Ellqy atau Labib? Dan Cerita Di baliknya.

by - March 12, 2018



            Benarlah kiranya bahwa mempunyai new baby itu tidak selalu menggemaskan seperti iklan di tv. Tidak selalu tidur sehingga emaknya bisa mengerjakan ini-itu-ono. Sebelum selapan (40 hari) saya masih bisa focus ke baby dari mulai belajar menyusui langsung (karena awal kelahiran bidannya tidak pro-ASI *hikz) jadilah saya berusaha keras untuk bisa menyusui langsung. Cerita bercerai dengan dot ada disini. Lalu yang paling bikin ‘trauma’ adalah saat si baby minta digendong almost 24 jam. Karena setelah selapan, ibu mertua sudah kembali ke rutinitas awal yaitu berdagang di pasar bersama bapak mertua. Jadilah saya sendiri yang merawat baby dari mulai memandikan, hingga mencuci dsb.


“Dosa apa ya yang saya perbuat hingga diuji seperti ini?” tanya saya ke suami sore itu. dan suami hanya mengelus rambut saya. Pernah suatu waktu saat baby menangis kencang, saya ikutan nangis. Karena sudah pusing, nggak tahu apa lagi yang mesti saya perbuat. Dari mulai di nenenin, gantiin popok, hingga setiap sore saya pijitin sebelum mandi. “Mungkin anaknya capek Mba tidur terus. Sering-sering dipijat biar tidurnya nyenyak.” Begitulah pesan tetangga yang menjenguk kami di rumah. Sampai saat ini VCD berupa cara memijat baby masih saya simpan rapi.

            6 bulan lamanya ia selalu tidur digendongan. “Kalau tradisi di keluarga sini sampai selapan, nduk. Setelahnya ia akan tidur seperti biasa.” Cerita ibu mertua. Beruntungnya saya memiliki ibu mertua yang sabar dan penuh pengertian. Saya dibantu dalam mengasuh labib.

            Rentang waktu 0-6 bulan inilah saya mencari tahu sebab-akibat kenapa bayi ini selalu minta digendong. Ada beberapa prediksi dari orang-orang sekitar:
1.      Dilatih untuk menyusui sambil tiduran. (done, hasilnya nihil)
2.      Karena sudah diajak keluar rumah sebelum selapan. (selang 3 hari dari persalinan kami diboyong ke rumah mertua). Wallohu a’lam (Hanya Alloh yang Maha Tahu)
3.      Nama ellqy tidak sesuai untuk anaknya.
4.      Ada yang bilang ditakut-takutin makhluk halus. Etc

Karena tidak mau menduga-duga saat pulang ke prambon, saya diajak ibu saya ke seorang yang alim. Banyak orang yang ‘jodoh’ saat bertamu ke ruamah beliau (you know what I meant, right?). entahlah saat itu saya tidak bisa berfikir normal, yang ada dipikiran kapan si bayek ini bisa tidur anteng di atas kasur. Saya nganut saja. Namanya juga ikhtiar. Ditambah saya sudah capek lahir-batin. Linglung dengan persoalan bayi kecil yang usianya belum genap 6 bulan.

“Siapa nama anaknya?” tanya orang alim itu
“Ellqy ahmad denial labib.”
“Apa? Ellqy?” meyakinkan bahwa pendengaran beliau tidak salah.
“Anaknya nggak apa. Bagus semuanya. Cuma pesan saya, namanya aja diganti.”

Benarlah yang suami bilang untuk meniadakan nama Ellqy. Tapi apapun itu, benar tidaknya gegara nama yang salah akan berakibat buruk pada anaknya, saya juga tidak bisa berkata banyak. Hanya opini-opini kecil yang berseliweran di otak. Menggabungkan satu peristiwa ke peristiwa lain. Bukankah hidup adalah mencari kepingan puzzle? Hingga menemukan arti sesungguhnya.
Sesampainya di rumah, saya langsung minta suami untuk meniadakan nama ellqy. Dan berubah menjadi AHMAD DANIAL LABIB. Apakah saya mempercayai ucapan orang alim itu? apakah setelahnya Labib sudah tidak gendongan lagi? apakah saya ‘syirik’  karena lebih percaya kepada orang alim itu? *tarik nafas dulu*

Jadi gini ya buibu, ibaratnya saya ingin makan pizza, tapi nggak bisa membuatnya sendiri atau tidak percaya diri bakalan se-enak buatan chef. Oleh karenanya saya membeli, atau minta dibuatkan saja kepada chef, agar rasa kelezatannya terjamin. Ilustrasinya seperti itu. jadi karena ketidak mampuan saya, saya menjadikan chef sebagai perantara untuk memuaskan keingintahuan akan sesuatu yang saya tidak tahu. Sama halnya dengan orang alim itu. karena kemampuan indra ke-enamnya, sehingga diberi kelebihan oleh-Nya. Insyalloh tidak akan syirik. Karena semua hanya lantaran saja. Hanya Alloh yang menjadikan suatu peristiwa untuk dijadikan pelajaran. Untuk diambil hikmahnya. (sstt, pengertian seperti ini juga saya dapatkan dari seorang zuhud yang insyalloh amalannya berkali-kali lipat)

Apakah setelahnya Labib tidak minta gendong? Yang pasti tidak langsung berubah, tapi saya jauh lebih tenang dari sebelumnya. Saya menggaris bawahi banget ini. JIKA IBU TENANG, ANAK AKAN MERASAKAN HAL YANG SAMA. Pun saya diberi amalan untuk memperbanyak baca istighfar, surat-surat yang biasa di baca Nabi terdahulu dan yang pasti adalah selalu melapangkan hati. Kalau hati sudah lapang, maka sebanyak apapun ‘keluh-kesah’ itu akan sendirinya lenyap diterpa angin. Ibarat air di lautan, dan air digelas. Kalau diberi batu kecil misalnya, maka seluruh air di dalam gelas akan keruh. Beda halnya kalau dilempar ke lautan, maka jejaknya tak lagi berbekas.

Itulah kenapa ibu muda yang baru melahirkan akan mengalami baby blues (tak semua sich hehehe). Belum lagi masa recovery, sudah disibukkan dengan manusia kecil yang masih perlu banyak-banyak-banyak kesabaran untuk membersamainya. Capek badan, pasti. Capek fikiran, ini jauh lebih berbahaya. Yuk mas-mas suami, jadilah support utama dan pertama untuk istri. Ibu dari anak-anak kita. Seseorang yang telah mengorbankan waktu tidurnya untuk nenenin anak di malam hari. Seseorang yang berusaha membuatkan makanan bergizi terbaik untuk keluarga, meski tak selezet masakan chef.

Akhirnya bisa nulis ini juga, setelah sekian lama terpendam dalam ‘ingin yang tak jua terlaksana’ wkwkkwkwkw. So, untuk para teman yang kebingungan antara ELLQY atau LABIB sudah pada tahu ya? *maksa*

HI, I’M AHMAD DANIAL LABIB, CALL ME LABIB. NICE TO KNOW YOU (pembaca setianya blog mama aku) *Siapditimpuk hehhehe

You May Also Like

20 comments

  1. I feel youuuu, masa-masa punya bayi baru itu memang menyenangkan sekaligus bikin stress tingkat dewa. Hahahaha. Kitanya belum tau apa-apa, belum punya pengalaman, dan harus menghadapi bayi yang kadang susah sekali dimengerti. Jadi momen saat bayi nangis lalu emaknya ikut nangis itu iya banget. Abis nggak ngerti lagi mau ngapain XD.

    Semoga Labib tumbuh sehat, cerdas dan jadi anak yang shalih yaa. AMIN^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin, iyess mbaa karenanya saya sampai sekarang masih trauma untuk punya anak lagi hehehhe.

      Delete
  2. Namanya bagus banget, Ellqy jarang dan hampir nggak pernah dengar nama orang seperti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oleh karenanya mbaa ibuku pengen banget nama ini. tapi akhirnya dicopot gegara artinya yang kurang baik.

      Delete
  3. Aku juga pernah begitu. Nangis bareng bayi sendiri karena nggak tau harus ngapain lagi. :'D

    Nama Labib bagus mba. Aku jadi ingat sama nama ustadz yang ada di buku-buku agama dulu. Hehe. Semoga jadi anak sholeh ya, Aamiin.

    ReplyDelete
  4. Banyak fenomena anak yg sakit gegara "keberatan" nama, entah itu gimana ya penjelasan ilmiahnya, tapi ada dan fakta. Saya sendiri kasih nama ga pakai hitung2an juga sih, padahal ortu orang Jawa, mungkin krn sudah ga ngikutin tradisi jadi ortu ga ambil pusing sih sama nama cucunya, krn yakin pasti baik artinya,,, kecuali nama anak kedua, Hanzo, yg mereka agak keberatan.... Ok,. Mungkin biaa nih saya bikin tulisan serupa kaya Bunda Labib :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehhe iyaa mbaa. biar kelak saat ia dewasa, bisa membaca sejarah tentang dirinya. pasti bikin senang, terharu dan bahagia.

      Delete
  5. Nama yang indah di berikan sama orangtuanya. Banyak doa dan pengharapan pada anak. Jadi anak sholeha ya

    ReplyDelete
  6. Aku dulu pernah mikir begini, Mbak. Namanya baru jadi orang tua ya pikiran negatif ada aja, belum lagi orang yang jenguk pada komentar ini-itu. Huhuhu... Semangat yaa!

    ReplyDelete
  7. Suami saya pernah juga gini waktu kecil. Kata mertuaku namanya menyamai nama jin menurut orang alim. Akhirnya diganti. Ini bukan syirik kok bund, kita hanya menyerahkan urusan kepada perantara yang sudah ahli. Semoga anaknya sehat lahir batin selalu ya. Salam hangat dariku.:)

    ReplyDelete
  8. Nama itu ibarat doa, jadi memang harus yang aryinya baik.

    ReplyDelete
  9. Pernah suatu ketika bayi saya rewel tidak mau lepas dari gendongan. Bahkan untuk sholat pun saya dan suami gantian gendong dia. Berjam-jam tangisannya tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti. Kami berfikir keras bagaimana membuatnya agar tenang, sampai saya teringat Al Qur'an yang di install di hp, lalu kami perdengarkan ke dekatnya. Alhamdulillah ia mendadak tenang. Ia tidur sambil pegang hp yang memperdengarkan bacaan ayat-ayat suci Al Qur'an. Jadi akhirnya kami menemukan solusi.

    ReplyDelete
  10. Yang penting sekarang anaknya tumbuh sehat dan hati bundanya tenang jadi anaknya tenang juga

    ReplyDelete
  11. Ellqy artinya apa mba? Kenapa dianggap berat..

    ReplyDelete
  12. Pernah ngalamin masa2 gtu jg ngurus bayi sendiri, jauh dr keluarga.
    Tapi mungkin ada untungnya jg sih jauh dr keluarga saat itu,soalnya bisa memikirkan solusinya dengan lbh baik, meski ya ada masanya nangis2 kalau lelah hehe.
    Siapapun namanya, yg penting kita do the best buat jd ibu yg baik ya mbak, semangat! :)

    ReplyDelete
  13. Perjuangan banget memang ngomongin anak usia 0-6 bulan. Luar biasa rasanya. Keep spirit ya moms, kita bisa melaluinya

    ReplyDelete
  14. Bungsuku juga sempat nempel di gendongan dari melek sampe tidur. Itu bener2 melelahhhkan. Setelah 5-6 bulanan baru mendingan

    ReplyDelete
  15. Halo, Labib. Dapet salam dari adek Faraz yang sekarang lagi suka bangun dini hari hihihi...

    Semangat ya, Mbak.
    We r on the same boat ❤

    ReplyDelete
  16. Pengalamanku ounya 4 anak, semua beda, ada yg lbh seneng digendong, ada yg kadang2 aja rewelnya dan baru tenang klo digendong tp selebihnya biasa aja, ada yg anteng2 aja walau gk keseringan digendong.

    Gk pernah kepikiran lah soal nama gk cocok, tp Alhamdulillah support systemku bagus, jd klo anak minta gensong terus ya udah gpp, aku bnr2 cuma gendong anak terus, pekerjaan rumah lain dan lain2nya, bisa diatur.

    Apapun itu, semoga Labib sehat, tunbuh kenbang baik dan bahagia selalu

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.