalinya yaa? Wkwkkw tergantung orang-tuanya juga sich. Mau ingin punya anak berapa, asal kebutuhannya dipenuhi. Tengoklah keluarga Gen Halilintar, dengan 11 orang anak. Keluarga ini makin terkenal. Diundang mengisi acara di tv-tv swasta. Dan menginspirasi banyak mamak-mamak muda agar semakin bahagia dengan bertambahnya anak. Orang jawa dulu bilangnya, makin banyak anak makin awet muda. Lha gimana nggak muda kalau setiap harinya main-main sama balita heheheh

Jadi meroketnya rizki saat hamil anak kedua itu mitos atau fakta? Jawabnya adalah FAKTA. Tidak hanya anak kedua, bahkan anak ketiga, keempat dst maka rizki kita sebagai orang tua juga akan mengalami kenaikan. Tapi Syarat dan ketentuan berlaku. Syaratnya harus mencari peluang-peluang lain dalam menambah pundi-pundi pemasukan.  mempunyai 2 profesi sekaligus bisa kok dijalankan berbarengan tentunya dengan management waktu yang bagus pula agar anak, suami tidak dinomerduakan. 
Tuhkan makin mupeng tuk program anak kedua. Eh tapi sudah siapkah metal saya? Lagi-lagi ketakutan itu muncul tapi bukan tentang materi melainkan kondisi fisik yang kuat wkwkkwkwwk. Saya masih belum siap saja begadang tiap malam karena si baby nggak mau tidur dikasur. Saya masih belum siap saja saat ditinggal paksu dinas ke luar kota, lalu saya sendirian menggendong si baby almost 24 jam. Capek euy ahahahhaaha. Biarlah waktu yang merubah saya untuk say YES, I’M READY kecuali kalau sudah di takdirkan Tuhan yakkk 

#day5
#ODOP
#BloggerMuslimah

You May Also Like

5 comments

  1. setuju mbak. tiap anak bawa rezeki masing-masing.

    anak ketiga saya malah lahir sambil 'bawa' mesin cuci otomatis yang saya dambakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. serius mbaa? gimana tuh ceritanya? *pinisirin* hihihihihi

      Delete
  2. Katanya, banyak anak banyak rezeki lho ka.. ^^

    ReplyDelete
  3. Setuju kalo ada anak itu nambah rezeki kok, bukan nambah hutang^^ minta saja sama yang maha kaya ya

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.