Unconditional Love is Love Of Mother

by - December 19, 2017


“Seorang ibu sanggup merawat 10 anaknya, tapi 10 anak belum tentu sanggup merawat seorang ibu” - unknown 
            Siang itu secara tak sengaja saya mendengarkan ceramah Habib Ali Assegaf yang mengambil tema ibu. “Kenapa kita jauh-jauh dan bersusah payah mencari surga-Nya Alloh di luar rumah, sedangkan surga kita amat dekat sekali. Bahkan selalu berdampingan dengan kita. Ialah BERBAKTI KEPADA ORANG TUA, khusunya IBU.” Seketika lamunan saya jauh melesat ke rumah parkiran dekat dengan jalan raya. Rumah ibu saya bersama-sama dengan ayah dan adik-adik saya. Ialah rumah yang juga digunakan sebagai tempat parkir bagi mereka yang akan belanja ke pasar, ke sekolah, bahkan ke pabrik. Mata pencaharian ibu untuk mengusir bosan serta agar dapur selalu mengepul.


            Diusia yang tidak lagi muda, kini saya menyesal bagaimana sampai saat ini saya belum bisa berbakti kepada ibu. Setelah semua cintanya tercurahkan kepada saya hingga saya memiliki keluarga  serta anak lelaki yang baru berusia 22 bulan, membuat saya merutuki diri bahwa menjadi ibu bukan tanggung jawab yang remeh. Menjadi ibu bukan hanya status semata. Tapi kelak akan dimintai pertanggung jawaban.

            Dengan menjadi ibu yang baik bagi Labib inilah salah satu cara agar pahala ibu saya (nenek Labib) akan senantiasa mengalir sebagai amal jariyah beliau. Bahwa anak yang dulunya ia didik, kini (semoga) bisa mendidik cucunya dengan sepenuh hati, mengarahkan untuk cinta ke Robbnya, dan menjadi pribadi yang membanggakan. Seperti cerita PAY IT FORWARD. Yaitu melanjutkan kebaikan yang kita dapatkan untuk diteruskan dan disebarkan ke orang lain dengan kebaikan pula. 

            Saat untuk pertama kalinya mendengar tangisnya pada tanggal 4 Februari 2016 pukul 22:00 adalah saat yang membahagiakan bagi saya. Saya terlahir kembali dengan status baru yaitu A MOM. Ada doa dan azzam yang kuat dalam diri, bahwa saya harus menjaga dan merawat anak ini semampu saya. Menemaninya setiap saat, dan mencukupkan semua kebutuhannya. Bahagianya menjadi ibu tidak dapat terlukis dalam aksara maupun tinta di atas canvas.

Apakah menjadi ibu berakhir dengan bahagia tanpa halangan?

            Menjadi ibu tidaklah tanpa halangan. Anak baru bangun, yang dicari ibu. Anak baru pulang sekolah, yang dicari ibu. Anak lapar, yang dicari ibu, anak minta uang saku yang dicari ibu #eh bukan, yang ini tugas ayah hehehe.  Menjadi ibu itu istimewa karena di dalmnya ada pelajaran yang tiada henti, ada kesabaran tanpa batas, ada tangis yang diam-diam merembes, ada keluh yang senantiasa ia keluarkan di 1/3 malam, ada semangat untuk survive ditengah kesempitan-kesempitan yang melanda bukan karena kita hebat, melainkan ada ANAK yang harus kuat batinnya dengan melihat ibunya setegar batu karang. Dan itulah nantinya yang akan menguatkan anak untuk mengarungi bahtera kehidupan, karena ada IBU yang menjadi tempat teladan pertama dan utama. Itulah mengapa ibu dijuluki sebagai madrasatul ula. Sekolah pertama bagi anak. Karakter, sikap, sifat itu terbentuk bagaiaman ibunya mengajarinya, bagaimana ibunya berperilaku di depannya, bagaimana ibunya berbersikap di depannya.

            Ujian bagi ibu yang sangat menguras fisik lainnya adalah saat anak sakit. Oleh karenanya saya mengusahakan untuk memenuhi semua asupan Labib agar bergizi seimbang. Tidak lain adalah untuk meminimalkan penyakit yang datang. Jelas semua orang tua tidak menginginkan anaknya sakit, tapi sakit sendiri adalah sunnatulloh, takdir dari-Nya setelah semua ikhtiar kita lakukan. “Masih banyak sehatnya, daripada sakitnya. Jadi yang sabar dan ikhlas.” Itulah semangat Ibu mertua saat melihat saya keletihan dalam menjaga Labib saat sakit. Karena saat sakit ia rewel sekali. Maunya digendong terus oleh saya, dan nggak mau digantikan siapa pun. Setelah beberapa kali merawat Labib saat sakit, khusunya demam (sebagian besar karena setelah mendapatkan imunisasi) serta membaca literature dari panduan mengasuh balita, dapat saya simpulkan beberapa tips untuk merawat anak sakit.

Tips Mengatasi anak demam:

1.      Calm down. Tenang dalam bertindak dan bersikap. Ini penting sekali. Karena anak melihat reaksi pertama ibu. Kalau ibunya cemas, panic, khawatir maka ia tidak bisa berfikir jernih. Ia terbayang-bayang kondisi terburuk yang akan dialami anak. Padahal sejatinya demam sendiri adalah upaya kekebalan tubuh dalam menangkas bakteri/ virus yang sedang mengindap di tubuh anak.

2.      Beri makanan dan minuman seperti biasa, meski ia makan sedikit sekali. Hal ini wajar karena perubahan suhu tubuh juga mempengaruhi perubahan organ tubuh lainnya. Seperti lidah yang terasa pahit, badan tidak enak, dll. Jangan lupa beri minum yang banyak, karena biasanya anak yang demam, urinenya juga banyak dikeluarkan. Biar tidak dehidrasi, berilah minuman yang banyak.  

3.      Longgarkan pakaiannya. Tujuannya untuk menurunkan suhu tubuh. Ini yang baru saja saya tahu sejak memiliki anak. Karena dahulu, mind set saya berkata bahwa kalau sakit, pakaikan baju hangat. Agar semua panasnya keluar. Pengetahuan yang salah kaprah. Karena pada saat suhu tubuh tinggi, beri ia keluasaan untuk meredakan suhu dengan memakaikan baju senyaman mungkin.

4.      Jangan memandikan si kecil dengan air dingin. Hal ini akan membuat tubuhnya shock dan suhu tubuh akan semakin meningkat. Disarankan untuk mengelap saja tubuhnya dengan air hangat. Usap bagian wajah, dan kemaluan agar tetap terjaga kebersihannya.

5.      Beri obat penurun panas. Di apotik sudah banyak obat pereda panas dengan berbagai merek. Tapi saya rekomendasikan obat panas TEMPRA. Kenapa tempra? Karena bisa menurunkan suhu amak dengan dosis sesuai anjuran.

6.      Bila tak kunjung reda, segera bawa ke dokter. Bila demam berlanjut, segera bawa ke bidan/ dokter terdekat.

Penyakit yang sering di derita labib, adalah demam. Masih teringat dulu saat untuk pertama kalinya mendapati Labib demam, saya yang masih minim ilmu dan tanpa ada yang ditanyai itu serasa pengen lari dari kenyataan #hiks. Saking paniknya saya waktu itu. lalu saya gooling, mendapatkan resep traditional dengan membalurkan bawang merah yang sudah dicampur dengan minyak telon ke sekujur tubuhnya. Setelah menjelang sore, panas tak kunjung reda. Akhirnya saya belikan TEMPRA di apotik terdekat. Tempra bagi saya, obat demam yang pas karena setiap umur anak, beda-beda produknya.

v  Tempra Drops (Rasa Anggur): untuk usia 0-1 tahun. Setiap 0.8 ml Tempra Drops Mengandung 80 mg paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Pun penggunaanya disesuaikan dengan dosis dari dokter, yaitu setiap 4 jam sekali tapi tidak boleh lebih dari 5x dalam sehari.
            
           3 bulan                  : sesuai anjuran dokter
           3 - 9 bulan             : 0.8 ml
          10 - 24 bulan         : 1,2 ml
  Karena anak dibawah usia 2 tahun akan kesulitan jika menggunakan sendok, maka Tempra menyediakan safti dropper/ pipet sebagai alat untuk memsukkan syrup ke mulut baby. Caranya yaitu isi pipet sampai garis yang dianjurkan. Jumlah yang dianjurkan diperoleh dengan menekan karet pipet satu kali dengan kuat. Setelahnya teteskan langsung di lidah baby dengan safti-ropper, atau bisa juga dicampurkan dengan sari buah atau cairan lain. Agar baby tidak merasakan obatnya.

v  Tempra Syrup        : untuk usia 1-6
Tempra ini mempunyai rasa anggur yang berguna untuk menurunkan panas dan meredakan nyeri. Setiap 5 ml Tempra Syrup mengandung 160 mg paracetamol. Paracetamol ini bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Pun penggunaanya adalah sebagai berikut:
a.       Dibawah usia 2 tahun : sesuai dengan peunjuk dokter/ gunakan tempra drops.
b.      2-3 tahun         : 5 ml
c.       4 – 5 tahun      : 7,5 ml
d.      6 – 8 tahun      : 10 ml/ gunakan Tempra Forte
Kalau di Tempra drops ada pippet, di Tempra syrup ada gelas takar untuk mengukur dosisi sesuai anjuran.

v  Tempra Forte ( 6 tahun keatas)
Tempra Forte mengandung 250 mg paracetamol pada seiap 5 ml nya. Paracetomol ini bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit.
Dosis penggunaanya pun disesuaikan dengan umur anak:
a.       6 – 12 tahun          : 5 ml – 10 ml
b.      12 tahun keatas     : 10  12,5 ml .5

Untuk usia Labib 2 tahun, maka Tempra Syrup adalah yang paling cocok. Obat ini tidak perlu dikocok terlebih dahulu, karena sudah larut 100% serta aman di lambung. Tak hanya sebagai penurun panas, juga bisa digunakan untuk meredakan nyeri sakit ringan, sakit kepala atau sakit gigi atau demam setelah imunisasi. Jadi kita bisa menemukan obat yang sama untuk berbagai macam penyakit, hemat kan?

Inilah kenapa cinta ibu dituangkan dalam segala hal yang berkaitan dengan anak dan keluarga. Bahkan untuk masalah sakit, harus jeli, harus mau belajar, harus mau sharing, harus mau membaca apa yang cocok dan tidak cocok untuk anak. Berbagai obat yang bertebaran di apotik tidak bisa langsung cocok untuk anak. Harus cek dan ricek terlebih dahulu. Selain untuk efek yang nantinya ditimbulkan, juga untuk ekonomis dan praktis. Kalau bisa digunakan untuk berbagai macam penyakit, kenapa nggak? Tentunya sesuai petunjuk pemakainnya ya.

Cinta memang selalu tidak selalu berupa ungkapan atau ucapan, tapi cinta selalu ditunjukkan dengan perbuatan. Melayani, merawat, dan membesarkan anak dan keluarga adalah bentuk cinta ibu yang tiada bisa kita gantikan sampai kapan pun. Dengan cara ini, ibu selalu di hati anak-anaknya. Dengan terus melayani, ibu selalu orang pertama yang dicari anak, dengan terus mengasihi, ibu selalu ada di hati anak dan suaminya. Itulah kenapa ibu adalah malaikat tanpa sayap yang dianugrahkan oleh Alloh kepada bayi mungil yang kita sebut sebagai anak. Inilah ikhtiar saya sebagi ibu, menunjukkannya dalam perbuatan, mengasihinya agar kedekatan itu selalu terjaga, dan mendoakannya dalam dekapan cinta. Karena cinta tak bersyarat itu adalah cinta seorang ibu kepada anaknya. 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Tempra. 

You May Also Like

29 comments

  1. Tempra ini memang bener2 andalan, anakku kl Panas aku kasih Tempra

    ReplyDelete
  2. Bener banget ya, anak 10 kadang saling lempar tanggungjawab hiks, kok aku mewek baca pembukanya mba

    ReplyDelete
  3. Aku juga sedia tempra di rumah buat jaga2 kalo anak demam, apalagi sekarang banyak yang sakit musim hujan gini.

    ReplyDelete
  4. Kita tentu khawatir bila anak demam ya mbak Atiqo. Selalu sedia Tempra merupakan salah satu solusi mengatasi demam pada anak. Sehat terus ya Labib ^^

    ReplyDelete
  5. Anak panas memang kadang bikin ibu panik. Tapi memang seharusnya ibu harus calm down dulu supaya tau tindakan apa yang harus dilakukan dan anak pun juga tak ikut panik. UUntung ada tempra ya.

    ReplyDelete
  6. Suka banget sama taglinenya " Cinta memang selalu tidak selalu berupa ungkapan atau ucapan, tapi cinta selalu ditunjukkan dengan perbuatan" KEREEN

    ReplyDelete
  7. Halo mbaaa. Menjadi ibu kemudian membuatku sadar bahwa pengorbanan mama kepada kami anak-anaknya sangat luar biasa

    ReplyDelete
  8. Kalau saya pas anak demam berusaha keras jangan sampai juga ikut sakit. Karena siapa lagi yang jaga anak kalau bukan kita kan yak.

    Dan sebelum minum obat penurun panas, biasanya aku tenpelin bioglass seh. Biasanya belum sempat minum obat bisa turun juga panasnya ��

    ReplyDelete
  9. setuju mbak, kalau anak sakit, yang pertama ibunya kudu tenang agar bisa berpikir jernih dan melakukan yang terbaik untuk anak...

    ReplyDelete
  10. kadang anak banyak malah cuek2an mba. tp memang sejak punya anak. kita jadi lebih sadar yaa gmn rasanya jd ibu

    ReplyDelete
  11. “Seorang ibu sanggup merawat 10 anaknya, tapi 10 anak belum tentu sanggup merawat seorang ibu”

    Sering banget dengar ungkapan ini.. dan faktanya memang benar sih. Huhuhu

    ReplyDelete
  12. menyayangi anak memang harus unconditional. Mau anak nurut atau lagi ngambek, ya tetap aja kasih sayang ibu sepanjang jalan.

    ReplyDelete
  13. Aaaah baca ini jadi kangen Mamaku :') dulu juga jaman kecil kalo demam suka dikasih Tempra sama Mama

    ReplyDelete
  14. Menjadi ibu itu emang mengubah segalanya tapi kalau diingat2 lagi bikin bersyukur krn diberi kesempatan Allah jd ibu :D

    ReplyDelete
  15. Unconditional love dari ibu buat anaknya memang.. Tidak bisa digantikan bahkan oleh anak itu sendiri.

    ReplyDelete
  16. Aku juga kasih tempra kalau anak demam.

    ReplyDelete
  17. Ibu adalah surga terdekat kita. Yang masih punya Ibunda, yuk kejar surga itu.

    ReplyDelete
  18. Ahh Menjadi Ibu emang ga ada lelahnya, selalu memberikan yang terbaik buat anak2nya meski dalam keadaan sakit ya.

    ReplyDelete
  19. Pengetahuan baru neh, kasih baju yg nyaman saat anak sakit

    ReplyDelete
  20. Ibu adalah orang yang luar biasa, apapun dilakukan demi anaknya.

    ReplyDelete
  21. Ibu, profesi paling mulia, ya, mbak. Semoga ibu2 kita bahagia, dan semoga kita bs jd ibu yg membahagiakan bagi anak. Aamiin

    ReplyDelete
  22. Ibu adalah segalanya, kasih sayangnya begitu tulus. Kalau anak sakit ibulah orang pertama yang paling cepat mencari solusi dan paling tau obat apa yang selama ini cocok untuk anaknya. Jadi kangen ibuu..

    ReplyDelete
  23. Kalimat pembuka menohok banget..emang kita selamanya gak akan bisa membalas jasa ibu..

    ReplyDelete
  24. Humm.. Kasih ibu sepanjang masa.. Kasih anak sepanjang penggala begitumah pepatah yang pernah saya dengar.. Semangatt moomss..

    ReplyDelete
  25. Kalau anak sakit emang rasanya hati tu hancur ya mbak. Tapi ibu kudu tetep waras dan strong.
    Saya jg selalu sedia Tempra di rumah buat jaga2 pas anak2 demam :Da

    ReplyDelete
  26. Bener banget, Mbak. Sebagai ibu kita memang harus terus belajar termasuk belajar memilih mana obat yang cocok untuk anak-anak kita. Alhamdulillah ya sudah menemukan Tempra sebagai penolong di kala anak demam. Salam buat si kecil Labib, semoga sehat-sehat selalu ya, Nak :)

    ReplyDelete
  27. Jaman saya kecil dulu seorang ibu punya banyak anak dan sang ibu gak pernah kerepotan mengurud anaknya.. Bahkan tetangga saya anaknya 10 orang dan alhamdulillah sukses semua..

    ReplyDelete
  28. unconditional love itu memang datangnya cuma dari ibu ya mba, jadi kangen anak-anak di rumah.

    ReplyDelete
  29. setuju mba, memang sebagai ibu harus terus belajar, termasuk membuat anak nyaman dngan kita. sebagai mama baru saya masih belajar tentang itu

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.