Anak Rewel saat diajak bertamu? Lakukan 5 Tips berikut.

by - October 25, 2017



 

            Anak rewel dan cranky saat diajak bertamu? Kebayangkan bagaimana ‘malu’ dan nggak enak hati dengan tuan rumah? Apalagi yang  diobrolin sesuatu yang serius dengan sang pemilik rumah.  Saya pun pernah mengalami, bahkan sering hehehehe. Karena saya dan suami sering ngajak Labib ke rumah teman pak suami dan kalau bertamu waktunya lama banget. Bisa seharian, serius. Karena ada sesuatu bisnis yang kami rancang. *doakan lancar ya emak?* oleh karenanya kita sering sharing dan merencakana tahapan-tahapan yang bisa kita mulai. Sejauh ini sich masih coret-core diatas kertas. 


             Kebayangkan bagaimana tingkah polah Labib saat diajak bertamu dengan waktu yang tidak sebentar. Untungnya si pemilik rumah mempunyai anak kecil, meski usianya terpaut jauh dengan Labib. Ini bisa dijadikan sebuah amunisi agar Labib bisa bermain dengan mereka, dan orang tuanya bisa sedikit santai tuk membicarakan hal-hal penting dengan sang tuan rumah. Kalau sang tuan rumah tidak memiliki anak kecil yang bisa diajak bermain gimana? Mungkin solusi ini menjawab kebaperan emak(s): 

1.      Bawa Mainan Kesukaan. Kalau bepergian saya sempatkan membawa satu atau dua buku untuk Labib. Karena sekarang ia suka membolak-balik buku Hallo Balitamya, maka itulah yang saya bawa. Jadi emak harus juga bawa amunisi, tidak selalu buku. Boleh mainan apapun yang disukai si kecil saat ini. 

2.      Bawa camilan. Jangan sampai si kecil bertamu dengan perut kosong atau terlalu penuh. Meski saat bertamu sudah dihidangkan makanan ringan, kadang berbeda dengan camilan yang disukai si anak. Maka alangkah bijaknya kita saat menyediakan sendiri camilan untuk anak. Kalau anak kenyang, Insyalloh ia akan anteng. 

3.      Ajak ke playground jika memungkinkan. Kemarin saat bertamu kerumah teman SMA, saya diajak ke mall terdekat. Tujuannya simple agar anak bisa main sepuasnya, dan kami bisa ngobrol cantik hehehe. Ini bisa juga dijadikan pilihan untuk mencari suasana baru. Kita bisa mengajak ketemuan ketempat yang ramah anak, sehingga kita puas ngobrolin hal-hal yang dirasa penting.

4.      Perhatikan jam biologis anak. Jangan sampai kita bertamu saat anak waktunya tidur. karena saya sudah sangat akrab dengan teman pak suami, dan paham bagaimana mengahadapi balita/batita saat mengetahui Labib sudah waktunya tidur siang, maka saya dipersilahkan untuk menemaninya tidur *jangan ditiru ya emak, kecuali kepada orang yang sudah sangat kita kenal* heheheh    

5.      Follow the child. Anak-anak tetaplah anak-anak dengan dunia dan keinginanya. Maka kalau anak sudah bosan, dan sudah melakukan hal-hal yang saya paparkan diatas dan tidak mempan. Maka saatnya undur diri. Jangan memaksakan diri untuk terus mengobrol jika kondisi tidak memungkinkan. Tetap hargai anak kita dengan segala kondisinya. Insyalloh kalau kita menghargai perasaan anak saat ini, kelak ia akan tumbuh menjadi orang yang halus perasaanya dan bisa menghormati orang lain sebagaimana ia sekarang dihormati oleh orang tuanya. 

Teringat akan filosofi yang dipegang IIP. “Rizki itu pasti, Kemuliaanlah yang harus dicari” oleh karenanya jangan sampai karena kita ngotot dengan kehendak kita, sehingga mengabaikan perasaan anak. Kalau bukan kita orang tuanya, siapa lagi yang akan menghargai perasaanya? ^^ 

You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.