Butuh Me Time? Ke Perpustakaan Daerah Aja!

by - December 08, 2017


            Apa ada yang suaminya sekolah lagi? Dengan jadwal yang padat merayap? Jadi keseimbangan antara keluarga dan kuliah berat sebelah? Inlah yang sekarang saya rasakan. 3 bulan lalu berita gembira itu datang menyapa rumah kami. bahwa ditengah pengabdiannya dalam mengajar, ia akhirnya diterima menjadi mahasiswa lagi. Cita-cita yang dulu ia inginkan, akhirnya terwujud dengan kondisi sudah berumah tangga. Apakah keluarga menjadi hambatan untuk menimba ilmu? tentu saja tidak. Toh kedepannya juga untuk keluarga. Apalagi saya sebagai istri hanya bisa mendo’akan dan mendorongnya untuk sekolah lagi, guna mewujudkan impiannya.


            Dan saya pun Insya Alloh siap dengan segala resiko, salah satunya adalah menjadi istri kedua. Istri pertamanya adalah tugas, deadline, jurnal internasional. Meski sampai saat ini masih banyak ngeluhnya daripada senengnya wkwkwk. Oleh karenanya saya menyiasati suasana hati dengan sesering mungkin me time dengan anak lanang. Partner yang nggak bisa jauh dari saya. *ya iyalah, karena ngASI*. Me time kami adalah sekadar menghirup udara segar, bermotoran ke PERPUSTAKAAN DAERAH SIDOARJO. Seminggu bisa sampai 2x saya mengunjungi tempat ini. Padahal dulu, saya hanya mengandalkan suami untuk antar-jemput kemanapun saya pergi. Tapi dengan kondisi seperti sekarang ini, saya harus rela bepergian sendirian demi sebuah kestabilan jiwa. Demi sebuah kewarasan dan agar tidak terlalu bergantung ke suami.


            Pertama kesini Labib masih belum bisa bekerja sama. Ia menagis jerit-jerit minta pulang. Padahal disana hanya ada beberapa pegawai. Tapi saya maklumi sich, dia tidak terbiasa dengan suasana baru. Tidak terbiasa dengan orang baru, maka ia ungkapkan ekspresi tidak nyamannya dengan menangis like balita pada umumnya. Jadilah saya ajak maen ke playground (prusutan) terlebih dahulu, terus ke kantin, lalu tak lama ada segerombolan anak SD datang ke perpus. Ini nech penyelamat, akhirnya Labib mau masuk ruang baca anak karena lihat adik-adik SD bergerombolan masuk. Sepertinya Labib pengen main dengan mereka, Labib pengen punya banyak temen, karena di rumah ia tidak punya temen. “Sabar ya, Nak. Nanti kamu juga bisa sekolah kayak mereka.”

Baca juga: [DIY] colour Imburce Box 

            Di perpustakaan ini kurang lebih ada 6-7 ruangan. Diantaranya: Musholla, Kantin, Ruang Baca Anak dijadikan satu dengan Ruang pembuatan Kartu perpustakaan. Ruang baca dewasa di lantai 2, dan ruang free wifi. Selebihnya beberapa kantor yang hanya karyawan yang bisa masuk. Pertama kesini sudah membatin, “Bakalan jadi tempat favorite nech.” Bukan tanpa alasan saya berkata demikian karena emang tempatnya recommended banget. Bukan membandingkan sich, saya pernah ke tempat perpustakaan daerah juga tapi tempatnya jauh bila dibandingkan dengan perpusda ini. Tempatnya deket dengan pasar yang bikin berisik, dan tentu saja karena ada playground plus ruang baca anak. Emak-emak macem saya bakalan senang bila fasilitas umum itu ramah anak. Anak bisa main permainan edukasi, emak bisa pilah-pilih buku incaran. Tuh kan emak, bahwa bahagia itu kadang tidaklah serumit ekspektasi kita. Bukan tidak boleh mempunyai ekspektasi tinggi, gara-gara kita udah seharian capek ngurusin rumah, balita yang energinya full terus. Sekali-kali turunkan ego kita, turunkan ekspektasi kita, karena kalau ekspektasi kita terlalu tinggi tapi kondisi belum memungkinkan kita sendiri yang capek. Saya belajar banyak dengan cara ‘berdamai dengan kondisi’. Dan selebihnya enjoy-enjoy saja. Bukankah hidup memang untuk dinikmati, right?

baca juga: 5-7 menit Asyiknya Mind Map

            Di ruang baca anak, selain disediakan mainan edukasi dan buku sesuai dengan anak ada fasilitas lain yaitu adanya VCD edukatif yang bisa dipinjam kapan saja. Batas waktunya maksimal seminggu. Ini yang saya cari. Karena selain Labib terlihat tipe anak kinestetik yang suka berlari, memanjat kadang saya juga melihat bahwa ia tipe Visual. Makanya saya memperbanyak koleksi tontonannya ia dengan VCD edukatif. Bagi yang tahu social media saya, pasti tahu bahwa saya lebih sering mengkampanyekan untuk #mendongeng, membacakan buku untuk anak usia dini. Bukan diajarkan baca-tulis tapi lebih ke mengenalkan buku sejak dini. Karena saya seorang book advisor. Jadi menularkan virus cinta baca adalah pekerjaan utama kami. pun karena profesi saya sebagai book advisor, bukan berarti saya mensterilkan TV, gadget dll dari Labib. Saya mengenalkannya juga, sama seperti saya mengenalkan labib dengan buku. Tinggal kita saja benar-benar menyeimbangkan atau lebih banyak porsi membacakan buku daripada melihat TV.  

            Sudah 2x saya meminjam VCD edukatif yang sangat recommended. VCD pertama hanya sekumpulan lagu anak. Sebenarnya di rumah udah ada sich sebagian, tapi saya juga ingin Labib tahu berbagai macam lagu. Terus saya juga minjam song ABC’s. pasti udah tahu kan kaset apa ini? yupz ini semacam pengenalan alphabet untuk balita. Alphabet versi inggris ya, moms. Labib belum antusias sich kalau kaset ini, tapi suka ke artist ciliknya hehhehe. Kaset ini recommended bagi moms yang ingin mengenalkan alphabet ke balita, karena disana disertai phonem. Pengucapannya langsung dari native speaker. Dan terakhir juga masih seputar pengenalan English conversation. Argh ini mah emaknya yang gaya. Sok inggris padahal hanya tahu artinya yes/no hehehhe. Makanya biar anaknya negrti English sejak sekarang, sedikit-banyak saya kenalkan. Suka atau tidaknya tergantung anaknya kelak. Karena lagi-lagi semakin banyak kita memberi pengalaman bagi balita sejak dini, maka kelak ia akan kaya pengalaman. Kreatif dan solutif. Nah bukankah kita sebagai parents zaman now menginginkan perubahan seperti itu?kita butuh generasi yang visioner, kreatif dan solutif di tengah maraknya netizen yang suka menghujat dan nyinyir di media social. Semoga keluarga kita, saudara kita, terhindar dari hal-hal kurang bermanfaat seperti itu ya, moms. Amin. Pernah berkunjung ke perpustakaan terdekat? Bagaimana kesannya moms? Share di kolom komentar yuk!  

You May Also Like

15 comments

  1. Iyah, perpustakaan sekarang makin keren dan bikin betah

    ReplyDelete
  2. Ada ruang anak juga yg tertata dgn baik.. Bikin anak2 betah di perpustakaan

    ReplyDelete
  3. Wah selain pinjam buku bisa pinjam cd juga ya... Ruangannya juga bagus. Anak2 makin betah dong...

    ReplyDelete
  4. semenjak kenal gadget udah jarang banget ke perpustakaan hiks, eh kecuali di kantor sih ada perpustakaan kecil :D

    ReplyDelete
  5. Waduh udah lama nggak ke perpustakaan, terakhir dulu ke perpus kalo nunggu anak pulang sekolah waktu mereka awal2 masuk SD :)

    ReplyDelete
  6. perpusda sekarang komplit dg aneka fasilitas mainan u anak biar g boring ya.....

    ReplyDelete
  7. senangnya ada perpustakaan daerah, memang jadi alternatif yang keren.

    ReplyDelete
  8. Asik, perpusda Sidoarjo makin keren. Aku pernahnya ke perpusda Gresik. Tatanannya makin modern tapi sayang lama kelamaan kurang terawat.

    ReplyDelete
  9. wah ini yang harus ya , perpusda harus makin keren, di crb mah masih kayak rumah hantu

    ReplyDelete
  10. Ruang perpusda kini semakin nyaman dan ramah anak ya mbak ^^
    Jadi betah dan senang deh berkunjung

    ReplyDelete
  11. Terakhir datang ke perpustakaan daerah kayaknya setahun lalu mba. Senagnya jika makin banyak perpustakaan di berbagai daerah dan mendorong minat baca ya

    ReplyDelete
  12. di tempatku juga ada perpustakaan daerah, tapi aku malah belum pernah ke sana... pengen ngajak Juna ke sana tapi kalao weekend kan libur... heheheh

    ReplyDelete
  13. Perpusda di daerahku udah lama banget dari waktu terakhir aku berkunjung ke sana nih mbak. Harus segera main ke perpustakaan daerah lagi segera..

    ReplyDelete
  14. PerpustakaAn itu selalu jd tempat favoritku. Pernah bilang ke suami, kalo kamu mau pergi agak lamaan, mending aku ditinggal di toko buku ato perpustakaan deh. Bakal anteng kalo udh nemu buku2 begini :D. Sama mba, aku jg ngenalin buku k anakku dgn cara dongeng. Buku2 mereka udh banyak banget di rumah, walopun 2-2nya blm bisa baca. Tp aku bacain dr skr supaya lama2 mereka jd hobi membaca kayak aku. Even novel remaja kayak lima sekawan, pasukan mau tahu, yg zaman dulu slalu jd favoritku, aku beli lagi. Iyu stok utk bacaan mereka kalo udh besaran dikit :D

    ReplyDelete
  15. Yang namanya perpustakaan itu kadang kumuh dan membosankan, tapi kalau tempatnya asik dan tenang kayak gini pasti betah berlama lama disana

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.