Pages

Pages

Pages - Menu

Sunday, February 11, 2018

Bermain Di Playground


          Pagi ini kami menghabiskan waktu di alun-alun Sidoarjo. Sebelumnya memang ada janji dengan teman yang mau mengadakan kopdar seputar kepenulisan. Tapi sampai di sana, ada acara jalan santai ditambah ada orkes hingga menjelang siang. Jadilah kami jalan-jalan saja di playground pun tak sempat kopdar.


Namanya saja fasilitas umum. Jadi playgolroundnya penuh dengan anak-anak. Awalnya saya takut mengizinkan Labib untuk bermain, terlalu kecil usianya ditambah seluncurnya lumayan tinggi.

Tapi kembali lagi, bahwa jangan melarang anak. Anak akan belajar dari kesalahan. Okelah, mungkin hanya sekali atau dua kali saja kurasa cukup.

Labib begitu antusias bermain, berdesak-desakan dengan anak yang jauh lebih tinggi dan matang usianya. Hanya 3x putaran, semakin banyak anak bergerombol Labib menunjukkan ekspresi tidak nyamannya. Ia tidak begitu suka dengan banyak anak, apalagi ada anak yang sok-sokan menghalanginya agar tak turun ke papan seluncur. Ada semacam rasa tak terima Labib digituin. Akhirnya kubujuk ia untuk memainkan permainan yang lain.


Main papan seluncur, udah. Main jungkat-jungkit, udah. Lihat iguana, udah. 3 jam ngedate bareng Labib membuat saya makin mencintainya. Melihatnya berjalan, berlari dengan bola mata berbinar benar-benar meluruhkan rasa capek pada siang yang terik.

Dengan bermain outdoor seperti ini, anak bisa menyalurkan energinya. Melihat lebih jauh suka/ tidaknya aktivitas yg dia lakukan. Melihat dari dekat gaya belajar apa yang dominan untuknya. Lagi-lagi kinestetik melekat padanya. Barokalloh nak, sehat selalu ya.

#day11
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip

No comments:

Post a Comment

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.