Menulis Untuk Membuat Sejarah

by - September 30, 2017




“Jangan lupakan sejarah” adalah jargon yang digadang-gadang oleh presiden pertama kita ir. Soekarno. Saya yakin bahwa sebuah pepatah hidup itu tidak muncul begitu saja. Ada perjalanan panjang dan hikmah yang mendalam di dalamnya. Ada sebuah nilai kehidupan yang mampu kita  petik dari quote-qoute yang bertebaran di dunia nyata maupun maya. Tapi lagi-lagi, butuh pemahaman yang tidak sekadar lalu saja. Harus ada ada perenungan yang mendalam di dalamnya.


Sejujurnya, saya tidak begitu menyukai pelajaran sejarah. Karena ya itu tadi, hanya sambil lalu dan dijadikan hafalan tuk menghadapi ujian. Sejarah tak ubahnya seperti dongeng yang menina bobokkan murid di kelas. Itu adalah kenyataan pahit yang harus diterima dan ditelusuri bagaimana agar sejarah menjadi pelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan? Parameternya mudah, apakah hanya sebagian siswa saja yang tidak menyukai atau hampir 80% siswa? Kalau kasus pertama yang terjadi, maka yang bermasalah adalah si siswa tersebut. Ini perlu dimunculkan motivasinya untuk menyukai sejarah. Kalau yang terjadi di lapangan adalah kasus kedua, berarti ada ayang salah dengan cara mengajar kita.

Saat menjadi guru di sebuah sekolah MI tahun 2013 lalu. Saya mengampu pelajaran matematika. Dari mulai kelas 2 hingga kelas 6. Hampir 75% mereka tidak menyukai matematika. Dibenak mereka hanya ada angka, angka dan angka. Lalu saya mencari metode lain, yang lebih fun tentunya. agar matematika yang terlihat menyeramkan, tidak begitu menyeramkan asal kita bisa masuk ke dunia mereka. Dunia anak-anak. Ada reaward dan punishment. Meringkas pelajaran, dan mengedepankan latihan soal adalah sekelumit usaha saya lakukan dalam mengajar. Lelah iya, karena butuh effort yang besar tuk merancang pembelajaran yang fun dan tidak monoton. Butuh berkali-kali trial and eror tuk mencapai target ‘Agar anak suka pelajaran Matematika’. Semoga guru-guru kita semuanya mampu dan mau up grade diri demi kemajuan pendidikan indonesia khususnya dengan Follow the child, dan fun. Inilah yang saya harapkan tuk semua mata pelajaran di sekolah. Khususnya SEJARAH. 

Karena benarlah bahwa sejarah adalah sebuah pembelajaran yang harus kita pelajari. Agar kita selalu menghargai budi para pahlawan. Agar kita mensyukuri kemerdekaan dengan lebih baik lagi. Mengukir prestasi dengan apa yang KITA BISA. Terus berkarya dan menjadi pelajaran yang tidak terulang lagi di masa depan. Barang siapa yang tidak belajar, maka alam akan senantiasa mengajari. Barang siapa yang lalai, maka alam senantiasa mengingatkan dengan segala kejadian berulang dan serupa. 

Bagi saya, menulis adalah mengukir sejarah. Kelak jika nyawa terlepas dari badan, semoga yang tertulis akan senantiasa mengabdi. Bercerita bagaimana dulu istrinya, ibunya, temannya melewati hari-hari dengan selalu berperilaku positif. Pun dengan menulis bagi saya adalah menjaga kewarasan. Bertutur kepada diri sendiri agar senantiasa berjalan seiya sekata dengan apa yang tertulis.  Alhamdulilah dengan terus mencoba konsisten menulis di blog dan bergabung dengan komunitas Blogger Muslimah Indonesia membawa habit baru bagi diri saya. Dan kali kedua saya mengikuti ODOP OKTOBER 2017.  Pertama kali mengikuti ODOP bisa baca disini. Terima kasih Blogger Muslimah Indonesia telah menyediakan wadah tuk terus up garde diri, tuk terus menulis. Semoga menjadi ladang pahala tuk founder dan orang-orang yang bergerak di dalamnya. Amin. Wish me luck ya gengs *salim satu-satu* 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Blogger Muslimah Indonesia.

#ODOPOKT1
#BLOGGERMUSLIMAHINDONESIA 

You May Also Like

10 comments

  1. Betul sekali, menulis bisa menjaga kewarasan... :)

    ReplyDelete
  2. Menulis adalah mengukir sejarah. Sepakat!

    ReplyDelete
  3. Nenulis adalah meninggalkan jejak-jejak aksara, dan sejarah kehidupan tertuang di dalamnya

    ReplyDelete
  4. bagi saya, menulis banyak banget fungsinya Mba, selain untuk curhat supaya perasaan lebih plong juga bisa untuk dapat uang #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan UUD (ujung-ujung Duit)kan mba? hehehhe

      Delete
  5. nanti pada akhirnya blog kita akan menjadi catatn sejarah hidup kita ya, mba

    ReplyDelete
  6. aku juga baru ikutan ODOP nih Mbak, semoga aku konsisten mengikuti ODOP Blogger Muslimah

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.