Si Kecil Suka Mengotori Perabotan Rumah, lakukan 7 Tips Ini.

by - August 16, 2017




            Makhluk yang menggemaskan dan tak jarang membuat 'esmoni' gegara tingkahnya yang bikin pusing tujuh keliling itu bernama Si Kecil menginjak usia 1 tahun. Saat ia sudah bisa berjalan kesana-kemari. Mengambil barang-barang disekitar tanpa memperhatikan barang pecah belah, atau barang panas bahkan salah satu ‘kreativitas’nya adalah mengotori barang-barang itu. Ada saat-saat dimana saya mengalah untuk bersabar, tapi tak jarang amarah itu meluap *maafkan ibukmu ini ya, nak* meski setelah memarahinya rasa bersalah itu lebih besar dari amarah itu sendiri.

            Saya adalah seorang ibu muda yang minim pengetahuan tapi tak lelah untuk belajar. Saya, ibu muda yang sering tersulut emosi, tapi berusaha untuk lebih bersabar lagi. Saya, ibu muda yang akan terus belajar menjadi ibu terbaik untuk anak-anak saya. Salah satunya dengan mengasah kesabaran dalam pengasuhan ini.

            Tips ini hasil seluncuran saya di mbah google serta bacaan buku ringan tips praktis menjadi ibu smart. Bukan berarti saya sudah menjadi ibu smart setelah menuliskan tips ini. melainkan saya menulis untuk mengingatkan diri agar selalu, selalu, dan selalu bersabar. Tips ini juga sebagai reminder bagi saya untuk tak melakuan hal-hal bodoh diluar kendali. Karena si kecil sebenarnya belum paham kalau apa yang dilakukannya tidak boleh. Dan kitalah orang tuanya, orang dewasa yang Harus Mengontrol emosi. Inilah tip jika si kecil mengotori pakaian atau perabotan: 

1.      Segera hentikan kegiatan si kecil, mintalah benda yang digunakannya sebagai ‘senjata’ untuk mengotori,misalnya spidol, crayon, cat, atau bahkan lipstik kita. anak usia diatas satu tahun sudah mengerti kok untuk meminta dan meminjam. Saya kerap melakukan aktivitas meminjam ini kepada anak lanang. Kadang dikasi, kadang tidak. Kalau tidak dikasih, jangan mengambilnya secara paksa. Beri pengganti untuk melepaskan ‘senjata’ itu. 

2.      Jangan berteriak! Meskikita panik. Mungkin perabotan kita bernilai jutaan maupun milyaran. Tetap usahakan untuk cooling down. Teriakan justru akan melukai perasaan si kecil. 

3.      Jika merasa marah, jengkel, tarik napas dalam-dalam. Jangan sampai memukul si kecil. Hal ini tidak akan menyelesaikan masalah. Justri membuat si kecil merasa tersisih, karena kita menganggap benda itu lebih penting daripadanya. Huwaaaa serasa tertampar oleh kalimat sendiri. Selama ini pegimane mak ma anak? Udah bener belom kayak yang emak tulis saat ini? *kabur dulu arghhh* wkwkwkkw 

4.      Angkat si keci, lalu cuci bersih tangannya. Gantilah bajunya jika memang kotor terkena noda.
5.      Jika si kecil sudah bersih dan berada ditempat yang aman, barulah perhatikan tempat atau benda yang dikotori. 

6.      Segera bersihkan perabot yang dikotori si kecil secepatnya.

7.      Beri tahu si kecil baik-baik, dengan bahasa yang mudah dipahami bahwa tindakannya salah. Minta si kecil untuk tidak mengulanginya lain waktu. Kalau yang ia lakukan di tempat umum, cari tempat yang sepi saat memberitahunya. Jangan sampai anak dibikin malu ditempat umum. Camkan baik-baik mak, bahwa PANTANG MEMPERMALUKAN ANAK DI DEPAN UMUM. Ini akan berdampak pada emosinya kelak.  

Selamat mencoba emak *KISS* semoga kita *khususnya saya* lebih bisa mengotrol diri. Kontrol emosi untuk tetap cooling down saat-saat membersamai buah hati tercinta. Yuk berbenah diri. Kalau bukan kita, orang tuannya siapa lagi yang mau bersahabat dengan si kecil yang penuh ‘kreativitas’. Jangan menghambat kreativitas anak dengan berkata “jangan” serta amarah yang tanpa terkendali. Karena emosi anak kita jauh lebih berharga dari semua barang/ perabotan yang punya harga jutaan bahkan milyaran. 

#ODOP18
#BloggerMuslimahIndonesia

You May Also Like

4 comments

  1. Makasih share pengalamannya ya mak,
    Matur nuwun, :)

    ReplyDelete
  2. saya aja kadang kelepasan kesal sama baby, suami yang nasehatin cara saya salah dan baby nggak bakalan ngerti juga. memang jadi ibu itu belajarnya seumur hidup ya mba. makasih tips-tpsnya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. samaaaaa saya juga sering, tapi sekarang agak wole. setuju,menjadi ibu belajarnya sepanjang hidup ^^

      Delete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.