Pentingnya Meningkatkan Kecerdasan Anak Demi Kebahagiaan Hidup

by - January 22, 2018

Day 2

            Januari adalah bulan ketiga saya menjalai tantangan game level 3. Yakni mengasah kecerdasan anak. Di IIP kecerdasan anak ada 4 yaitu: Kecerdassan Spiritual (kemampuan untuk mengenal Allah dan memahami posisinya sebagai hamba Allah atau disebut sebagi fitrah keimanan), kecerdasan emotional (kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri), kecerdasan intelektual (kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahka masalah, belajar memahami gagasan, berfikir, penggunaan bahasa, dsb) berdasar teori Howard gadger ada 9 macam kecerdasan intelektual ini: kecerdasan bahas, music, logica-matematika, spasial, kinestetik, intrapersonal, interpersonal, naturalis dan eksistensial, dan kecerdasan menghadapi tantangan (Adversity intelligence).

            Pengetahuan baru tentang Adversity intelligence. inilah kenapa bahwa orang-tua harus up date ilmu. agar tahu bahwa anak dikatakan cerdas tidak selalu tentang angka yang ada pada rapot. Orang-tua juga harus tahu bahwa anak bisa SUKSES dan BAHAGIA kalau ia mendapati bahwa passionnya sudah ia ketahui sejak dini. Siapa yang mengarahkan dan menemukan si passion ini? tidak lain adalah kita orang-tuanya. Jadi tantangan di zaman milenial ini semakin kompleks bukan? Yuk kosongkan gelas, agar bisa menerima ilmu khususnya ilmu parenting demi anak kita, buah hati kita yang kelak akan kita pertanggung jawabkan.
day 9

            17 hari tantangan ini saya  selesaikan. Menempa diri untuk bertindak lebih daripada geme-game sebelumnya. Yang working mom aja bisa, masak saya yang full time 24 jam nggak bisa? Begitulah teriak saya dalam hati. Dan alhamdulilah, tantangan itu terselesaikan. Point utama yang saya highlight adalah mengasah kemampuan Labib dalam berbicara. Bukan berarti saya tidak yakin bahwa labib bisa bicara tapi lebih ke stimulus saja. Dengan divariasikan beberapa kegiatan yang lain, agar dia tidak bosan.
Tanggal
Activity
Kecerdasan
Keterangan
4 – 1 – 2018
Lempar kertas
Kinestetik, visual-spasial
Tuntas
5 – 1 – 2018
Baca flashcards 3 buah
Linguistic
Belum tuntas
6– 1 – 2018
Baca flashcards 5 buah
Linguistic
Belum tuntas
7– 1 – 2018
Membaca doa safar
Spiritual
On proses
8– 1 – 2018
Baca flashcards 9 buah
linguistic
Belum tuntas
9– 1 – 2018
Bermain ke sawah
Naturalis
On proses
10– 1 – 2018
Bermain bersama teman
Social
Tuntas
11– 1 – 2018
Membaca buku
Linguistic
On proses
12– 1 – 2018
Menuang beras dari teko ke cangkir
Kinestetik
On proses
13– 1 – 2018
Menuang air dari teko ke cangkir
Kinestetik
On proses
14– 1 – 2018
Berjalan ke sawah
Naturalis
Tuntas
15– 1 – 2018
Mengenal geometri (segitiga, lingkaran, dan persegi)
Matematis
On proses
16– 1 – 2018
Menyapu
Kinestetik
Tuntas
17– 1 – 2018
Ke pasar tradisional
Emosional (jual-beli)
On proses
18– 1 – 2018
Memegang sayuran (wortel, kubis dan buncis )
Naturalis
Tuntas
19– 1 – 2018
Melafalkan nama benda
Linguistic
On proses
20– 1 – 2018
Buka-tutup zipper
Kinestetik
On proses

            Kurang lebih memantau perkembangan Labib selama 2 minggu ini, membuat saya takjub. Banyak progress yang ia capai. Pun kosa-katanya juga mulai bertambah. Kegiatan on proses artinya masih diperlukan stimulus lagi, lagi dan lagi. tapi kegiatan yang mengasyikkan seperti bermain bersama teman, memegang sayuran, berjalan-jalan ke sawah adalah kegiatan yang ia senangi. Jadi tuntas adalah keterangan yang pas karena dia tidak lagi merasa belajar, tapi naik level menjadi senang.

day 10

            Pun kegiatan seperti ini, banyak yang memang terencana dan ada beberapa yang at the moment. Seperti kegiatan membaca doa safar, hal itu saya ambil karena bertepatan dengan acara IIP Surabaya yaitu seminar bersama bu Septi dan pak dodik. Ke pasar traditional pun sama, juga melafalkan nama benda bersama ayah juga spontan karena dalam perjalanan silaturahmi. Jadi bagaimanapun situasi hari itu, tantangan harus diselesaikan.

            What your problem? NO
            Than, what? Challenge, challenge, challenge!!!!

#AliranRasa
#Game_level_3
#Kuliahbunsayiip
#kami_bisa
#MelatihkecerdasanAnak

You May Also Like

18 comments

  1. Keren amat ya ada tantangan seperti ini. Jaman anak kecil dulu belum banyak Mbak..Paling ilmu parenting ngandelin media cetak dan layar TV..hiks!

    Jadi pengin nambah nih lihat kegiatan Labib..hahaha

    Semoga sehat dan makin pintar ya Nak:)

    ReplyDelete
  2. setuju banget, orangtua juga harus update ilmu biar nggak ketinggalan ya mbak

    ReplyDelete
  3. Zamannya sudah berubah. Ortu kudu bisa mengimbangi supaya bisa mendampingi anak

    ReplyDelete
  4. Waa...mba Atiq berarti bareng sama mba Anggraeni yaa...IP Surabaya?
    Saya IP Bandung.

    Senang bisa apdet ilmu dari Ibu-Ibu pembelajar IP di seluruh Nusantara.
    Barakallahu fiik...

    Semangaatt, Labib.

    ReplyDelete
  5. Chalenggenya keren, gimana cara ikutan chalengge seperti ini

    ReplyDelete
  6. IIP Surabaya sama mba Ainun Analisa bukan ya mba? Beliau fasilitator di kelas saya :) Semangat terus belajar di IIP mba (sekalian menyemangati diri sendiri hihi)

    ReplyDelete
  7. Mbak Atiq, kerenn.. Saya save listnya juga hehehe, bisa untuk baca-baca buat ngelatih anak saya Mbak. Jadi penasaran tentang postingan IIP nya. Semangat yaa Mbak, terima kasih sudah berbagi Mbak

    ReplyDelete
  8. Asyik ya kuliah iip aku mendaftar lupa tanggal nya jadi kelewat deh. Kalau ibu ya rajin stimulasi pasti anak akan cerdas deh

    ReplyDelete
  9. Kusimpan yang di tabel mbak, buat belajar juga sama anak2 makasih :D

    ReplyDelete
  10. beruntungnya bisa ketemu dan berinteraksi langsung sama bu septi dan pak dodi.. saya ngefans banget sama beliau hihi

    ReplyDelete
  11. Memegang sayuran maksudnya agar apa mba? Btw main main disawah nanti jadi bolang hehehe ^^

    ReplyDelete
  12. Senengnya ada temen yang IIP jugak hehe. Semangat membersamai anak ya mbak :)

    ReplyDelete
  13. Challengenya menarik juga nih. Jadi pingin ikutan IIP ^^

    ReplyDelete
  14. Waah jd pingin ikutan IIP deh, tapi kuatir jg soal bagi waktunya krn msh kerja pergi pagi pulang sore

    ReplyDelete
  15. Keren ya IIP ini, belum jadi ibu" sih tpi tertarik sebenarnya utk gabung

    ReplyDelete
  16. Memang mau menghasilkan anak yang cerdas, kita harus kreatif dan mau capek ya, mak

    ReplyDelete
  17. Wah seru banget pilihan permainannya. AKu pernah bikin daftar selama 30 hari. Tiap hari beda kecerdasan. Susahnya ya di konsistensi melaksanakannya.

    ReplyDelete
  18. penting juga ya membuat tolak ukur perkembangan kecerdasan anak seperti ini, saya jadi terinspirasi akan menerapkan yang seperti ini ke calon anak-anak saya nanti. Aamiin

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.