Tentang Harga By Inbox

by - October 05, 2017

picxabay


“Berapaharganya, mbak?”
“Inbox ya sist.” 

            Sound’s familiar kan emak dengan kalimat diatas? Sepekan yang lalu berseliweran tulisan viral yang mengisahkan ketidaksukaanya dengan para pedagang online yang menanggapi pertanyaan calon custmer by inbox masangger. Saya adalah salah satu pedagang tersebut. Sebagai pedangan buku berkualitas saya menanggapi dengan inbox harga atau by whatsapp. Karena saya sadar bahwa barang yang saya jual bisa dibilang barang premium dengan harga yang pantas untuk buku sebanyak itu. Maka kalau saya jambreng semua pada saat itu juga, maka banyak orang tak lagi meliriknya. Saya butuh pendekatan lebih tuk menarik sang calon customer. Karena berdagang bagi saya bukan hanya soal untung/ profit. Ada banyak hal yang bisa saya peroleh jika mendapatkan customer yang loyal, salah satunya adalah saudara baru.  


            Meski pada awalnya mereka say ”Saya tanya suami dulu ya Mba?” atau yang bakalan ekstrim, “Itu buku terbuat dari emas apa mba kok sampek segitunya?” lika-liku jualan online sama menegangkannya dengan jualan offline. Lagi-lagi harus sabar. Nggak apa-apa nggak dilirik. Tetap edukasi masyarakat tentang pentingnya melek literasi, dimulai dari bayi kita dirumah. Karena lagi-lagi Indonesia 10-20 tahun lagi butuh anak-anak kita yang cerdas dan berakhlakul karimah. Anak-anak kitalah yang akan meneruskan perjuangan estafet kemerdekaan. Kalau bukan dari sekarang kita menghabitkan sesuatu yang positif, lantas kapan? 
            Kembali lagi ke harga by inbox. Terserah orang bilang suka atau tidak. Itu murni hak mereka. Pun saya sekarang nyaman-nyaman saja dengan semua itu. Dan saat malam-malam ada yang kirim pesan, “Mbak aku jadi loh ya ikut arisan bulan ini.” adalah sebuah jawaban dari pertanyaan 1 tahun yang lalu. Jawaban epik dari Sang Maha Pemberi Rizki, bahwa Diala-Alloh yang telah mengatur semua rizki hambaNya. Tinggal bagaimana kita mejemputnya. Eh, kenapa kok dari 1 tahun yang lalu? Yach karena saya mulai merintis dan membranding diri sejak usia labib hitungan bulan. Dan kini saat Labib akan berusia 2 tahun, titik terang itu mulai nyata terlihat.

baca juga: Time Management for Full Time Mom 
 
            Tuk semua mompreuner khususnya online, atau Book Advisor diamanapun kalian berada. Seringkali bahagia itu tidak mudah. Ada yang harus kita capai dengan capeknya up grade diri. Dengan capeknya up date status tentang copywritting yang harus menarik dan epik. Dengan capeknya sindiran maupun pertanyaan customer yang begitu menyayat hati. Sabarlah. Tegarlah. Jika kau yakin sudah berada di jalan yang benar, maka konsisten dan setia adalah sebuah harga yang harus kita beli dan closing hanyalah soal waktu. Pun waktu itu pun tidak sama dengan pedangang online yang satu dengan yang lain. Ada yang pendek, dan tak jarang banyak yang memakan waktu hingga tahunan *tunjuk hidung sendiri*. Just enjoy your time, emak. Keep spirit yakkk.

#ODOPOKT5
#BloggerMuslimahIndonesia  

You May Also Like

6 comments

  1. Menarik banget Mbak, soal harga inbox ini. Beberapa kali ikut menyimak diskusi teman-teman yang jualan maupun sebagai pembeli, masing-masing punya alasan sih ya untuk merasa lebih nyaman atau justru tidak nyaman dengan harga inbox. Saya sendiri kadang sungkan sih kalau sudah nanya trus nggak jadi beli, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheh nggak perlu sungkan mba. kami, khususnya saya yang menerapkan harga by inbox pun sudah lebih legowo bahwa bertanya tidak harus membeli. mbak cukup tahu saja bahwa ini loh saya jualan produk A dengan harga sekian. itu lebih dari cukup. toh urusan rizki hak Alloh. ^^

      Delete
  2. nah benar mbak, saya kadang suka kesal dengan harga by inbox, pernah pula di grub jual beli,saya tanya harga trus malah suruh BBM an, saya bilang nggak punya pin BB, dia bilang lewat wa, saya bilang nggak pakai Wa tetap saj nggak di kasih tahu harga nya anehh

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena sudah agak berpengalaman, saya menyadari kalau harga by inbox memang berbeda dengan bisanya. artinya barang yg dijual premium. diatas rata-rata. tapi semua pasti setuju bahwa ada harga, ada kualitas. itu sich menurut saya. ^^

      Delete
  3. Saya pembeli dan setuju dengan harga by inbox karena bisa jadi harga produsen dan reseller berbeda..jadi hormati semua pihak. Kalo jadi atau nggak namanya juga jualan. Kan, di offline juga sama, kadang jadi beli kadang pergi..:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju, para pedagang kayak saya pun juga tahu bahwa bertanya tak harus membeli. ^^

      Delete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.