Melatih Kemandirian Anak

by - December 20, 2017


Toddler

               Melatih kemandirian ini bagi toddler usia 22 bulan memang challenge banget. Tetapi bukan berarti tidak bisa. Ada aktivitas yang mudah sekali dipraktekkan, tapi tak sedikit juga yang membutuhakn effort lebih. Padahal di hari sebelum challenge itu dimulai, saya sudah menge-list kemandirian seperti apa yang bakalan saya ajarkan, dan melihat respon  Labib pada saat eksekusi.


No
Tanggal
Aktivitas
Catatan
1
31-11-17
Bermain puzzle sendiri
Bisa, masih dirapikan oleh ibu
2
1-12-17
Makan sendiri
Bisa, tidak sampai habis
3
2-12-17
Bersosialisasi
Melihat di pojokan
4
3-12-17
Makan sendiri
Bisa, tidak sampai habis
5
4-12-17
Berjalan kaki sendiri
Sangat menikmati ketika dibiarkan eksplore lingkungan sekitar
6
5-12-17
Mencuci tangan sendiri
Antusias, bagus banget
7
6-12-17
Mencuci Sandal Sendiri
Antusias, bagus banget
8
7-12-17
Memakai Sandal Sendiri
Bisa, masih dipegangi
9
8-12-17
Bersosialisasi
Mau bergaul dengan teman
10
9-12-17
Beres-Beres Mainan (1)
Tidak mau, lari pergi
11
10-12-17
Beres-beres mainan (2)
Mau, hanya mainan kecil
12
11-12-17
Beres-beres mainan (3)
Mau, hanya mainan kecil
13
12-12-17
Menggosok Gigi (1)
Tidak mau
14
13-12-17
Menggosok Gigi (2)
Tidak mau
15
14-12-17
1.      Menggosok Gigi (3)
2.      Membuang Sampah
1.      Tidak mau
2.      Mau dan antusias

            Setelah mengamati table kemandirian Labib kurang lebih selama 2 minggu ini, saya berkesimpulan bahwa akttivitas yang membutuhkan effort besar ada pada menggosok gigi, membereskan mainan dan makan sendiri sampai habis. Meski game level 2 sudah berakhir, tetap dalam praktek sehari-hari masih terus dilakukan seperti makan sendiri. Sehari-hari masih saya ajak untuk makan sendiri, menggosok gigi dan membereskan mainannya. Meski berakhir pada penolakan, kita coba lagi esok hari, esoknya lagi, lagi dan lagi.

            Melatih kemandirian ini membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan tanpa intervensi dari orang dewasa. Kebanyakan, kegagalan aktivitas kemandirian yang saya terapkan ke Labib itu sebagian besar adalah kurangnya rasa sabar yang dimiliki oleh sang ibu *tunjuk hidung sendiri* seperti kegiatan makan sendiri. Karena terkendala dengan tumpukan pekerjaan IRT yang sudah melambai untuk dituntaskan, tak jarang saya langsung mengambil alih untuk menyuapinya *hiks* padahal jelas anak usia Labib butuh waktu yang banyak untuk aktivitas yang saya anggap sepele. Bukankah mereka dalam tahap belajar? Bukankah balita memang bukan orang dwasa porsi kecil? Ini adalah reminder keras bagi saya sendiri untuk tak banyak intervensi.

            Sejatinya anak mempunyai ftrahnya masing-masing. Salah satunya adalah belajar dari orang-orang dewasa tanpa paksaan, tanpa banyak intervensi, dan follow the child. Tugas orang tua adalah menjaga fitrahnya, dan mengarahkan ke kebaikan untuk bekal hidupnya kelak. Bukankah orang tua hanya sebagai fasilitator? Oleh karenanya saya banyak belajar dari Institute Ibu Profesional (IIP) ini dalam kuliah bunda sayang. Melatih kemandirian erat hubungannya dengan sikap TEGA(S). bukan selalu menuruti keinginan anak, agar kelak ia tidak selalu tergantung pada orang tuanya.

            Game level 2 ini mendapatkan badge dasar, karena mampu menuntaskan tantangan selama 10 hari berturut-turut lalu dilanjutkan ke 5 hari kedepan. Jadi total ada 15 hari. Karena ada 1 hari yang dirapel, oleh karenanya saya mendaatkan tambahan badge “You are excellent”. Sedikit naik level dari tantangan game level 1 kamrein yang hanya menuntaskan 10 hari tantangan. Ini sebagai bentuk apresisasi dari Tim Fasilitator Bunda sayang karena komitmen dan konsisten dalam menjalankan tantangan. Karena kemandirian bukan bertujuan memperoleh badge, maka melanjutkan tugas-tugas kemandirian lainnya adalah sebuah kewajiban. Meski tanpa dokumentasi, meski tanpa laporan tiap harinya, esok-lusa kita sendiri yang menerima buah dari hasil didikan kita saat ini.

            Dulu jauh sebelum saya mendapatakan amanah, melihat kakak kandung yang mengajarkan kemandirian kepada anaknya yang saat itu berusia 3 tahun membuat saya tak tega. Kesannya “tega banget” anak seumur itu harus mandi sendiri, berangkat sendiri dll. Tapi kini setelah mendapatkan kuliah di bunda sayang, saya merutuki sendiri bahwa tidak seharusnya saya menjudge mereka yang mencoba mengajarkan kemandirian sejak dini. Karena itulah yang harus dilakukan. Bukan karena kita jahat, tapi kita sayang akan keberlangsungan kehidupan buah hati kita kelak. Semoga saya bisa terus konsisten mengajarkannya, mempraktekkan setiap waktu dan setiap saat. Karena ternyata masih banyak PR yang belum saya tuntaskan salah satunya adalah Toilet Training, weaning with love (WWL), dst.

            Karena menulis adalah upaya untuk menasehati diri sendiri. Terima kasih IIP, terima kasih Bunda Fasilitator, terima kasih ibu-ibu hebat yang saling bersinergi untuk terus belajar, untuk terus berproses kearah yang lebih baik.

#AliranRasa
#GameLevel2
#MelatihKemandirian

#KuliahBunsayIIP

You May Also Like

10 comments

  1. wahh keren banget mba. sampai dipantau tiap hari untuk kemandiriannya

    ReplyDelete
  2. Programnya bagus ya mbak, ada game untuk melatih kemandirian anak dan dipantau terus perkembangannya.

    ReplyDelete
  3. Terimakasih untuk sharingny mbak. Memang anak anak lebih baik jika di persiapkan kemandirian sejak dini ya.

    ReplyDelete
  4. Ibarat pohon, kalau sudah besar tidak bisa dilenturkan. Begitu juga anak. Sejak kecil adalah waktu yang tepat untuk menanamkan kebiasaan baik. Kalau sudah besar, wah repot...

    ReplyDelete
  5. Golden age kalo kata orang-orang ya Mba. Masih kecil lebih gampang menyerap kaya spons. Jadi harus diberi pengetahuan yang mumpuni sejak dini

    ReplyDelete
  6. Keren banget aktivitasnya dan dapat badge excellent pula. Semangat mba untuk game selanjutnya *saya juga :D*

    ReplyDelete
  7. Seru ya mbak kalau dibuat model list seperti itu. Nanti coba-coba terapkan ke si kecil di rumah juga ah..

    ReplyDelete
  8. Kereeeenn. Aduh aku penasaran gmn sih cara join IIP? Selama ini terus terang suka keteteran nih kalau masalah melatih anak2 mandiri atau apa gtu TFS

    ReplyDelete
  9. Sampai dibikin list kemandirian anak per hari, keren banget mbak! Bisa aju infoin untuk keponakan aku nih..

    ReplyDelete
  10. Anakku juga susah banget disuruh gosok gigi, akhirnya baru semangat setelah liat video upin ipin yang gosok gigi plus aku atau papanya ikut gosok gigi juga.

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.