Pengalaman Membeli Online di Marketplace

by - October 19, 2017



   

         “Apa hanya saya yang merasakan bahwa membeli online di marketplace itu seperti bertransaksi dengan robot?” itu adalah status saya di facebook. Banyak juga yang menanggapi. Salah satunya adalah menyayangkan pilihan saya karena jelas saya belum punya pengalaman pribadi mengenai hal itu. selama ini membeli online kebanyakan ke para penjual yang aktif di facebook. Selain mudah, juga nggak ribet. Asal ada no kontak  by wa, deal, transfer, udah tinggal nunggu barang datang. Sesimple itu pemikiran saya. 

            Dan untuk menantang diri sendiri, saya ingin merasakan bagaimana membeli online di marketplace. Biar bisa bicara. Tak hanya OMDO (Omong Doang). Akhirnya saya search barang yang saya incar sejak bulan lalu. Membandingkan di marketplace yang satu dan lainnya. Tentu saja harga menjadi point utama. Plus ongkir yang harus saya tanggung. 

            Setelah menemukan barang yang saya cari, lalu saya mengikuti procedure yang berlaku. Membayar uang tunai ke indomaret terdekat. Lalu konfirmasi ke marketplace tersebut. Insiden pun terjadi!!! *emoticon kaget* BATAS WAKTU KONFIRMASI HABIS! Entah apa yang saya pikirkan setelahnya. Akibat kecerobohan saya juga kenapa mesti buru-buru ngerjain cucian, sapuan, ngepel daripada konfirmasi dahulu. Itulah saya dengan ke multi taskingan yang menjerumuskan. Itulah saya yang terkadang membawa malapetaka ke diri sendiri. 

            Akhirnya uring-uringan seharian penuh. Lalu live chat ke customer servis. Itupun dengan nada yang meledak-ledak. Saya tahu, saya salah. Tapi apa yang bakalan terjadi? Uangnya hilangkah? Atau pesanan yang tidak dikirim? Atau uangnya kembali? Entahlah. Yang terpenting adalah, saya butuh kejelasan. Apapun resikonya. Asal jelas diawal *prinsip* 

            Tak sampai disitu, setelah berkali-kali live chat pun sang CS hanya bilang butuh waktu 2x24 jam untuk mendapatkan informasi ke bagian keuangan apakah uang yang sudah saya setor tunai masuk apa belum. Alhamdulilah, lega. Lewat 2 hari, saya live chat lagi. Karena berbeda dengan cs yang lama, saya harus menjelaskan dari awal. Dan itu membuat saya tidak sabaran. Huft. Saya akui, saya salah tapi bagaimana mungkin saya menjelaskan kejadian berulang dengan orang berbeda? Bikin esmoni aja. *maaf ya mba/mas CS*

            Setelahnya saya enggan live chat lagi. Saya sudah masa bodoh. Dikirim alhamdulilah, nggak juga nggak apa-apa. Hal seperti inilah penting, agar bisa cooling down. Berserah diri. Karena sengotot apapun usaha kita, kalau bukan rizki mau gimana lagi? Apalagi dunia online seperti ini? yang penting bukti sudah kukirim, dan sudah berusaha tanya ke CS. Hasilnya, pasrahkan saja. 

            Dalam kepasrahan itu, tetiba ada email masuk menyatakan bahwa akan dikembalikan ke rekening. Dan saya pun mengirim no rekening saya. Setelahnya datang lagi email, bahwa barangnya sudah dikirim. Karena ada permasalahan dalam pengiriman, maka itu memakan waktu lama. Dari tanggal 30 september, saya menerima barangnya, lebih tepatnya mengambil sendiri ke ekspedisi karena nama saya tidak terdefinisi. Saya menerimanya tanggal 12 oktober. Kurang lebih 2 minggu masa menunggu di marketplace plus drama yang expired. 
 
Ini Barang di Marketplace
            Andai disuruh memberi nilai antara 0-10, bolehlah saya kasih 7. Karena itu tadi, mereka amanah. Meski membutuhkan waktu yang lama. Yach itung-itung sebagai kompensasi atas kecerobohan saya. Jadi, trauma nggak dengan jual-beli online di marketplace? Sepertinya sich tidak tapi harus lebih cermat dan cerdik lagi. Hehehe. Kejadian seperti ini, seakan menjawab doa ku tempo hari. Bahwa jual-beli di marketplace itu RIBET. Padahal asal tahu prosedurenya dan mengikutinya insyalloh banyak kemudahan setelahnya.  

            Setelah ketemu teman, dia bercerita selalu mengandalkan marketplace dari yang harganya dibawah 100k sampai 10.000k loh. Bukan nominal yang kecil bukan? Teknologi sudah berkembang sangat cepat. Tinggal bagaimana kita bijak menyikapinya. Kalau emak pernah atau sering membeli di market place? Share dunk.

You May Also Like

2 comments

  1. Saya tinggal di daerah mba, banyak barang2 yg saya butuhkan nggak dijual disini. Jadinya tiap bulan belanja online mulu di marketplace. Alhamdulillah sampai selamat. Sekalian cuci mata ga pakek pegel kaki hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang solutif ya mbaa. teman saya meski tinggal di kota dia memilih beli online karena harga miring heheheh

      Delete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.