Menyiapkan Generasi Multitalenta Sejak Dini

by - September 14, 2017




Cerdas menurut ayah-bunda apa sich? Menonjol di kelas? Angka 90 yang memenuhi rapot? Selalu menjadi andalan di kelas? Selalu menjadi kutu buku? eits jangan baper dulu ayah-bund kalau anak belum menonjol di kelas, kalau anak sering ‘dinyinyirin’ tetangga. Percaya saja bahwa anak hebat pada masanya. Beneran loh, anak hebat itu ada timmingnya. Yang perlu kita persiapkan adalah ‘ILMU’untuk menjadikannya hebat. 

Bohong kalau anak hebat itu ‘ujug-ujug’ langsung terlahir hebat. Yang itu sich hanya Nabi dan Rosul Alloh. Bener nggak? Memang sich anak cerdas itu ada 2 faktor. Faktor biologis/ keturunan yang dikenal dengan sebutan nature dan faktor lingkungan/pola asuh yang dikenal dengan istilah nurture. Kalau kita sebagai orang tua sadar diri tidak terlahir cerdas *tunjuk diri sendiri* maka kita bisa memanfaatkan dan memaksimalkan faktor kedua yaitu melalui pola asuh kita sehari-hari agar tercipta stimulus untuk merangsang sirkuit-sirkuit otak anak.  Oleh karenanya saya senang sekali pas kemarin mengikuti konferensi ayah-bunda platinum yang bertemakan “SIAPKAN KECERDASAN MULTITALENTA SI KECIL SEJAK DINI”yang di fasilitasi oleh brand susu nasional Morinaga.

Karena saya sadar sebagai new mom, minim pengalaman. Nggak mau dunk anak yang terlahir dari rahim kita itu tidak maksimal tumbuh-kembangnya gegara orang tuanya minim ilmu. Ikhtiar saya sebagai ibu adalah seperti ini, mendatangi majelis-majelis ilmu khususnya ilmu parenting. Karena golden age anak itu hanya sekali seumur hidup. Makanya disaat seperti inilah tugas saya sebagai ibu dalam rangka memaksimalkan kecerdasan otak anak.  


Dalam konferensi yang diadakah oleh morinaga ini ada 2 sesi yang diampu oleh para ahli. sesi pertama dengan tema “Mengungkap 4 Faktor Pembentuk Anak Generasi Multitalenta” oleh Dr.dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) atau yang akrab dipanggil dr. Wawan. ketua devisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo/FK UNAIR Surabaya.  Beliau  menjelaskan 4 faktor itu adalah kecerdasan multitalenta, sistem ketahanan tubuh, tumbuh kembang optimal, dan kesehatan saluran cerna. 

Pertama, setiap anak berkesempatan mempunyai otak cerdas. Bagaimana membentuk otak cerdas? Tentunya dengan memberi Nutrisi dan stimulus yang seimbang. Nutrisi yang dimaksud adalah: protein, asam lemak (DHA-AA), zat besi, iodium, zink, vitamin B, asam folat, dan kolin. Kegagalan atau kekurangan pemenuhan zat nutrisi yang terjadi pada dua tahun pertama usia anak, dapat menyebabkan berbagai gangguan fungsi otak jangka panjang hingga anak mencapai usia dewasa. Naudzubilla. Oleh karenanya penting sekali memenuhi nutrisi sejak dalam kandungan, minimal hingga usianya 1000 hari. pemberian nutri pada ibu hami adalah melalui plasenta yang disalurkan keanak, setelah anak lahir dilanjut dengan ASI Eksklusif, setelah 6 bulan di dampingi dengan MPASI, dan akhirnya ketika anak sudah berusia di atas 2 tahun, pemenuhan nutrisi otak diharapkan sudah melalui makanan keluarga yang sehat dan berimbang.

Kedua, sistem ketahanan tubuh. Sejatinya, si kecil mempunyai sistem ketahanan tubuh yang bekerja melalui dua mekanisme. Pertama, sistem perlindungan umum yang sebagian besar berada di luar tubuh seperti: kulit, cairan lendir di saluran nafas dan pencernaan, bulu mata dan hidung, serta berbagai cairan kimiawi seperti asam lambung. Sistem perlindungan umum terkait dengan kualitas pertumbuhan fisik anak. ASI merupakan sumber nutrisi terbaik pembangun sistem ketahanan tubuh anak secara jangka panjang. Setelah usia 6 bulan, pemberian ASI harus didampingi sumber nutrisi lain di dalam makanan pendamping ASI (MP-ASI). zat nutrisi untuk membangun daya tahn tubuh anak, antara lain: berbagai jenis asam amino, asam lemak, vitamin, mineral dan berbagai jenis pre-/probiotik. Selain pemberian nutrisi yang berimbang, kegiatan lain yang sangat mendukung pembentukan sistem kekebalan tubuh anak adalah pemberian vaksinasi. Berimbang yakni tidak terlalu rendah juga tidak terlalu tinggi. Sistem kekebalan yang terlalu rendah menyebabkan tubuh anak tidak mampu menahan serangan penyakit dari luar sehingga mudah sakit. Sebaliknya, bila sistem kekebalan terlalu tinggi maka tubuh akan sangat sensitif bereaksi terhadap serangan dari luar. Contoh kekebalan yang terlalu sensitif adalah reaksi alergi pada anak. 

Ketiga, tumbuh kembang optimal. Pertumbuhan normal mempunyai ciri khusus. Anak yang tumbuh normal akan menunjukkan perubahan ukuran tubuh yang senantiasa bertambah. Pertambahan ukuran tubuh terjadi secara proporsional antara tiga parameter utama, yakni: ukuran berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala. Diantara ketiga parameter tersebut, organ bagian kepala, yang merupakan representasi volume otak akan tumbuh lebih dini dengan kecepatan lebih dari bagian tubuh yang lain. Bahkan, pada usia 6 tahun pertumbuhan volume otak si kecil telah mencapai 90-95% otak orang dewasa.

Karena kecepatan pertumbuhan bersifat individu atau berbeda-beda untuk setiap anak, maka untuk mengetahuinya apakah pencapaian dan kecepatan pertumbuhan seorang anak berlangsung normal atau tidak normal, diharapkan orang tua tidak melakukan perbandingan dengan anak lain yang berusia sebaya. Untuk indonesia, standartnya adalah buku KIA yang diterbitkan oleh departemen kesehatan atau menggunakan kurva WHO yang berlakuk secara umum di banyak negara. Ini penting, apalagi akhir-akhir ini mom war sering berseliweran di media sosial. Para ibu-ibu sudah tak malu-malu menjudge ibu yang lain saat terlihat anak ibu itu tidak seperti anak yang lain.   

Keempat, kesehatan saluran cerna. Jika diibaratkan sebuah bangunan, saluran cerna merupakan pondasinya. Ia merupakan sebuah penopang tiga sisi lainnya yang telah dijelaskan diatas. Maka tidaklah mengherankan jika para ahli menjuluki bahwa saluran cerna adalah “Sang otak kedua”. Gimana ayah-bunda, sudah paham? Atau tambah pusing? Heheh, nggak apa-apa. Pusing itu artinya kita berfikir dan makin haus akan ilmu. So keep learning ya ayah-bunda.   



Dari keempat penjelasan dr. Wawan itu Morinaga menjawab semua nutrisi untuk anak. Karena morinaga mempunyai protein, vitamin B12, omega 6, omega 3, alfa laktabumin, kolin dan zat besi untuk mengembangkan kecerdasan multitalenta. Zink, nukleotida, laktoferin, preboitik, probiotik  dan vitamin sebagai pertahanan tubuh ganda. Serta tinggi kalsium, vitamin & mineral, whey protein, magnesium dan vitamin D untuk tumbuh kembang optimal. Nutrisi-nutrisi ini diharapkan sebagai perisai pelindung tumbuh kembang anak agar kemampuan anak bisa maksimal hingga ia dewasa.


Morinaga Chil Kid Platinum MoriCare+ Prodiges dan Morinaga Chil School Platinum MoriCare+ Prodiges merupakan susu pertumbuhan si kecil di usia 1-12 tahun dengan formula platinum MoriCare+ Prodiges. inovasi unggulan berupa sinergi nutrisi antara faltor Kecerdasan Multitalenta, pertahanan tubuh gandadan faktor tumbuh kembang optimal mendukung si kecil menjadi generasi platinum yang multitalenta. tidak hanya itu setiap pembelian susu Morinaga, 10.000 dari hasil penjualan akan disumbangkan ke sebuah yayasan dengan #SiapCerdaskanAnakBangsa. anak semakin cerdas, dan bisa berbuat sesuatu untuk anak indonesia yang lain itu sesuatu yang awesome ya Ayah-Bunda? kalau bukan kita siapa lagi yang mau mengulurkan tangan untuk mereka yang membutuhkan. Karena setiap anak mempunyai hak yang sama dalam pendidikan khususnya. 


Sesi kedua diampu oleh Dr. Rose Mini, M.Psi dengan tema “Kekuatan bermain untuk membentuk kecerdasan Multitalenta di Era Milenial”. Bunda Romi (sapaan akrab beliau) menghipnotis ayah-bunda dengan mengawali sesi kedua dengan games yang seru. Pun diakhir sesi, beliau menutupnya dengan sangat epik, yaitu membagikan hadiah bagi para ayah-bunda yang mampu menjawab pertanyaan seputar materi yang disampaikan. Seru bukan? 


Lagi-lagi Bunda Romi mengawali penjelasannya dengan menyindir ayah-bunda yang rata-rata menilai kecerdasan anak, hanya pada kecerdasan logika matematika. Padahal kecerdasan itu sendiri ada 9 kategori, diantaranya: linguistik, musikal, kinestetik, visual spasial, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan moral. So jangan menilai anak hanya dari satu sudut pandang ya ayah-bunda.  

Bagaimanakah cara memaksimalkan kecerdasan anak? Tentunya dengan pola asuh yang edukatif. Pun diawal sebelum memasuki acara seminar ayah-bunda disuruh mengisi angket yang di dalamnya berupa pertanyaan-pertanyaan yang menjurus pola asuh dan tingkah-laku anak dirumah. Apa yang menonjol pada diri sang anak melalui kegiatan sehari-hari anak? Dan bagaimana menstimulusnya? Semua caranya yaitu dengan BERMAIN. Karena bermain adalah kegiatan yang disenangi anak tanpa didasari keterpaksaan dan merupakan cara belajar yang paling alami untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak. (Papalia, Olds & Feldman, 2001)

Bunda romi pun menjelaskan bahwa bermain sendiri bisa dikelompokkan menjadi beberapa kategori. Yaitu:
1.      Bermain fungsional seperti Rattle, pijat tubuh, gendongan & mengejar benda (anak usia dibawah 1 tahun), mengejar benda, bermain kejar-kejaran di taman dll (1-3 tahun), lari (3 tahun keatas).
2.      Bermain konstruktif seperti memberinya balok berwarna (anak usia dibawah 1 tahun), balok, lego, bongkar-pasang (1-3 tahun), puzzle 2D dan 3D (3 tahun keatas).
3.      Bermain peran seperti boneka (1-3 tahun), drama, masak (3 tahun keatas)
4.      Bermain dengan aturan seperti bermain kartu monopoli (1-3tahun), games, olahraga (3 tahun keatas)  
            Sudah terbayang kan permainan apa saja untuk menstimulus anak ayah-bunda? Apalagi kalau orang tuanya ikut serta dalam permainan itu, lengkaplah kebahagiaan Si kecil. Serta menciptakan bonding antara keduanya. Jangan ragu untuk bermain lagi ya ayah-bunda. Hal ini juga yang saya lakukan pada pagi hari setelah mandi, sarapan dan dilanjutkan dengan bermain bersama dengan ide bpermainan semenarik mungkin. Kadang berhasil, kadang tidak itu sudah biasa. parameternya adalah saat anak sibuk dengan permainnya atau saat ketawa excited dengan permainan yang saya sediakan. Dan itu membuat saya makin semangat memainkannya dengan anak karena saya tahu bahwa permainan ini akan punya efek jangka panjang. Kalau pun tidak ada ide main, saya selalu stalking di Morinaga mi play plan. di sana banyak sekali ide bermain yang menarik, dan juga banyak tersedia printable yang bisa digunakan untuk belajar anak. jadi nggak akan kehabisan ide bermain.

            Dalam konferensi itu banyak juga loh yang membuka foto booth dan booth untuk pembelian susu Morinaga (khusunya) dan produk prenagen untuk si bunda yang menyusui. Ada juga booth untuk mengenali alergi untuk anak. Serta yang paling penting adanya Kids Corner *yeayyy*. Kebayangkan bagaimana riweuhnya anak-anak tanpa bermain? dan kids corner ini menjadi tempat favorite anak-anak saat mengalami kebosanan.


            Big thanks untuk morinaga yang telah menggelar konferensi ayah-bunda ini. saya sangat terbantu untuk tahu lebih banyak dengan melihat dan mendatangi langsung seminar yang dipaparkan oleh para ahli. semoga kegiatan seperti ini akan terus berlangsung di tahun-tahun berikutnya. Semoga semua anak indonesia bisa memaksimalkan kecerdasannya dengan berbagai nutrisi, vitamin, dan permainan-permain yang disediakan oleh ayah-bunda. Karena dari  anak-anak kitalah estafet perjuangan akan mereka teruskan demi Indonesia lebih baik. 

 

You May Also Like

6 comments

  1. Sip deh. Jadi generasi multitalenta itu bisa diusahakan ya :)

    ReplyDelete
  2. banget mbaa, asal telaten dan mau belajar *orang tuanya* heheh

    makasih udah mampir mba ^^

    ReplyDelete
  3. Saya jg seneng bgt bs datang ke acara ini, bekal buat jd orang tua :) gak bingung lg deh gimana caranya stimulasi anak

    ReplyDelete
  4. iyap betul banget mbaa ^^

    terima kasih udah mampir :)

    ReplyDelete
  5. Acara kaya gini di kotaku hampir ga ada, hiks. Worth it to read jadinya mba. Thanks sharingnya

    ReplyDelete
  6. mba kotanya dimana? Alhamdulilah jika bermanfaat ^^

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.