Tips Time Management for Full Time Mo

by - August 04, 2017



            Semua ibu adalah pekerja. Yang membedakan adalah apakah ia bekerja di ranah publik atau domestik. Semua ibu adalah pekerja, karena meski ia bekerja di ranah domestik ia harus stand by 24 jam. Menjadi orang pertama yang bangun pagi hari serta menjadi orang yang terakhir tidur di malam hari. 24 jam yang diberikan olehNya seakan tidak pernah cukup dalam menuntaskan pekerjaan-pekerjaan domestik.

            Baru pegang cucian, eh si kakak minta disuapin sebelum berangkat sekolah. Baru mau jemur pakaian, tetiba tangisan si adek memecahkan konsentrasi. Baru mau masak untuk makan siang, eh si adek jejeritan minta ditemenin main. Baru selesai beberes di belakang, adzan dhuhur berkumandang lalu bersiap jemput kakak ke sekolah. Lha kapan selonjorannya? Sambil sesekali scrol timeline. Sambil melihat koleksi terbaru dari butik kesayangan. Ya Alloh kenapa waktu sehari hanya 24 jam sich? Kenapa nggak 48 jam? Keluhku. iyaa betul, saya pernah berangan-angan andai sehari ada 48 jam pasti saya bahagia. hayoo buibu siapa yang punya angan serupa? sini duduk bersama saya. *cariteman* wkwkwkkw

            Yakin buibu kalau diberi waktu 48 jam atau lebih semua pekerjaan akan selesai tepat waktu? Yakin buibu kalau diberi waktu 48 jam atau anak keurus tanpa disambi? Yakin buibu kalau diberi waktu 48jam atau lebih, tak ada lagi keluhan saat suami pulang kerumah? Kalau belum yakin 100% maka jalanilah saat ini dengan syukur bertubi. Tidak banyak mengeluh, lalu membuat TIME MANAGEMENT yang bagus. Karena ketidak efektifan kita dalam mengelolah tugas-tugas di rumah tidak lain adalah belum mampunya kita dalam mengelolah time management. Dan inilah beberapa Tips saya dalam mengelolah Time Management agar bisa selonjoran, scroll time line, pentengin blog-blog kece sebagai sumber inspirasi dan sesekali tidur siang. 

             Tips dalam mengelolah Time Management: 

1.      Kerjakan pekerjaan rumah tangga lebih awal. Semakin awal kita melakukannya, maka semakin banyak waktu luang yang bisa kita gunakan untuk me time. Ibu saya bercerita, saat memiliki baby ia bangun dini hari yaitu sekitar jam 3 pagi. Beliau menunaikan shalat lail dulu, lalu mencuci dan bersih-bersih rumah. Setelah shalat subuh, beliau pergi ke pasar lalu memasak. Setelah memasak barulah si kecil bangun dan fokus ke baby setelahnya. See, tidak sampai jam 7 pagi, pekerjaan rumah tangga telah beliau selesaikan.

2.      Buatlah To do list. Berat memang diawal, tapi yakinlah semakin cerdas kita merancang kegiatan untuk esok hari, maka kita akan tersenyum lega pada malam hari karena telah menuntaskan pekerjaan hari itu sesuai jadwal. 

3.      Ajak si kecil berkegiatan bersama. Point ini khusus untuk yang babynya diatas umur satu tahun ya buibu. Saat anak sudah bisa jalan, bisa kok kita ajak untuk mencuci baju. Kita ajak untuk menyapu dan mengelap bagian rumah yang berdebu. Menyapu halaman, menyiram tanaman dll. Dalam kegiatan ini, banyak benefit yang bisa kita lakukan. Selain membuat anak aktif bergerak, menyalurkan energinya. Secara tidak langsung kita juga mengajari si kecil life skill. Meski anak kita cowok, tak ada istilahnya bahwa anak cowok harus kegiatan maskulin. Entar saat dia dewasa dan memiliki istri, maka ia tidak lagi canggung membantu istrinya membereskan pekerjaan rumah tangga. 

4.      Maksimalkan waktu saat anak tertidur. Inilah yang saya gunakan untuk menulis diblog. Saya dulu berpatokan bahwa malam hari, waktu terbaik untuk menulis. Tapi prakteknya banyak bolongnya bhahahahahha.malam hari juga tidak terlalu efektif untuk menulis sebagai me time saya. Karena di malam hari biasanya saya gunakan untuk pilow talk bersama sang kekasih halal #cieeeee. ngungkapin aliran rasa gitu ceritanya. karena komunikasi dengan pasangan itu efektif sebagai stres release loh buibu. nggak percaya? praktekkan. hehehe 
 
5.      No gadget sebelum IRT selesai. Ini perinsip yang saya pegang sampai saat ini. dan mematikan data itu juga penting. Selain berhemat kuota, juga tidak keranjingan balas komentar teman di fb sebelum urusan IRT selesai terlebih dulu. 

6.      Tidak bertetangga saat pagi hari. ini juga penting bagi saya. Karena selain wasting time, bertetangga kebanyakan ghibahnya. Saya biasanya keluar rumah saat sore hari. sambil nyuapi si kecil makan, sambil bersosialisasi dengan tetangga. Karena sore hari waktunya singkat. Jadi ada alasan untuk segera pulang jika waktu sudah maghrib. 

7.      Berdoa di pagi hari. dulu saya kenal seorang nenek tukang pijat. Beliau menjadi wonder woman saat desakan ekonimi semakin mencekik. Ia terlihat tegar dalam mengarungi naik-turunnya kehidupan. Ia menjadi tulang-punggung dalam keluarga. 3 anak dan suami yang tidak bekerja. “Berdoa dan bersyukurlah, Nak saat fajar terbit di pagi hari. itulah yang saya lakukan selama ini. dan keajaiban pun datang.” Nasihatnya kala itu.

Setiap orang punya ukuran sepatu masing-masing. Dan diatas adalah perinsip saya dalam membuat Time Management agar pekerjaan IRT tidak trebengkalai. Dan yang terpenting punya Me Time dengan menulis di blog. Entah kenapa sehari saja tidak menulis, ada sesuatu yang kurang. Semacam rasa bersalah begitu menggerogoti hati #eaaaa. Karena bagi saya, nggak apa-apa nggak bisa take a nap, asal sudah nulis. Itu rasanya PLONGG!!! Mungkin ini passion saya. Saya begitu menikmatinya dan fresh setelahnya.

Share your time managementnya dunk buibu? Heheh 

#Day9
#ODOP
#BloggerMuslimah

You May Also Like

3 comments

  1. Setuju,semakin bangun pagi,semakin bajagialah ibu2..jam 7 sudah selesai dan bisa leha2 sambil momong anak.
    salam kenal mbk

    ReplyDelete
  2. Wah menjadi full time mom sibuk sekali ya kak?
    Tapi tips nya keren Masya Allah.. ^^

    ReplyDelete
  3. Hmmm saya yg masih hamil ajah udah mulai kelabakan urusin kerjaan rumah tangga. Iyah bener kudu buat list dan jangan main gadget, gak bakal kelar. Hihi

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.