1Jam Lebih Dekat Bersama Bunda Novita Lucia Ratna

by - October 03, 2017



Hasil Craft bunda Novita


            Bunda Novita Lucia Ratna adalah salah satu anggota IIP batch #4 yang berdomisili di surabaya. Dalam rangka mengakrabkan diri dengan anggota yang lain, maka atas permintaan sang fasilitator (fasil) terbentuklah acara 1JamLD (Lebih Dekat) dengan beliau. Dan saya diberi kesempatan menjadi moderator, mendampinginya dalam sesi tanya-jawab antar peserta. Ibu dari 2 anak lelaki ini berasal dari kota dingin, Malang. Lebih tepatnya lawang. Setelah menikah beliau merantau ke surabaya. Menikmati dengan rasa syukur apa yang dijalani sekarang, salah satunya adalah berdamai dengan selokan. Sebuah suasana baru yang benar-benar butuh adaptasi. Dan waktu menjawab semuanya. Ia sudah betah dengan hingar-bingar kota metropolitan, dan berkawan dengan kemacetan. 


            Beliau adalah Full Time Mom. Membersamai 2 buah hatinya dengan menerima orderan crafting. Sebuah teladan baru bagi saya khususnya. Bahwa menjadi FTM bukanlah akhir dari segalanya. Beliau membuktikan bahwa selain menjadi istri dan ibu beliau merintis usaha crafting dengan trial and eror. 

“Apa saja tantangan dalam memulai usaha ini,mba??” pertanyaan beruntung dari peserta yang juga penasaran dengan usaha yang beliau lakukan. 

“Awalnya memang ada rasa tertarik dengan crafting, jadi semasa bekerja sudah kepengen banget punya usaha sendiri sambil ngurus usaha di rumah. Tantangannya banyak, dari adaptasi dengan suami karena baru menikah, tetapi yang paling menguatkan adalah niat mba. Jatuh atau gagal satu sisi harus segera bangkit. Lanjut ke sesi berikutnya. Begitu terus sampai sekarang. Tantangannya bertambah saat punya bayi, apalagi sempat mengalami baby blues.” Jawabnya. 

            Itulah dunia bisnis. Tidak melulu soal modal, tetapi yang terkadang menjadi penghambat adalah orang terdekat. Anak, suami adalah satu hal yang membuat langkah menjadi terseok. Tapi bunda Novita tidak mau menyerah begitu saja. Menguatkan niat dan bangkit lagi. Sebuah pengorbanan yang tidak mudah, bukan? Maka tak ayal apa yang beliau rintis tahun-tahun kebelakang, sedikit demi sedikit terlihat titik terang. Craft cantiknya dilirik oleh butik besar Mirota. Sebuah prestasi yang pantas dibanggakan.  

“serangan baby bluesnya seperti apa? Sampai melakukan hal nekat nggak mbak?” pertanyaan kesekian kalinya terlontar dari bu fasil. 

“Alhamdulilah nggak sampai parah. Perasaan sendiri, sedih, sering nangis kalau pas lelah jiwa. Karena waktu itu sudah tinggal sendiri. Ibu Cuma nemenin 2 minggu, padahal saya sama sekali tidak tahu ini bayi bakal diapain. Waktu berlalu, Alloh memberi jalan eluar. Mas Haqi (putra pertama) sudah bisa ngASI jadi tidak nangis lagi. Sudah bisa menenangkan bayi. Setelah itu baru sadar telah melewati baby blues.” Emoticon tutup muka mengakhiri jawaban beliau. 
 
Hasil Craft Bunda Novita
            Mama muda, tinggal di rantau, dengan bayi yang belum bisa bicara adalah sederetan pemicu timbulnya baby blues. Pun saya sempat mengalaminya, meski juga bisa dibilang pada level rendah. Saat anak lanang minta di gendong terus. Apalagi ditinggal suami kerja ke luar kota. Seatap dengan bumer dan pak mer itu bikin saya pengen nangis guling-guling. Pengen jerit sekeras-kerasnya tapi tertahan ditenggorokan. Hanya bulir air mata yang keluar tanpa bisa dicegah. Mungkin ini salah satunya bahwa ‘surga ditelapak kaki ibu’. Pun saya menyesali betapa diri belum bisa berbakti pada ibu khususnya *peluk ibu*. 

            Dari sosok nang bersahaja bunda Novita lucia Haqi membawa saya pada perenungan panjang. Menjadi ibu bukanlah akhir dari segalanya. Menjadi ibu adalah awal dari sebuah episode baru. Up and down kehidupan senantiasa ada, maka bersyukur adalah kunci dari segalanya. Berorganisasi juga bisa menjadi stress release bagi ibu-ibu muda, dan IIP mewadahi itu. Bisa bertukar pengalaman, bertukar rekomendasi kuliner hingga buku-buku baik dalam menunjang pendidikan anak-anak kita.  

            Terima kasih IIP, terima kasih bunda Novita. Your are really inspiring me.

#ODOPOKT2
#BloggerMuslimah

You May Also Like

6 comments

  1. Wah inspiratif sekali. Boxnya cantik :)
    Terimakasih sudah berbagi cerita..

    ReplyDelete
  2. serem kalau denger baby blues. Alhamdulillah bisa bangkit kembali dan makin kreatif di dunia usaha ya, mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju. cobaan itu ada untuk naik level ^^

      Delete
  3. bergabung dengan komunitas yang positif akan memberi pengaruh baik ke kita ya Mbak...Alhamdulillah bisa terinspirasi dari bunda -bunda hebat di luar sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. pastinya mbak ^^
      terima kasih sudah berkunjung ^^

      Delete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.