Tips Merawat Anak Campak

by - August 03, 2017





          Bulan Agustus ini seorang blogger hebat sedang gembor-gembornya mengkampanyekan sebuah Imunisasi Rubbela. karena beliau merasakan sendiri dampak mengerikan penyakit mematikan ini. putri sulungnya mengindap penyakit yang diakiibatkan oleh campak rubbela. beliau sangat getol dalam mengedukasi masyarakat bahwa pentingnya imunisasi ini. bukan untuk anak mereka sendiri, juga untuk lingkungan sekitar. khususnya untuk ibu hamil. agar kelak sang janin yang dikandungnya tidak tertular virus ini. semua kisahnya dituangkan dalam blog pribadinya www.gracemelia.com. oleh karenanya saya mau repost tulisan saya yang pernah ditayangkan oleh portalonline rocking mama dalam upaya merawat anak sakit campak. yuk sukseskan program pemerintah ini. 
   
             Campak adalah sebuah virus yang menular. Cara penularannya bisa mlalui percikan ludah dari penderita campak. Penyakit ini bisa dicegah dengan pemberian vaksin campak. Vaksin ini diberikan pada saat usia bayi 9 bulan. Sedangkan anak saya Ahmad Danial Labib terserang virus campak diusianya yang baru 8 bulan. Sebagai ibu muda yang minim pengalaman, berbagai kekhawatiran muncul. Pertama dengan adanya demam tinggi (> 39 derajat celcius) hingga beberapa hari. Muncul bintik-bintik merah disekujur tubuhnya. Dan yang paling melelahkan adalah rewel disertai mogok makan. 

Tak ada pengobatan khusus untuk campak. Anak hanya diminta beristirahat dan makan makanan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Dalam waktu 4 - 7 hari setelah ruam muncul, biasanya penyakit mulai mereda.

Pada puncak sakit, anak beresiko kejang atau mimisan. Jangan panik, beri obat penurun panas (kemarin saya beri sanmol) dan air yang cukup untuk menghindari dehidrasi. Lalu kompres anak dengan air hangat (suam-suam kuku) tidak panas dan tidak dingin. Berdasarkan informasi yang saya dapat, kompres yang paling manjur untuk menurunkan panas adalah dengan menaruh kapas kecil yang sudah diberi air hangat, lalu tempelkan di kedua ketiak bayi. Setelah puncak panas, maka akan muncul ruam berupa bintik-bintik merah disekujur tubuh. Setelah ruam itu muncul, biasanya penyakit akan mulai reda. 

Stay calm, dan be positif. Karena itulah yang saya rasakan setelah demam mulai meninggi. Menggunakan bedak salicil atau herosin anak juga recomended. Gunanya untuk mengurangi rasa gatal disertai panas saat akan muncul ruam pada tubuh anak.

            Dari pengalaman, saya akan memberi tips seputar perawatan saat anak terkena campak. Diantaranya adalah: 

1.      Jangan keluar rumah. Diusahakan seminimal mungkin untuk keluar rumah. Hal ini bertujuan untuk secepatnya mengeluarkan ruam berupa bintik-bintik merah. Pun bertujuan untuk memaksimalkan istirahat sang anak. Karena anak yang menderita campak akan mudah lelah dan mengantuk.
2.      Beri air yang cukup. Karena saat suhu badan tinggi, tubuh akan mengeluarkan banyak air melalui urine. Jadi jangan sampai anak dehidrasi karena demam yang dia rasakan. 
3.      Beri air kelapa hijau. Campak adalah serangan virus ke dalam tubuh. Jadi untuk menetralisirnya dengan air kelapa hijau. Sudah banyak sekali manfaat dari air kelapa ini. Salah satunya adalah menghilangkan racun di dalam tubuh. 
4.      Beri madu secukupnya. Madu pun juga tak kalah penting. Madu dipercaya sebagai imun bagi tubuh. Madu juga bisa menyembuhkan radang tenggorokan yang dipicu oleh virus campak. 
5.      Jangan mandikan anak terlebih dahulu. Ini juga yang saya lakukan kepada anak saat ia terkena sakit campak. 5 hari Danil waktu itu sakit campak, selama itu pula ia tak saya mandikan. Hanya mengelapnya menggunakan kain waslap di bagian wajah, alat kelamin dan duburnya. Tapi bagi mama yang merasa ‘risih’ tips ini boleh di skip. Secara medis memang tidak ada anjuran seperti itu.
6.      Beri obat penurun panas. Secara medis, saat tubuh anak belum mengeluarkan bintik-bintik merah, maka demam tinggi ini dipicu oleh radang tenggorokan. Biasanya kita akan diberi obat penurun panas saja. Gunakan sesuai anjuran hingga bereaksi ke tubuh anak.
7.      Tetap beri asupan makanan yang mengandung banyak gizi. Hal ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak untuk melawan virus campak tersebut. Meski hanya beberapa suapan, tetaplah ngeyel bahwa anak sakit juga perlu makan. Tak hanya untuk campak, tetapi berlaku untuk semua penyakit yang menyerang si kecil. 
Sekali lagi, jangan panik karena campak adalah penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya (self limiting disease) jika daya tahan tubuhnya baik. Umunya penyakit ini diderita oleh balita diatas umur 1 tahun. Tetapi balita saya yang belum berumur 1 tahun juga bisa terkena virus ini. Just saty positif and be happy mother.       

#Day6
#ODOP 
#BloggerMuslimah

You May Also Like

5 comments

  1. Kalau dulu, pas saya masih kecil, ada yang boboknya di atas daun pisang. Pendingin super tradisional. Btw, Madu sama penurun panas bisa jadi satu ya : madu penurun panas. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iyaa bisa-bisa mbaa, berhubung waktu itu panik, cemas, capek dll makanya semua dikasihkan ke anak. madu, paracetamol, degan ijo wkwkkw

      Delete
  2. bayi pertama saya cacat saat lahir dan meninggal usia 13 hari. Kemungkinan saat hamil saya terinfeksi virus (yang mungkin virus ini) Saya mendukung penuh program imunisasi MR ini untuk tindakan antisipasi penyakit. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga menjadi ladang pahal untuk mba dan suami, amiin. Yuk mbaa sukseskan program ini. :)

      Delete
  3. Masya Allah terimakasih infonya kak.. ^^

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.