Review Buku Pintar Home Schooling

by - October 15, 2017



Judul Buku      : Buku Pintar Home Schooling
Penulis             : Jamal Ma’mur Asmani
Penerbit           : Republika
Harga              : 20.000 (harga diskon)
Tebal               : 282 halaman
ISBN               : 978-602-191-143-3
 
kolpri
            “Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan.” Bunyi pasal 31 ayat 1 UUD 1945 tersebut menyiratkan makna bahwa setiap anak Indonesia mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Namun fakta dilapangan menunjukkan baahwa banyak anak yang memperoleh pengalaman yang kurang menyenangkan selama belajar di sekolah. di buku ini pun dipaparkan beberapa factor-faktor pemicu munculnya home schooling (hal 73-78), diantaranya: 


1.      Kegagalan sekolah formal
Kegagalan ini pun tidak bisa dipukul rata. Kita tahu sendiri bagaimana sekolah formal mendidik anak-anak kita. SDM pun turut andil di dalamnya. Jadi take more information adalah kunci untuk sekadar mawas diri, bagaimanakah anak kita nantinya belajar.
2.      Teori intelegensi ganda
Howard gardner menemukan 9 macam kecerdasan pada setiap anak. Ini jelas mempengaruhi gaya belajar anak. Anak yang kinestetik akan sangat sulit jika menggunakan gaya belajar auditory, pun sebaliknya. Inilah yang menjadikan kelas di sekolah formal tidak bisa disamaratakan dalam penerimaan pembelajaran.
3.      Sosok praktisi home schooling terkenal
Benjamin franklin misalnya, ia berhasil menjadi seorang negarawan, ilmuwan, penemu, pemimpin sipil, dan pelayan public bukan karena belajar di sekolah formal. Ia belajar tentang hidup dan berbagai hal dari waktu ke waktu di rumah dan tempat lainnya yang bisa dijadikan sebagai tempat belajar. Bukankah cerita ini sudah cukup menguatkan kita sebagai orang tua bahwa anak kita bisa sukses meski di rumah dengan cara home schooling. Hal itu juga yang dianut oleh sosok hebat Bu septi peni wulandari, founder IIP ini juga melakukan home schooling untuk ketiga putra-putrinya. Inilah yang juga menjadilandasan sebagian orang tua menghome schoolingkan anaknya.   
4.      Tersedianya aneka sarana
adanya perpustakaan, museum, lembaga penelitian, adalah segelintir sarana yang bisa menunjang pembelajaran home schooling tadi. Jadi tak ada alasan lagi untuk memandang sebelah mata orang tua yang mau menghome schoolingkan anaknya.

Fenomena home schooling ini pun tidak terlepas dari peran utama orang tua sebagai fasilitator. Pun disini juga tonggak keberhasilan home schooling sendiri. Bukan hanya anak saja yang disiapkan mentalnya. Terlebih adalah orang tuanya untuk sama-sama mau belajar. Mau menggali informasi terkait apa yang menjadi minat dan bakat anak. Jika hal ini sudah dipikirkan masak-masak, insyalloh Home schooling akan menjadi tempat ternyaman bagi anak untuk belajar. Menggali mutiara yang dimiliki anak, dan tugas orang tuanyalah untuk mengasahnya setiap saat agar kelak jika waktu itu tiba. Mutiara itu akan bersinar dengan sendirinnya.

You May Also Like

4 comments

  1. Waaaah bukunya murah amat? Temanya menarik loh padahal

    ReplyDelete
    Replies
    1. selain kurangnya minat membaca, indonesia ternyata kurang mengapresiasi karya. ini adalah salah satu buku obral dengan harga nyungsep. *sedih*

      Delete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.