Diet Karbo Yang Saya Jalani, Ini Ceritanya!

by - March 12, 2018


Tahun baru 2018 menjadi tahun yang penuh impian. Berbagai resolusi saya jabarkan dan tulis untuk segera dieksekusi. Apakah diet juga menjadi resolusi tahun ini? BIG NO. karena saya pikir, meski tubuh ini tidak se-ideal kala waktu lajang, saya bersyukur atas itu. ukuran timbangan selalu diangka 55kg setelah melahirkan. Melenceng dari resolusi tahun ini nggak apa-apa, yang penting adalah menambah kesadaran diri pentingnya menjaga asupan makanan agar tubuh sehat sampai tua. 


Ada beberapa motivasi yang saya dapatkan bersumber dari cerita orang terdekat, maupun saat mengenal lebih jauh dalam kuliah whatsapp yang biasa disebut dengan 1 jam lebih dekat (1JamLD). Pertama adalah saat ibu saya cerita, “Ibu gurunya Lusi (Adik saya yang saat ini bersekolah di SMK Kesehatan) tidak makan nasi. Makan sayuran dan buahan saja. “ kurang lebih begitulah ibu saya cerita. Makanya tubuhnya ramping bak model ternama. 

Cerita kedua dari Ivone Sagita. seorang singlelilah yang menerapkan pola hidup sehat. Beliau menyebutnya dengan istilah intermitte fasting. Yaitu puasa tidak makan selama 16 jam, tapi masih boleh untuk minum. Sesekali juga puasa daud. Life style ini ia jalani kurang lebih 2 tahun sejak ia divonis ada pembengkakakn kelenjar tyroid di leher sebelah kanan. Sejak vonis itu ia melakukan puasa selama kurang lebih 14 hari. Setelahnya pembengkakan itu perlahan mengecil. Saat divonis ada pembengkakan kelenjar tyroid, saat itu ivone dengan BB 61 kg. bukan termasuk golongan obesitas, hanya over weight. “Tetap makan tapi berkualitas. Faktanya kita banyak makan yang tidak berkualitas. Jadilah lemak bergelambir dimana-mana.” Penjelasannya terkait bagaimana tubuh mengolah makanan. 

Ivone: “Hakikatnya Alloh menciptakan tubuh sedemikian rupa, sehingga tubuh sejatinya dapat menyembuhkan gangguannya sendiri. Hanya perlu difasilitasi.” Penasaran bagaimana ivone menjalani lifestylenya? Cekidot yaa: 
1. Tidur malam minimal 7 jam 
2. Berpuasa dan mengkonsumsi makanan berkualitas: tinggi lemak dan protein serta rendah glukosa. 
3. Olahraga 
4. Stress reduced 
5. Menjalani perawatan enema kopi di rumah. Apakah perawatan enema itu? googling yakk heheh

Entah kenapa saya seolah termotivasi untuk segera mengurangi karbohidrat (nasi). Saya mikirnya, ibu itu bisa, kenapa saya tidak? Toh sama-sama manusia. Dan detik itu juga, di pertengahan bulan januari saya merealisasikan keinginan saya itu. terhitung sudah 45 hari saya mengurangi karbo, dan inilah hasilnya: 

1. Badan tidak ‘begah’artinya saat selesai makan salad sayur pagi hari, perut tidak kenyang tapi juga tidak lapar. 

2. Mengecilnya lingkaran. Yang saya rasakan adalah saat memakai cincin yang dulunya tidak pas, sekarang malah jadi longgar. 

3. Lebih powerfull dari sebelumnya. Apalagi setiap hari menemani Labib yang aktivitasnya tiada henti. Jadilah saya harus memiliki cukup energy untuk menemaninya. 

4. Baju sebelum hamil sekarang muat lagi #yeayy (penting hahahha)

5. Dan tentunya lebih sehat. Alhamdulilah. 

PERBANYAK KONSUMSI SAYUR, AGAR MERASA KENYANG LEBIH LAMA. Inilah salah satu kunci agar tak selalu merasa lapar meski porsi karbo kita tidak seperti hari-hari biasanya. Kita akan tetap merasa kenyang kok, jangan khawatir karna saya sudah membuktikannya. Sebagai hasil pengolahan dari beras dala 100 gram nasi putih terdiri dari 129 kal, 0,28 gr lemak, 27,9 gr karboidrat dan 2,66 gr protein (sumber disini

Punya tips lain emak? Share di kolom komentar ya 

You May Also Like

26 comments

  1. Memang kuncinya di karbo ya, Mba. Asal sanggup dan konsisten ngurangin karbo insyaAllah lemak-lemak menggelambir terutama di perut pasti akan berkurang dan musnah. Hahaha.

    Kalau saya selain ngurangin karbo, rajin workout juga setiap sore. Modal liat Youtube aja sih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini, work out yang belum saya jalani. kegedean malesnya wkwkkwkw

      Delete
  2. Waaah, susah banget aku nyoba berkali-kali. Perkedel kentang aja pake nasi hahaha. Semangat mba, mengilhami saya diet juga

    ReplyDelete
  3. Aku gak bs tanpa mie dan mie. Kalo liat warung mie ayam pasti pengen nyobain huhu. Tulisan ini ngingetin aku akan target taun ini ngurangin gajih di perut. Btw, bbnya sama kayak aku mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. *tos dulu kita hahha. 55kg sebelum diet karbo ini mbaa. yang sekarang belum tahu turun berapa. semoga turun banyak hihihihihihi

      Delete
  4. Aku masih males banget makan sayuran mba, hehehe mulai aku up dan jejelin lagi ah biar sehat

    ReplyDelete
  5. Perbanyak Sayur! Duh bener banget nih, aku juga lagi diet ini dan mau coba diet yg seperti ini. Soalnya biasanya sedikit makan nasi dan konsumsi sayur jg sedikit, jadi cepet laper yaampuun

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa mbaa. dulu pernah makan buah, tetep lafarrr wkwkwk

      Delete
  6. lagi hamil, belum berani diet-dietan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. betull mbaa. tahan sampai lahiran yakkkk

      Delete
  7. Hihii.. diet carbo itu sesuatu banget ya apalagi untuk org indonesia yang melimpah dengan carbo.. hmm dan sebenarnya memperbanyak makan sayur emang banyak manffatnya tak sekadar diet saja..

    ReplyDelete
  8. Saya juga ternyata ga sengaja diet karbo. Saya lebih suka makan buah dan sayuran. Alhamdulillah saya merasa lebih sehat dan muda ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini sudah berada dijalan yang tepat yaa mba. semoga konsisten. semangat.

      Delete
  9. Aku belum bisa diet karbo tapi memang mengusahakan lebih bahyak makan buah dan sayur :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga. ini tahap mengurangi bukan berhenti mbaa.

      Delete
  10. hmm,, busui belum bisa diet karbo, laper terus,next bisa ikutin tipsnya , thanks ya

    ReplyDelete
  11. Aku juga mau diet, tapi sulit sebagai penggemar mie instan :(

    ReplyDelete
  12. Diet karbo emang bikin badan mengecil, suamiku yg mraktekin sih mbak, kalau saya blm dapat hidayah diet karbo. Eh, tapi kdng saya skip makan malam nasi #kadang xixixi

    ReplyDelete
  13. Aku udah coba ngurangin nasi. Hasilnya? Berat badan memang turun. Tapi belum bisa benar-benar nggak makan nasi sih hehe.

    ReplyDelete
  14. Karbonya diganti kali ya. Jangan cuma nasi. Pilih yg karbohidrat kompleks, lebih kaya serat membuat kenyang lebih lama.
    Aku pernah sih coba sehari tanpa nasi. Lapeeer. Hahaha

    ReplyDelete
  15. kayaknya aku harus coba nih mba, bukan buat diet tapi demi kesehatan, rasanya badanku sering bgt ngerasa lelah walupun gak ngapa2in

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.