Si Kinestetik, Visual, dan Peniru

by - February 20, 2018



            2 minggu membersamai Labib dalam game ini sangat menyenangkan. Apalagi saat ia antusias terhadap permainan yang saya sediakan. Tapi ada kalanya ia tidak antusias lantaran permainan yang saya sediakan membuatnya bosan atau kesulitan. Seperti pada kegiatan memeras jeruk, kegiatan ini sukses bikin saya istigfar berkali-kali karena Labib yang belum bisa diberi arahan. Setelah melihat alat yang saya sediakan, ia bertindak dengan feelingnya sendiri. Yaitu tuang-menuang air dari teko ke gelas. Ia percaya diri bahwa ia sudah bisa mengerjakan kegiatan ini dengan sangat bagus. alhasil kegiatan memeras jeruk berganti dengan kegiatan tuang-menuang. bisa diliha disini. tapi ada juga kegiatan yang bikin saya WOW banget karena melihat ekspresinya dalam bermain sortir colour disini.


            Diantara ke-enam gaya belajar yang ada di materi kelas bunsay IIP (Audio, Visual, Kinestetik, Meniru, Belajar dari orang yang berpengaruh, belajar dari kejadian/ peristiwa yang membuatnya stress dan belajar dengan kondisi saat tenang), Labib sangat dominan Kinestetik (bergerak, menyentuh meraba dengan tangannya, berlari, melompat dll), Visual (mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar, tidak terganggu oleh keributan), dan Peniru. Ia sangat cepat dalam gaya belajar meniru teman ini. saat ia bermain dengan teman, lalu si teman ini bicara apa, langsung ia contoh dan ia lafalkan. Disini saya mengalami dilema yang berat. Satu sisi saya senang karena dengan berteman ia dapat bersosialisasi serta menambah banyak kosa-katanya dalam berbicara. Disisi yang lain saya khawatir tentang kata-kata yang tidak pantas/ sopan yang bisa saja ditiru olehnya kelak.


            Lagi-lagi control ada pada orang tua, sejauh mana kami membolehkan dan melarang apa yang dilakukan anak. Inilah tugas terberat orang-tua. Memilah mana yang sesuai dan tidak bagi anak (ngomong sama kaca). Oleh karenanya saya sangat bersyukur adanya kuliah bunda sayang ini. ada banyak ilmu yang saya dapatkan, ada banyak pengalaman yang saya alami dengan Labib pun di dalamnya bonding antara orang tua –anak semakin erat. Karena pengasuhan adalah mengukir kenangan, semoga kelak saat ia dewasa ia selalu bisa mengenang apa yang kami lakukan untuknya. Betapa kasih ini tulus untuknya, betapa kami sangat menginginkan ia tumbuh menjai pribadi muslim yang taat kepada robb-Nya.

            Gaya belajar ini tidak lalu mengkotak-kotakkan anak dengan gaya belajar yang itu-itu saja. Murni hanya observasi dengan stimulus yang saya usahakan untuk memenuhi 3 kriteri diatas (visual, auditori, kinestetik) karena bukan tidak mungkin seiring berkembangnya zaman, berkembang juga pola berfikirnya serta gaya belajarnya. Jika saat ini Labib dominan kinestetik, visual boleh jadi kelak ia akan dominan auditori-visual etc. jadi saya sebagai fasilitator anak hanya bisa menstimulusnya dalam permainan hands on. Karena itu baik untuk anak dibawah usia 5 tahun. Mengaktifkan semua panca inderanya dengan permainan seperti memperkuat otot tangan koordinasi mata dan tangan, warna dan masih banyak yang lainnya. Browsing dan surfing anak belum usai, masih banyak game-game level berikutnya. Dan kami insyalloh siap menerima tantangan selanjutnya. Karena di game level ini, saya cukup puas dengan menuntaskan 17 hari tantangan. Alhamdulilah.


            Berbagai doa teruntuk founder IIP serta jajaran fasilitator yang telah membagikan ilmunya untuk saya, ibu yang miskin ilmu dan amal. Semoga kelak Alloh akan membalas semua kebaikan ibu dan fasilitator serta pejuang ibu-ibu hebat di kelas bunda sayang batch #4. Karena sebaik-baik balasan adalah datang dari-Nya.

#Aliranrasa
#level4
#GayaBelajarAnak

You May Also Like

4 comments

  1. anakku kayaknya masuk ke visual nba. Masing anak anak emang berbeda ya

    ReplyDelete
  2. Setuju. Tugas orang tua yang harus terus mencari seperti apa gaya belajar anak. Biar gak mudah menghakimi bila anak mengalami hambatan saat berlajar di sekolah. Bisa jadi penyebabnya karena gaya belajar di sekolah yang memang gak sesuai dengan anak

    ReplyDelete
  3. Aku masih belum dikelas bunda sayang. Semoga bs nyusulin temen2 yang sudah di BunSay. Sekarang usia 24 bulan aku belum tau anakku type belajarnya gimana. Sekarang suka nyanyi aja siiih :D

    ReplyDelete
  4. Wah menarik kuliah bunda labib. Eh tapi harus gabung IIP dulu ya mbak?

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.