4 Point Memutuskan Membawa Anak Saat Mengikuti Event Blogger

by - October 08, 2017




            Memulai ngeblog akhir tahun 2016. Itu pun dengan blog gratisan. Dan pernah ikutan job review sebuah marketplace, alhamdulilah ada feenya. Setelah itu jadi punya pikiran, wah dari nulis bisa menghasilkan ya? Akhirnya membulatkan tekad tuk beralih domain ke TLD (Top Level Domain). Memang benar sich karena sudah merasa sayang kalau udah bayar mahal, eh malah dianggurin. Akhirnya membulatkan tekad tuk rajin posting. Postingannya pun unfaedah. 80% adalah curahan hati wkwkwkkw. Maklum lah ya, emak-emak yang hari-harinya hanya bergulat dapur dan rumah. Jadi untuk menyalurkan 20.000 kata setiap harinya, blog adalah tempatnya. 


            Kurang lebih 1,5 tahu ngeblog belum pernah ikutan event-event blogger yang bertebaran di komunitas. Alasannya sich klise ‘belum dapat izin dari suami’. Mungkin suatu hari saat Labib sudah besar, sudah bisa diajak ikutan event, boleh dech mengahdiri event. Tuk saat ini harus berbesar hati tuk menulis aja dulu dari yang dirasa, dari yang dialami sehari-hari. itung-itung menghabitkan diri dulu. Agar menulis itu sebuah rutinitas yang menyenangkan. Bukan beban yang menghambat kreativitas.

            Pada bulan september kemarin ada acara seminar parenting, dan blogger di sekitar surabaya-sidoarjo diundang, tertariklah saya mengikutinya. Ini adalah event pertama yang saya ikuti sejak mengikrarkan diri menjadi seorang blogger. Jangan ditanya perasaanya. Senang campur sedih jadi satu. Antara takut dan was-was pun membanjiri. Terbayang-bayang bagaimana sich mengikuti event-event seperti itu. Secara saya kan belum berpengalaman banget di acara seperti ini. plus ditambah bawa si bayek Labib. Nech anak kan jarang mau dengan orang yang baru dikenal. Sama mbah kung-uti nya yang di prambon aja nggak mau, apalagi ma orang lain. Inilah yang menjadi tantangan besar saat memutuskan mengikuti acara event. Oleh sebab itu paksu juga enggan kasih izin pergi-pergi jika hanya berdua saja ma labib. 

            Tapi akunya yang ngotot, secara acara parenting gini kan jarang banget diadain. Mahmud kayak saya pun butuh ilmu dalam mendampingi labib tumbuh. Meski diantar-jemput, tetap saja riweuh pada saat acara. Jadi kurang fokus. Hingga yang disebelah nyeletuk, “Nggak ikut live tweet, mba?” lihat saya yang riweuh antara mengabadikan slide pembicara sambil mengawasi bayek cilik ini maenan di belakang. “Nggak mba, riweuh ma anak.” Jawabku datar. 

            So ada beberapa pelajaran bagi saya sendiri saat memutuskan mengikuti event blogger sambil momong batita: 

1.      Bawa teman untuk menjaga si batita
Ini penting agar pikiran kita fokus ke seminar yang berlangsung. meski perempuan diberi anugrah bisa multitasking, tapi tetap saja kalau menghadiri event gini harus profesional. Harus fokus. Ikut live tweet, bikin insta story di ig agar acara yang berlangsung menjadi viral. Bukankah itu yang diinginkan panitia penyelenggara? Maka tuk the next event (insyalloh) kalau tidak ada yang menemani, mending mundur secara terhormat. Ini juga yang diajarkan pada kelas martikulasi IIP kemarin bahwa sebelum mencari ilmu, adap harus diperhatikan. Adap atau sopan-santun itu perlu. Agar si penerima dan si pemberi ilmu sama-sama legowo. Dan berakhir pada ilmu yang bermanfaat. 

2.      Bawa power bank
Namanya juga yang pertama, meski salah-salah dikit wajar dunk. Tapi fatal akibatnya kalau HP lowbat pas acara berlangsung. belum lagi pas pulang selesai acara. Gimana menghubungi paksu dll. Jadi power bank adalah sepenting HP saat mengikuti event seperti ini. untung kemarin ketemu kakak kelas yang bersedia meminjami power bank huwahahahah *BigThanksMbaIsna*  
  
3.      Bawa mainan yang bikin si batita anteng
Kalau mainan, alhamdulilah aku bawa. Tapi juga nggak banyak *berat euy* hehehhe. Namanya anak-anak lekat dengan dunia bermain, jadi jangan sampai ketinggalan ya mommy blogger. 

4.      Stok sabar 
Pas selesai break tuk ISHOMA. Inilah saat yang menegangkan. Karena setelah dhuhur Labib sudah terbiasa dengan tidur siang. Jadi kalau nggak nemu kasur + kipas angin + nenennya = rewel. Stok sabar harus selalu digenjot, agar tak terbawa emosi juga saat anak rewel. Akhirnya dinenein lalu gendong adalah obat mujarab tuk batita yang rewel.

Jadi dengan keseluruhan poin diatas udah nyerah ikut event lagi? Nyerah sich tidak, mungkin nunggu si batita udah siap dengan dunia luar. Bisa bekerjasama dengan ibunya. Bisa diajak pephotoan, bisa diajak jalan dan tak lagi minta gendong. So far, event kemarin lumayan sich. Lumayan capeknya hahahha. Nggak sich artinya yang aku kuatirkan itu tidak sepenuhnya terjadi. Just enjoy the moment aja emak. Kapan lagi bisa dikintilin bayi kalau tidak under 5 years kan? Kan?kan? hahhahaha. Bagaimana cerita emak yang lain? Pastinya lebih seru ya? Share dunk.

#ODOPOKT7
#BloggerMuslimahIndonesia

You May Also Like

4 comments

  1. kayaknya memang perlu trik tersendiri ya, mbak kalau ke event sambil bawa anak/bayi. tapi kagum juga sama emak-emak blogger yang bisa tetap bawa bayinya ke event blogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbaa. makanya saya juwarang banget ikutan event kayak gitu. lagi-lagi kembali ke prioritas.

      Delete
  2. Ya begitulah kalo ngajak anak ya mbak Atiq. Saya juga kalo ngajak anak pasti bawaannya macem-macem. Ya mainan, ya makan minumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba novia. makanya judulnya emak-emak rempong wkwkwkwk

      Delete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.