Mudahnya Jualan online dengan Digital Markting Bersertifikat

by - September 22, 2017





            Saya adalah generasi 90-an yang masih mengidolakan universitas sebagai jenjang pendidikan setelah SMA. Saya yakin bahwa setelah lulus menjadi seorang sarjana, kesempatan karir itu terbuka lebar. Dan sekarang saya merutuki diri yang mempunyai pemikiran sesempit itu. Saya membatasi diri dalam pergaulan. Tidak mau terlibat banyak kegiatan ekstra kulikuler di sekolah. “kutu buku” adalah julukan dari beberapa teman yang mengenal saya sejak SMP-SMA. Saya begitu tergila-gila dengan anak-anak pintar berkaca mata tebal. Saya benar-benar ‘gila’ dalam belajar.


            Kini saat dimana pencapaian tertinggi menurut saya waktu itu, telah tercapai. Saya hanya mengandalkan selembar kertas yang mereka sebut sebagai ijasah. Tak ada keahlian spesifik lain yang saya bisa dan mampu. Padahal dunia kerja itu dunia yang ‘kejam’. Dimana perusahaan-perusahaan besar mengandalkan keahlian, tidak hanya selembar kertas ijasah. 

         Dan sekarang saya menyesalinya. Apakah tidak boleh mengandalkan ijasah? Boleh-boleh saja, tapi akan lebih baik jika ditunjang dengan skill yang bisa ‘dijual’. Oleh karenanya, saat adik bungsu saya meminta saran mau kemanakah ia setelah lulus SMP? Maka dengan lantang saya menyuarakan untuk mengambil kejuruan/ SMK. Tapi lagi-lagi asal ia bisa menikmatinya. Kalau ia prefer ke SMA it’s OK. Karena semua akan menghasilkan jika kita melakukannya dengan hati. 

            Dan kini dengan selembar ijasah yang teronggok di lemari atas, saya seakan dicibir habis-habisan. Andai dulu saya juga menekuni skill lain, beda lagi ceritanya dengan saat ini. andai dulu saya kursus komputer dengan jaminan sertifikat yang diperoleh setelahnya. Dan andai-andai yang lain, yang tak mampu kureguh tuk saat ini. kini saat menjadi full time mom, saya rindu untuk bekerja. Saya rindu untuk sekolah lagi. Misal saya diberi kesempatan untuk bersekolah lagi, apa yang ingin saya pelajari? Dengan lantang pula saya ingin belajar DIGITAL MARKETING. 

            Digital marketing adalah pemasaran digital suatu usaha untuk mempromosikan sebuah merek dengan menggunakan media digital yang dapat menjangkau konsumen secara tepat waktu, pribadi, dan relevan. (wikipedia). Saya ingin mendalami digital marketing. Menjelajah semua seluk-beluk di dalamnya agar saya bisa produktif meski di dalam rumah. Karena saya juga mempunyai pengalaman dalam hal jual-beli online. Saya adalah marketing sebuah penerbitan buku besar yang produknya hanya dijual melalui direct selling. Dan selama ini, saya hanya jualan di facebook. Alhamdulilah beberapa kali closing dengan profit yang lumayan bagi seorang emak berdaster. Dan setelah closing itulah, muncul rasa addict. Ketagihan berat euy wkwkwkkw. Karena facebook pun terbatas hanya sampai 5000 pertemanan. Maka alangkah menarik dan menantangnya kalau saya jualan juga melalui website. Setidaknya dengan website, saya bisa menjangkau puluhan ribu orang diluar sana, right?
           

            Ada begitu banyak Mompreuner berdaster dengan omset milyaran sebagai inspirasi. Begitu banyak ibu-ibu muda yang produktif di rumah, dengan memaksimalkan teknologi tentunya. mereka adalah: 


1.      Indari Mastuti
Perempuan yang memiliki 2 orang anak ini makin berjaya dengan Indiscriptnya. Sebuah perusahaan yang mengawal emak-emak pebisnis dengan modal tulisan. Atau bisa disebut copywritting. Indiscripct sendiri sudah berdiri sampai usianya yang menginjak 10 tahun. Sebuah perjalanan yang tidak mudah, tapi beliau mampu eksis dan survive dengan memaksimalkan teknologi internet. 


2.      Muri handayani dengan brand RaZha
Seorang ibu muda yang sukses memasarkan produk RaZha dengan membangun jaringan sejak mei 2011. Kini, tak kurang dari 500 agen dan distributor tersebar tak hanya dipelosok daerah tapi juga 10 negara yakni Amerika, Malaysia, Australia, Hongkong, Singapura, Brunei, Philiphina, Thailand, dan jepang.


3.      Kiki Barkiah
Emak yang memliki 6 orang anak ini sukses menjadi rujukan emak-emak muda lainnya dalam bidang parenting. Ketelatenannya dalam mengurus buah hati yang kesemuanya adalah Homeschooling, telah menginspirasi banyak ibu-ibu muda, termasuk saya.

4.      Septi Peni Wulandari
Tak berbeda jauh dari teh kiki barkiah, ibu dari 3 orang anak ini adalah founder IIP (Institute Ibu Profesional) sebuah komunitas non-profit yang memberdayakan ibu-ibu muda untuk kembali menengok fitrahnya. Berbagai sharing dan kopdar dilakukan oleh member-memebernya di tiap kota. Maka tak ayal beliau kini menjadi pusat rujukan parenting di Indonesia. 

5.      Dian Pelangi
Adalah sosok wanita energik dengan segala multitalentanya. Kepiawainnya dalam mendisign baju muslim dan membuat foto-foto kece di instagram membuat netizen berdecak kagum. Berkat dian pelangilah islam di indonesia khususnya jauh dari pencitraan negatif. Baju-baju muslim dirancang sedemikian rupa hingga menampilkan trend fashion yang epik.

              Masih banyak inspirasi hebat dari emak-emak berdaster yang menginspirasi netizen dengan memaksimalkan teknologi. Label emak berdaster yang kumal, dekil dan bau asem hilang seketika. Kini berubah menjadi sosok yang layak diperhitungkan. Maukah emak menjadi bagian dari mereka? Kenali potensimu sekarang juga.
            If there is a will, there is a way. Jika ada kemauan, pasti ada jalan. Dengan melek teknologi, semua bisa dari genggaman. Pun belajar tentang digital marketing ini. ada banyak kursus yang menyediakannya. Jadi masih mau menjadi penonton untuk orang yang sedang menaiki tangga suksesnya? Kalau saya sich prefer ACTION. Buat planning serinci mungkin. Dan tentukan langkah selanjutnya. merasa gaptek? tenang ada kursus yang bisa mendampingi kita dalam menekuni passion kita di dunia digital marketing ini. Gali informasi sebanyak mungkin kursusan mana yang cocok dengan kondisi kita saat ini. karena setiap orang mempunyai kondisi yang berbeda-beda. Oleh karenanya kita pun nggak bisa menyamakan ‘ukuran sepatu’ kita dengan orang lain.

            Dan dumet school seolah menjawab kegalauan saya dan mungkin saja emak-emak juga cocok disini. Disaat saya berbesar hati untuk meninggalkan status wanita karir, dan banting setir tuk menjadi emak berdaster dengan omset milyaran *insyalloh* saya mendapati kursusan yang sesuai dengan minat saya, Digitalmarketing. Lalu pak suami pun bertanya “apakah ada sertifakatnya setelah lulus dari sana?” apa sich pentingnya sertifikat di zaman serba modern seperti ini? apakah rizki kita ditentukan dengan selembar sertifikat? Bukankah saya mengantongi ijazah yang nilainya lebih mahal dari sertifikat?” pertanyaan balik saya.
            Sebenarnya kalau sertifikat itu penting dan nggak penting sich. Artinya bagaimana kita melihat sudut pandang yang berbeda. Kalau selaku konsumen, jelas saya melihat track record sang maestro. Hasilnya bagaimanakah? Rapi kah? Sesuai ekspektasi? Dan menunjukkan grafik yang terus meningkat tentunya. meski berpuluh sertifikat terpampang tapi minim karya, what for? Apalagi di dunia digital marketing. Apa yang bisa kita banggakan hanya dari sekadar sertifikat? Orang/ konsumen butuh track record kita dalam penjualan, produk yang berkualitas, dan tentu saja amanah. Satu poin lagi bahwa web kita itu jadi rujukan para target market.  Ini nanti yang akan mendatangkan pengunjung yang berakhir closing. Parameternya simple, semakin banyak pengunjung maka penjualan pun akan semakin meningkat.

            Bagaimanakah cara meningkatkan pengunjung? Ini yang harus kita pelajari terlebih dahulu kepada para mastah. Bagaimana membuat engangement yang menarik pengunjung. Bagaimana membuat web yang mobile friendly. Bagaimana membuat pernak-pernik web agar konsumen betah dengan laman kita. dan masih banyak hal yang perlu saya pelajari di dalamnya. Dumet school menjadi jawaban atas semua benang kusut yang memenuhi pikiran ini. kenapa harus kursus? Bukankah tutorial di you tube melimpah ruah? Betul. Tapi dengan kursus kita akan mempersingkat waktu. Kita tidak lagi trial and eror dalam meraba-raba dunia digital marketing ini karena ada para mastah yang selalu siap sedia tuk konsultasi almost 24 jam, forever. Pun kita bisa sharing dengan sesama pelajar dan menjalin komunikasi yang epik. Bukankah banyaknya rizki itu juga tergantung dari tali silaturahmi? 

            Kembali lagi pada pentingnya sertifikat. Bahwa patokan atau rujukan kita jangan hanya sertifikat. Tapi lebih ke skill yang bisa kita bangun melalui lembaga kursus ini. lihat bagaimana sepak terjangnya dalam mengantarkan murid-muridnya menuju jalan sukses. Lihat bagaimana testimoni. insyAlloh ilmu praktis seperti ini hasilnya akan seimbang dengan pengeluaran kita saat mendaftarkan diri. Kalau pun anda tetap ngeyel dengan adanya sertifikat, No problem. Di dumet school menyediakan sertifikat dengan No. DIKNAS. See, keren bukan? Yuk tentukan tangga suksesmu sekarang, insyalloh Alloh memebalas semua peluh yang bercucur. Karena hasil tak akan mengkhianati usaha, Jendral!

Sumber
            Apa saja keuntungannya? 

1.      Jaminan uang 100% kembali bagi murid yang tidak puas akan materi pembelajaran.
2.      Terpercaya dengan murid lebih dari 3000 orang
3.      Adanya jaminan pemahaman materi training sampai bisa.
4.      Pilih jadwal SESUKAMU. Ini yang emak berdaster sukai. Maklumlah ya pekerjaan domestik selalu memanggil-manggil dan seperti tiada putusnya. Asal management waktunya bagus, insyalloh semua peran dapat kita jalani.
5.      8 kelas pembelajaran yaitu HTML & CSS, Bootstrap, jQuery Plugin, Javascript & jQuery, Photoshop, PHP & MySQL, Object-oriented programming (OOP), dan PHP Framework *
6.      Akses ke iLab (sistem pembelajaran yang bisa anda akses dimanapun dan kapanpun)
7.      Bisa reseat (mengulang kelas) sepuasnya
8.      Sertifikat Web Master dengan No. DIKNAS. Lha ini tadi yang ditanyain pak suami. Di DUMET SCHOOL ada sertifikatnya No. DIKNAS pula. So, don’t worry ya gaes.

Berapakah investasiny?   

Investasinya pun beragam ada beberapa tingkatan dari yang Premium, Pro dan Ultimate. Yang memebdakan ketiganya adalah lamanya waktu yang kita gunakan untuk belajar. Dari yang 2 bulan, 3 bulan dan 5 bulan. Semakin lama kita belajar, maka secara otomatis investasinya pun disesuaikan. Karena lagi-lagi ilmu seperti ini, Digital marketing adalah ilmu praktis yang bisa langsung di aplikasikan. Apalagi banyaknya keuntungan yang bisa kita dapatkan. Worth itlah.
1.      Premium (2 bulan)             = 7,6 juta  
2.      Pro (3 bulan)                     = 8,9 juta
3.      Ultimate (5 bulan)             =  14, 9 juta

         last but no least, sukses itu ada dipuncak gunung bernama kegagalan. Jangan ragu untuk mencoba, jangan ragu untuk TAKE ACTION. Semakin dini kita mencoba, semakin dini peluang kita untuk sukses. bahkan saya tidak percaya bahwa dari sedikit keahlian copywritting di sosmed pun bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. apalagi kalau diseriusi dengan membuat web yang terjamin kualitasnya? 

You May Also Like

2 comments

  1. Wah nilai investasinya langsung bikin saya drop hehe

    ReplyDelete
  2. hihihihi tapi emang ilmu prakting itu mehong mbaa wkwkkwkw

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.