Colour Imburce Box

by - November 26, 2017


            Ditengah ramainya media social tetang artis yang buka hijab, tiang listrik, sampai perkelahian anak dan selir ayahnya, pun saya pernah mengulasnya sedikit dilihat dari kaca mata seorang ibu IRT yang berharap keluarganya dijauhkan dari kejadian seperti ini. selengkapnya lihat disini ya.  membuat hayati lelah. Daripada terus-terusan terpapar berita negative, yuk belajar menjadi orang tua produktif *tunjuk hidung sendiri*. Apalagi kalau bukan per-DIY-an atau istilah zaman now, ala Montesorian. 

            Meski nggak sebanyak emak-emak zaman now yang asyik banget posting montesourian hampir tiap hari, saya termasuk emak zaman now yang slow banget (baca: moody). Suka nyimpen-nyimpen cara dan pembuatan permainan kayak gitu, tapi nggak langsung praktek. Nunggu si neng mood muncul hihihihi. Dan saat si neng muncul, langsung eksekusi dech biar nggak hilang lagi #apasich.


            Membuat colour imburce box ini gampang banget. Pun bahannya ada dirumah. Asal emak kreatif dikit, jadi dech permainan yang mengedukasi. Sebenarnya dari bentuknya saja sudah bisa menebak-nebak alat dan bahannya serta pemakainnya. Tapi kalau ada yang bingung, ini saya paparkan pembuatannya.
Cara pembuatan:
Siapkan kardus tak terpakai yang bentuknya persegi panjang. Lapisis dengan kertas putih, saya memakai kalender yang tak terpakai. Lalu lubangi dengan bentuk memanjang sesuai dengan warna yang sudah disiapkan sebelumnya. Setelahnya buat papan colour dari kardus juga, atau karton yang agak kuat buat ditempel origami. Disini saya menyiapkan 5 warna (biru, kuning, merah, hijau, orange). Lalu tempelkan ke kardus/ karton tadi. Kalau sudah berbentuk papan colour, temple papan colour ke box panjang tadi. Selanjutkan siapkan origami, potong sesuai selera gunanya untuk memasukkan kedalam box. Seperti koin tapi dibuat dari kertas origami. Lapisi dengan lakban bening agar tak mudah robek.



Cara memainkannya:
Beri contoh di depan anak untuk memasukkan koin warna ke dalam box sesuai dengan papan warna. Ulangi beberapa kali. Sampai anak tak tahan untuk mencobanya. Labib pertama kali memainkannya belum begitu excited, mungkin terlalu sulit. Lalu hari kedua, ia coba lagi, ALhamdulilah udah bisa. Tapi masih bingung warna. Minimal ada progress, nggak apa bertahap. Pun dalam filosofi Montessori yang ditekankan adalah konsisten dilakukan berulang-ulang sampai anak mahir.

Manfaat permainan:
Belajar mengenal warna. Konsentrasi mata dan tangan. Mengasah konsentrasi dan focus. Merangsang indra peraba. Daripada anak anteng di depan TV, lebih baik kita berkreasi sedikit tapi anak senang dengan bermain, bergerak dan beraktivitas. Hal ini sejalan dengan penerapan metode Montessori yaitu mengizinkan anak untuk mengulang aktivitasnya sampai berhasil. Menyelesaikan aktivitasnya sampai tuntas dan minim intervensi. Point terakhir ini yang sangat ‘menyentil’ sekali. Karena dalam prakteknya, saya terkadang gemes lihat anak yang dari tadi nggak bisa, padahal sudah dicontohin. Padahal sudah dijelaskan. Inilah kelemahan kita sebagai orang tua. Bahwa disadari atau tidak, seolah kita memposisikan diri kita pada anak. Sedangkan mereka masih dalam tahap belajar. Biarlah anak belajar dengan caranya, karena semua anak memiliki pikiran yang mudah menyerap informasi (golden age). Belajar untuk sedikit lebih sabar, belajar untuk tak buru-buru mengomel, mengintervensi. Lalu lihat bagaimana cerdasnya anak kita dengan caranya sendiri. Bukankah setiap anak terlahir dengan fitrah yang melekat padanya? Dan sebagai orang tua sejatinya kita hanya sebagai fasilitator untuk tetap mengembangkan fitrahnya.

baca juga: Anak Rewel Saat Diajak Bertamu? Lakukan 5 Tips ini.

Belajar sendiri adalah sebuah proses melibatkan Otak, Indra dan Otot. Maka semakin banyak aktivitas yang kita sediakan di rumah, semakin banyak pula pengalaman yang ia dapatkan sebagai bekal kelak ia dewasa. Jadi, jangan menganggap remeh aktivitas yang kita anggap sederhana ya emak, karena efeknya insyalloh tidak sesederhana pemikiran kita.   

You May Also Like

13 comments

  1. aku suka banget dengan ibu kreatif seperti dirimu mbak :)

    ReplyDelete
  2. hihi dedeknya imuuut. Jadi inget waktu anak2 kecil dulu saat belajar mengenal warna, seruu! :D

    ReplyDelete
  3. Tutup muka, beberapa minggu ini saya asyik baca baca berbagai berita di media sosial. Lupa, kalau ada hal yang harus dikerjakan, salah satunya ya bikinin DIY buat anak anak. Seru ya mbak, mainan sekaligus belajar

    ReplyDelete
  4. Wah asyik saya jadi dapet ide baru jadinya buat menstimulus tumbuh kembang anak saya, Erysha di rumah. Makasih mba

    ReplyDelete
  5. bisa menggunakan media apa saja ya yang ada disekitar kita.

    ReplyDelete
  6. cara Montessori memang kita yang memberi contoh berulang-ulang supaya anak tertarik ya. Jadi ga memaksa harus main.

    ReplyDelete
  7. kreatif nih. mumpung di rumah ada kotak susu yang kosong :D

    ReplyDelete
  8. Wah kreatif banget mbak.. Bisa dipraktekkan nih.. ^^

    ReplyDelete
  9. Menarik banget idenya. Nnati kucontek ya mak. Ini anak keduaku msh blm terllau minat membedakan warna TFS idenya :D

    ReplyDelete
  10. Menarik banget idenya. Nnati kucontek ya mak. Ini anak keduaku msh blm terllau minat membedakan warna TFS idenya :D

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.