Mengajak Anak ke Mall, Yey or Ney?

by - October 20, 2017



         
   Seharian jadi anak emol, membuat badan sakit semua. Maklumlah kurang lebih 3 tahun tidak pernah menginjakkan kaki disini. Selain karena masa hamil sampai sekarang si bayek mau usia 2 tahun pasti kebayang rempongnya wkkwkwk, dan rabu kemarin bermodalkan restu ibu *karena sedang pulang kampong* berangkatlah saya dengan Labib ke Mojokerto. Mengunjungi teman yang sudah lama tidak bertemu *padahal minggu sebelumnya ketemu, tapi nggak lama* makanya sebagai penebus dosa, saya aja yang berkunjung. 


            Perjalanan yang menguras tenaga karena saya sebelumnya belum pernah ngajak Labib motoran hanya berdua saja. Tapi Alhamdulilah, tak ada kejadian yang berarti. Hanya waktu tempuhnya saja yang lama. Namanya bawa anak, harus ekstra hati-hati dunk. Hehhehe. 1, 5 jam kami lalui dan tibalah ditempat tujuan. Senang empunya rumah ‘ngomel-ngomel’ gegara saya motoran. Hahahahahah. Nggak apa, Labib kuat kok. Hibur saya.

            Setelahnya kami menghabiskan waktu di Sun Rise Mall Mojokerto. Satu-satunya mall yang berdiri sejak setahun silam. Masih terlihat sepi. Belum banyak toko yang buka. Tapi karena sepi itulah para krucils *labib, Dzakira, Dzulfa* bebas bermain-main. Lari sana-sini, apalagi hawa dinginnya yang semakin membuat anak betah berlama-lama. Maklum di luar cuaca panas cinn hehehhe

            Bagi Labib ini kali kedua ia saya ajak ke mall. Tapi baru kali ini dia bisa menikmatinya. Tak henti-hentinya dia tertawa riang-gembira. Lelarian. Terus duduk, berjalan. Pokoknya aura kebahagiaan terpancar sekali. Seperti sebuah kode “Ma aku senang di mall, main-main kesini sesering mungkin ya?” argh nak betapa bahagia versimu itu tak semahal pikiran mamamu. Dulu saya kira, mengajak anak ke mall itu akan ribet ngendong. Akan tantrum gegara keinginan yang tidak terpenuhi dan masih banyak bayangan-bayangan negatif yang bermunculan.
 
Kolpri
            “Don’t judge by it’s cover” itu berlaku pada saya selaku orang tua. Kita tidak bisa menghakimi jika … akan … . rumus logika matematika tidak berlaku pada pola pengasuhan. Tidak selamanya anak akan tantrum, anak akan minta gendong terus saat diajak ke mall. Tidak selamanya anak selalu sama seperti yang disangkakan oleh orang tuanya. Berfikirlah yang baik-baik maka itulah yang akan terjadi. 

            Karena tujuan terselubung adalah momong bocah sambil ngerumpi cantik, akhirnya playground menjadi pilihan yang pas untuk menghabiskan waktu. Dengan tiket 20k itu terbayar dengan antusiasnya bocah saat terpampang banyaknya mainan di hadapannya. Mandi bola, mobil-mobilan, perusutan, lego kecil maupun jumbo, dan masih banyak lagi yang bisa dimainkan. Dan emaknya bisa selonjoran sambil ngerumpi cantik. Nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan? 

            Jadi menurut emak Labib, yeay untuk menganjak anak ke mall. Biar dia mengeksplore dunia barunya. Bukankah pengalaman membuatnya semakin cerdas? Bukankah main outdoor memperkaya segalanya? Dari mulai kosa-kata, motorik kasarnya saat berlarian dan yang lebih penting adalah feel happy. Kalau anak sudah bahagia, maka ia tak mudah tantrum, mudah bergaul. Ini catatan penting buat saya. Karena labib adalah tipe anak rumahan yang jarang diajak keluar karena satu dan lain hal. Oleh karenanya saat diajak pulang kampun gini, ia ‘nemplok’ terus ke ibunya. Nggak mau digendong siapapun. Akhirnya saya sendiri yang kewalahan. Mandi nggak bisa tenang, shalat, beberes dll. Jadi, kapan kita piknik lagi. Nak? Wkwkwkkwkw  

You May Also Like

6 comments

  1. kalau aku sih mau saja dan sebelumnya selalu diberi wejanagn spt gak boleh megang2 barang dagangan, dlll

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ide bagus m,ba, biar anak tidak minta-minta yang berujung tantrum ya mba. anakku masih 20 bulan, sepetinya belum ngeh kalau dilarang-larang hehehe

      Delete
  2. hai mba..saya termasuk juga yang jarang bawa anak nge-mall..ahahah..tapi giliran bawak anak ngemall, sudah kayak latihan fisik, apalagi kalo udah masuk area permainan, saya juga ikutan nyemplung, jadi hampir ga ada namanya duduk cantik..yang ada "yuk nak..pulang..udah capek ibuk". walaupun begitu, saya oke aja ajak anak nge-mall.

    ReplyDelete
  3. Anakku dari usia 3 bulan sudah diajak nge-mall, Mak. Tapi gak sering juga si, cuma sebulan sekali. Alhamdulillahnya dia gak rewel, malahan senang berada di tempat ramai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang harus diajarkan tuk ketemu banyak orang ya mba, biar nggak rewel heheh

      Delete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.