4 Tips Saat Anak Disapih Berdasarkan Pengalaman Pribadi

by - January 29, 2018

Aku udah 2 tahun loh!

            “Tepat tanggal 4 besok, segera bawa ke pak mimin. Terus ibu akan bikin slametan buat Labib.” Itulah kurang lebih petuah ibu mertua menjelang usia Labib yang ke-2 tahun. Sejak bulan januari memang Labib sudah saya sounding untuk tidak lagi nenen. Jawabannya selalu dengan tangisan dan rengekan. Setelah dapat wejangan dari ibu mertua, segera saya bulatkan tekad malam itu. senin 21 januari 2018 untuk melepaskannya dari nenen.


            Senin malam ia tertidur diatas PD saya, tanpa nenen. Meski 15 menit pertama tantrum, cranky dll. Rasa was-was kian melingkupi saat menjelang malam. Karena biasanya malam hari ia terbangun dan mencari nenenya. Bismillah saja semoga dikuatkan oleh Alloh. Benarlah bahwa malam hari, ia terbangun minta nenen. Saya keluarkan PD saya, tapi tanpa nenen. Cukup memegangnya saja. Akhirnya ia tidur pulas lagi.

   
         Sampai saya buat catatan saya sendiri, untuk melihat kebiasaan Labib setelah tidak nenen lagi. ini perjalanan selama 2 hari:

Day-1 (selasa, 22 Januari 2018):
            Bangun tidur pukul 07.00, dia mau nenen, saya kasihlah karena nggak tega semalaman tidak nenen sama sekali. Dilanjut dengan sarapan-mandi. Memang saya balik sarapan dulu baru mandi, karena kalau mandi dulu nanti piringnya numpuk lagi wkwkkw *abaikan*. Plus sekalian kalau beberes IRT harus dalam keadaan perut kenyang, karena kalau lapar rentang esmoni (baca: emosi). Setelah sarapan, seperti biasa saya ajak beberes seperti mencuci baju dan mencuci piring kotor.
            Semua beres sekitar pukul 10.00, ia minta maem lagi dengan drama ecer-ecer karena maem sendiri. Setelah maem, minta tidur sambil mimik dot. Setelah dikusuk-kusuk sebentar ia tidur pulas sampai pukul 14.00 (Alhamdulilah). Bangun, langsung minta dot lagi. maen dan makan malam sampai pukul 22.00 baru ia pulas tidur.

Day-2 (rabu, 23 januari 2018)
            Pagi hari, sekitar pukul 03.00 badan saya mengigil hebat sampai rebutan selimut dengan paksu. Mengigil seperti ini terakhir saya alami, akhir tahun kemarin saat terkena typus. Apakah saya kena typus lagi? semoga tidak. Lalu saya merasakan PD saya bengkak. Oh ini gegara ASI yang tidak keluar, batin saya. Setelah subuh saya pompa PD saya, nggak bisa keluar. Dikit sekali keluarnya. Tapi lumayan enakan. Lanjut saya kasih kubis dari dalam kulakas (cari info di google). Setelahnya pekerjaan IRT harus dituntaskan, kalau tidak bakalan menumpuk. Sebelum beberes, saya makan salad dulu. Lumayan seger buat badan yang lagi drop. Tapi saya meninggalkan mentimun, karena timun nggak bagus untuk pusing saya yang punya riwayat darah rendah.

     
       Mama nggak boleh sakita adalah benar adanya. Sambil nahan nyeri, saya bereskan satu persatu pekerjaan itu. kasihan Labib, maenan sendiri di dalam rumah apalagi hujan dari pagi nggak berhenti makin mager jadinya. Menjelang siang, dot kedua sudah habis Labib belum mengantuk akhirnya saya tinggal tidur duluan sambil menutup mata atas perubahan kamar yang lebih menyerupai kapal pecah. 11.30, labib ndungsel kesaya bertanda ia kelelahan. Minta dibukain nenen. Saya sounding lagi, lalu saya kusuk-kusuk badannya. Akhirnya terlelap.

            14.10 pas ayahnya masuk kamar, digodalah anaknya. Aslinya nggak mau bangun, minta nenen, ya sudahlah saya kasih dikit. Diempot beberapa kali. Lumayan juga buat saya, penghilang nyeri. Heheheh. Lalu digantikan dengan dot, buatan ayah. “Biasanya sampai 5 hari. Pijet dan sesekali keluarkan ASI nya kalau tidak betah.” Cerita ibu mertua setelah saya ceritakan bahwa badan mengigil dan PD bengkak. “Kalau orang dulu, selimuti dengan celana dalam ayahnya. Tapi emak dulu nggak pakek begituan.” Sambil menahan tawa seisi rumah, aku pun mengurungkan niat untuk itu. nggak malah sembuh, yang ada kuman, jamur pada nempel semua wkwkkwkw. Baru terlelap diatas pukul 22.00 malam. Duh nak, sampai kapan begadang terus.

            4 hari sudah kini Labib tanpa nenen  sama sekali. Pun saya juga dalam tahap recovery. Ternyata menyapih sama sulitnya dengan awal-awal menyusui. karena Labib dulu sudah kenal dengan dot daripada put*ng saya. Oleh karenanya, membuatnya menghentikan dot juga perlu perjuangan yang berdarah-darah. Oleh karenanya sebelum ibu/ bunda/ moms/ emak memutuskan untuk menyapih, lihat support system dulu. Sudah kondusif atau belum. Karena menyapih tidak bisa kita lakukan sendiri tanpa bantuan dan dorongan yang kuat dari keluarga besar, minimal suami. Karena menyapih tidak hanya lepas dari nenen saja. Ada kondisi yang belum bisa dimengerti anak. Oleh karenanya ia akan sering tantrum, cranky, dan sederet aktivitas yang bisa menyulut emosi. Apalagi hormone yang membuat kita bahagia saat menyusui dulu dengan sendiri hilang bersama tidak produksinya ASI. Oleh karenanya penting sekali dipahami untuk melihat kesiapan orang-tua dan anak.


            Jangan menyapih anak saat sakit. Sapihlah anak saat ia siap. Terutama ibunya harus jauh lebih siap. Siap lahir-batin. Siap capek karena ulah anak kita yang tidak biasa seperti tidur larut malam, lebih aktif dan sangat sensitive. Sediakan multivitamin untuk menunjang aktivitas kita.

            Meski sampai hari ke-empat ini masih ada drama, Alhamdulilah semua masih bisa diatasi. Bersyukur saya karena Labib sudah bisa berkolaborasi, bekerjasama untuk mensukseskan misi ini. cranky, wajar. Tapi tidak sampai yang tahap gawat. Pun tidak minta gendong, atau yang gimana-gimana. Padahal kalau baca cerita ibu-ibu yang lainnya sata blogwalking ada yang sampai tidak tidur hingga pukul 01.00 karena itu tadi tidak ada yang membuatnya tertidur pulas. Bersykur saya, karena Labib sekarang jauh lebih pintar. Jauh lebih mengerti. “a-kit.” Itulah ucapnya saat meliat PD saya. Dan ia memilih untuk dibuatkan susu dot. Barokalloh nak. Semoga kelak engkau menjadi orang Shaleh, pintar, bertaqwa, dan berbakti kepada orang tua. Amin.

            Adapun tips yang bisa saya sarankan setelah menjalani 9 hari penyaihan adalah sebagai berikut:

1.      Miliki stok sabar yang melimpah. Berkali-kali saya ulang bahwa mental ibu harus kuat, harus tega, harus lebih sabar dalam membersamai anak yang tantrum, cranky dan sensitive. Kalau perlu alih tugaskan pekerjaan-pekerjaan yang bisa ditugaskan ke orang lain. Dan kita bisa focus ke anak. Karena sampai hari ke-delapan ini, Labib masih tantrum. Ditambah malam hari diatas pukul 01.00  terbangun lalu tantrum,. Nangis yang sampai jerit-jerit.

2.      Bagi tugas momong dengan suami atau keluarga besar. Kalau saya udah momong Labib pagi hari, saat siang saya minta istirahat dan Labib akan diemong oleh ayah atau mbah utinya. Ini saya sangat bersyukur mempunyai ibu mertua yang sabar dan sayang sekali dengan Labib. Makanya tak jarang beliau yang menggantikan saya momong, dan menyuruh saya istirahat. Subhanalloh, semoga kesehatan dan keberkahan selalu melimpahi ibu dan bapak mertua. Amin.  

3.      Habiskan energinya dengan main agar ia dengan sendirinya tidak ingat tentang nenennya. Saya sampai mengajaknya berkeliling kampung, demi mengalihkan perhatiannya. Mengejar kucing yang lewat di depan rumah, atau sekadar jalan-jalan kecil untuk olahraga siang #ops.

4.      Minum multivitamin. Saat PD saya bengkak, dan badan meriang. Saya menambah asupan vitamin sepert enervon-c atau vitamin-c. ini baik untuk menghadang badan yang lemas karena nyeri. Alhamdulilah ini sangat membantu saya dalam recovery. Dalam waktu 3 hari saya sudah bisa main-main lagi dengan Labib. Meski PD masih nyeri kalau dipegang.

Yeay!! tidak nenen lagi 

b   


Dalam penyapihan ini tidak sedikit saya menyerah, mencoba menghibur diri sendiri bahwa Labib belum waktunya disapih. Tapi setiap perasaan itu muncul, perasaan yang lain menguatkan. “esok atau sekarang akan sama saja perosesnya. Lebih cepat akan lebih baik. Pun ini juga demi kebaikannya kelak.” Memang diperlukan niat yang kuat agar tidak patah semangat di tengah jalan. Bagi ibu-ibu yang juga berjuang dalam penyapihan saat ini, yuk sama-sama bergandeng tangan. Bahwa kalian nggak sendiri. Minta support system ke orang sekitar karena kalian bukan wonder woman yang bisa menjalankan semuanya sendirian. 

You May Also Like

15 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.