Saat Labib Terkena Muntaber dan Tips Mengatasinya.

by - December 29, 2017


            Akhir tahun seperti ini identik dengan liburan. Pun saya sebagai IRT yang sehari-harinya berasa liburan, mau juga liburan tipis-tipis salah satunya adalah pulang kampung ke rumah ibu. Hampir 2 bulan saya tidak pernah lama dalam artian menginap di rumah ibu karena pak suami sedang kuliah lagi di kota. Jadilah saya memendam rindu pulang kampung. Tanggal 21 desember bertepatan dengan hari kamis, saya pulang kampung dianter suami yang mau meneruskan perjalanan ke nganjuk.


            Dan sabtu saya nekat ngajak Labib ke taman kelinci *reviewnya soon yak* yang terletak di daerah Pacet, Mojokerto seorang diri. Wonder woman nggak? Iyain aja ya hehehhe. Berangkat pagi, pulang dhuhur. Meski tidak sesuai ekspektasi, yach saya lumayan puas karena lihat Labib yang kegirangan bermain bersama kelinci-kelinci yang menggemaskan itu. bahagia yang sederhana bukan?
          
baca juga: unconditional love is love of mother 

       Sesampainya di rumah, ada tape ketan ireng yang seger banget pas diminum saat dahaga seperti ini. eh reflek saya kasihkan ke Labib yang juga minta disuapin. “Jangan banyak-banyak, mencret loh.” Ibu mengingatkan. Hanya 2 suapan, setelahnya kuhabiskan seorang diri. Tak lama setelahnya, Labib pun diare. Pup nya encer. Hari sabtu pupnya 2 kali, sore dan malam menjelang tidur. pas tengah malam, dia muntah yang isinya berupa ASI. Dan kronologisnya seperti dibawah ini:

Sabtu, 23 desmber 17             : pup 2x, muntah sekali.

Minggu, 24 desember 17       : pup 3-4x, muntah 3x, langsung saya periksakan ke bidan. Dapat obat panas, obat diare, dan obat kembung. Saya baru ingat pas kemarin ke pacet, sandalnya saya lepas karena sandalnya jatuh pas berangkat jadilah saya taruh di jok sepedah. Ia saya gendong tanpa alas kaki (penyebab masuk angin). Minggu sore masih muntah, saya balur bawang merah dan minyak telon untuk menghilangkan masuk anginnya. Malamnya saya pijatkan, karena panasnya belum juga turun. Dari situ, saya tahu bahwa ia juga ‘lesoh’ akhirnya bisa tidur nyenyak malam hari.

Senin, 25 desember 17           : masih pup tapi sudah tidak muntah, badannya juga nggak sepanas kemarin. Karena sangat rewel, minta gendong terus akhirnya kami ajak pulang ke buduran. Malam masih pup jam 12 malam dan jam 3 pagi. 

Selasa, 26 desember 17          : masih minum obat, dan saya beri tajin. Berharap pupnya udah nggak keluar lagi. Jam 6 malam, saya kasih lacto-B, saran dari teman facebook. Jam 3 pagi baru pup.

Rabu, 27 desember 17           : saya kasih parutan pentil sawo dicampur dengan kunyit plus madu. Lalu saya bawa ke bidan lagi, karena merasa obat dari bidan pertama tidak ada efeknya. Dari jam 3 pagi, sampai jam 6 sore baru pup lagi. artinya diare nya belum benar-benar mampet.
            Meski jarak pupnya lumayan agak lama, saya masih belum tenang karena badannya lemas sekali. Lemas karena tidak ada asupan makanan apapun sejak hari minggu, sampai rabu. Cuma 1-2 sendok bubur. Tapi untungnya pada hari rabu ini, ngASInya lumayan lama daripada hari-hari sebelumnya. Minimal ia tidak kehabisan cairan. Ini bisa dicek ke diapersnya, meski pup berkali-kali, ia juga pipis di diapersnya

Kamis, 28 desember 17          :  masih tetap saya beri obat dari bidan kedua ditambah dengan parutan kunyit. Tapi ia sudah mau makan nasi, meski 3 suapan. Artinya tubuhnya sudah kemasukan energi walau sedikit. Setelah dhuhur, dipijatlah ma mbah utinya di bagian punggung. Atas pantat. Dan sorenya udah mau makan nasi lagi. Alhamdulilah.

Jumat, 29 desember 17          : Labib sudah sembuh, alhamdulilah. Sudah ngoceh. Pupnya pagi tadi setelah bangun tidur. sudah ada ampasnya, tidak cair kayak kemarin-kemarin.
            Akhirnya badai itu berlalu. Sakit selama seminggu itu hanya 2x yang kurasakan. Pertama saat ia terkena campak. Dan kedua ya ini saat muntahber. Padahal kamis siang saya dan ayahnya  berencana mau membawanya ke DSA yang recommended dari seorang teman. Eh sorenya ia sudah lumayan sehat. Alhamdulilah dompet emaknya aman #eh. Selama seminggu kemarin Ada beberapa hal yang bisa saya kasih tips untuk anak usia dibawah 5 tahun saat diare:


1.      Jangan pakaikan diapers. Ini untuk mengontrol pipisnya. Kalau masih pipis, artinya anak tidak dehidrasi. Jadi sediakan kain/ jarik yang tidak dipakai sebagai alas dia waktu tidur. memang sich tidak efektif karena pipis dan pupnya akan kemana-mana. Kembali lagi, ini untuk mengontrol agar si Balita tidak kehilangan cairan. Kalau sudah tidak pipis, wajib segera di rujuk ke Rumah sakit terdekat.

2.      Beri teh pahit sebanyak mungkin. Kalau nggak mau? Ya usaha sampai bisa, karena anak yang diare itu mengeluarkan banyak cairan, lihat aja pupnya berupa cairan nggak ada ampasnya. Inilah yang ditakutkan kalau balita diare, dia akan kehabisan cairan dan lama-kelamaan kalau tidak tertangani bisa menyebabkan kematian. Jadi jangan anggap remeh ya, emak. Kalau ilmu medis, beri pedialite (harus habis selama 24 jam) atau oralite untuk menambah cairan di tubuhnya.

3.      Karena ibu saya ‘njawani’ tanpa sadar sayapun mengikuti jejaknya. Medis dan traditional saya padukan. Ramuan jawanya simple yaitu: pucuk daun jambu (ambil ganjil 3, 5, atau 7 daun), pentil sawo, lalu kunyit. Parut semua jadi satu, kasih air, peras. Ambil airnya ditambah dengan sedikit madu, agar berasa manis meski masih banyak ‘sepet’nya.

4.      Kalau ilmu medis, beri lacto-b. kemarin saya beli 3 buah yang harganya 6600.
,     
     baca juga: Bingung saat anak mau disapih, tapi tidak mau susu formula? Gizidat-in aja!

Dari googling pun didapatkan fakta memang penyakit diare yang diderita anak-anak jauh lebih lama bisa sampai 5-7 hari. So stay calm and berusaha terus untuk menambah asupan makanan dan cairan agar tubuhnya tidak banyak kehilangan cairan. Jadi kalau ditanya obat apa yang manjur untuk Labib? Pun saya tidak bisa menjawabnya. Entah obat traditional atau obat generic dari bidan. Karena pas hari kamis saya sudah tidak memberinya obat. Labib susah masuk obatnya, harus dipaksa. Karenanya saya lebih membebaskannya dan tidak ingin ia trauma obat gegara saya memaksakannya untuk minum obat.

Setidaknya saya tahu bahwa MAKANAN dan MINUMAN adalah obat dari segala macam penyakit termasuk muntaber. Meski ia diare kalau ia mau makan pasti masih energik karena ada yang ia keluarkan. Wallohu a’lam bin showab. Ada yang punya pengalaman serupa? Share di kometar ya emak.   

You May Also Like

24 comments

  1. Anak saya pernah muntaber, dikasih makan dan minum hasilnya ga maksimal, anakku kritis, akhirnya di rawat seminggu mba.
    Semoga anaknya sehat selalu ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setiap anak emang kondisinya berbeda yaa mbaa, amin. Semoga dehat selalu juga semuanya.

      Delete
  2. fiuh, alhamdulillah teratasi ya. malah jadi ajang untuk menambah kepintaran Labib ya :)

    ReplyDelete
  3. Wah, resep ramuan jawanya perlu dicatat, nih. Buat jaga-jaga, hehe ^^

    ReplyDelete
  4. Diare karena masuk angin juga bisa bun, yg penting kasih orarit. Pertolongan pertama

    ReplyDelete
  5. Iya, jgn kasih pampers, di balurin sama minyak tawon atau kayu putih perutnya dan ke dokter

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah sudah baikan lagi Labib ya Mbak 👼
    Wonder women banget mbaknya,
    Pengalaman muntaber Labib jadi tau cara mengatasinya ya mbak,
    TFS ya mbak
    Salam Kenal dari Bumi Jember
    (Rurohmadotcom)

    ReplyDelete
  7. Aku pernah mba nangani anak pas muntaber. Duh sedihnya liat anak jadi lemas. Sehat sehat ya labib

    ReplyDelete
  8. Ilmu yang bermanfaat mba, makasih ya tipsnya mba.
    Aku belum punya anak, tetapi bekal banget buat ke depan.

    ReplyDelete
  9. Kalau si kecil sudah kena sakit, hati sangat tidak tenang. Beragam cara ditempuh supaya lekas sembuh. Kombinasi cara tradisional dan modern memang perlu supaya bisa mendapatkan hasil maksimal

    ReplyDelete
  10. anak boleh ya dikasih teh? Soalnya teh mengurangi penyerapan zat besi. Aku pernahnya pakai lacto-b sesuai rekomendasi ibuku.

    ReplyDelete
  11. labib mau pinteer tuh kata orang dahulu,..emang anak kecil nggak jauh3 dari muntaber, demam, flu...semoga anak2 kita selalu sehat yaa mba

    ReplyDelete
  12. Sejauh ini Fahmi putra saya belum pernah kena. Semoga sih jangan sampai ya... Ga tega kayanya lihat anak sakit

    ReplyDelete
  13. Harus lebih perhatian deh urusan asupan makan minum buat anak. Terima kasih infonya

    ReplyDelete
  14. aku belum pernah nanganin muntaber mbaa.. pas sakit ada muntah aja aku udah puyeng banget deh rasanya. Sedih..
    Bermanfaat banget deh artikelnya... Labib sehat2 terus yaa

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah deh kalau memang sudah sehat.. semoga seterusnya yaa mbak.

    ReplyDelete
  16. duh memang muntaber penyakit paing sering melanda anak-anak ya.. harus siap siaga sebagai ibu

    ReplyDelete
  17. si K juga pernah diare sekali. Pusing banget deh aku. Manalah seminggu lagi kita mau pergi liburan ke Bangkok waktu itu. Bismillahin aja, alhamdulillah diarenya berenti 2 hari setelah liburan >.<

    Kalau sekarang dijagain bener deh. Terutama minumnya. Aku selalu ngasih air alkalie buat si K dari bioglass. Alhamdulillah lebih mendingan jarang sakit lagi :D

    ReplyDelete
  18. Lacto b itu obatnya seperti apa, maunya fotonya detail karena anak- anak rentan sakit

    ReplyDelete
  19. Alhamdullilah dedek kuat, mb. Tetanggaku muntah 16x dalam sehari sakit langsung dehidrasi.sehat yerus yaa de

    ReplyDelete
  20. Sekali-kalinya Sultan pernah diare dan ternyata repot banget. Padahal diare juga cuma sehari.

    Mudah2an anak-anak kita selalu diberi kesehatan ya mba.

    ReplyDelete
  21. semoga sehat-sehat ya nak, pernah banget mengalami anak2 kena diare dan muntaber. Lacto B juga pernah dicoba.

    ReplyDelete
  22. Semoga sehat terus ya dedek, Tfs mbak artikelnya bagus bisa nambah pengetahuan buat saya.

    ReplyDelete
  23. Sehat terus Labib, TFS mbak, bermanfaat sekali...

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.