Menuang Dengan Corong

by - February 14, 2018




Kemarin udah diwarning sama ibu kader bahwa hari ini ada imunisasi difteri. Saya pun was-was, karena berdasar cerita sesemamak yang anaknya udah di imunisasi menyatakan bahwa setelahnya akan nyeri, demam, dan efek lainnya. 

Saya prepare beberapa permainan untuk kita mainkan setelah dari posyandu. Tapi juga menyiapkan diri jikalau permainan itu tidak kita mainkan lantaran habis imunisasi yang menyebabkan tidak enak beraktivitas 

Jam 10.00 setelah dari posyandu, Labib sepertinya tidak merasakan demam/ nyeri yang diceritakan. Oleh karenanya kami bersiap melakukan permainan tuang-menuang menggunakan corong. 

Karena keterbatasan bahan dan alat, corong saya buat dari kertas karton. Awalnya ia tidak mau menggunakan corong, maunya langsung menuang beras ke dalam botol. "Tumpah nak kalau langsung ke botol. Dikasih corong biar tumpahnya nggak banyak." ia bersikukuh menuang tanpa corong. Ya sudahlah, beras tercecer kemana-mana. 

Nggak apa, kalau nggak gini nggak belajar namanya. Sesi kedua ia mencoba dengan corong, dan tercecernya sedikit. 

Anak ini selalu meneguhkan niatnya, yang artinya ia tetap pada pendirian hehehe. Dicopotlah corong, kembali ke aktivitas awal. 

Ibu hanya observer dan fasilitator nak. Jadi, jika kamu tidak mau ya nggak apa. Dan hasil observer kali ini adalah doi memiliki keinginan kuat untuk SUKSES. Amin. 

Gaya belajar meniru terlihat tidak dominan dalam aktifitas ini. Ia lebih suka dengan pikirannya sendiri. Namanya juga baru berumur 2 tahun, jadi gaya belajarnya masih berubah-ubah. Yang penting sudah mengajaknya beraktivitas walau hanya sekian menit. Karena itulah daya konsentrasinya. 

#day15
#tantangan10hari
#gamelevel4 
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip

You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.