Labib’s Tree Literacy

by - March 22, 2018



            2 minggu mendampinginya dalam menstimulus suka membaca, bukan hal baru bagi kami. karena dari sejak dia dikandungan, saya sudah membulatkan tekad untuk memberikan Labib ke akses buku sebanyak yang saya mampu. Dan kini diusianya 2 tahun masih akan terus ‘menimbun’ buku. Sedikit demi sedikit pun saya bisa merasakan efek dari kegemaran (emaknya) mengoleksi buku. Sehingga dalam tantangan 10 hari ini bukan lagi tantangan melainkan habit yang Insyalloh akan terus saya pupuk.


     Banyak sekali manfaat yang terlihat dari kegemaran (emaknya) membacakan buku ini. diantaranya adalah:
1.      Kosa katanya makin bertambah. Meski Labib bukan golongan anak yang banyak bicara, tapi lambat-laun kosa katanya terus bertambah. Ia berusaha dalam merangkain kalimat, meski masih belum sempurna. Seperti saat melihat gambar mobil di buku, secara sepontan dia akan berkomentar “Ayah, ngeng.” Sambil memperagakan ayahnya yang menyetir mobil. Mengenal banyak sekali hewan. Apalagi setiap malam saya mendongenginya My forst Story Al qur’an yang di dalamnya adalah cerita hewan-hewan dengan kisah para Nabi di zamannya.
2.      Secara spontan ia akan mengambil buku, membolak-baliknya lalu menunjuk gambar sambil bercerita dengan bahasanya. Seolah dia storytelling handal. Amin. Kejadian seperti ini benar-benar membuat saya speechels and melting.
3.      Melatih konsentrasi anak. Saat anak dibacakan, mau tidak mau ia akan diam menyimak. Kegiatan seperti ini bagus untuk melatih konsentrasinya, karena kebanyakan anak seusia Labib kurang bisa konsentrasi. Saat saya bersiap membacakan buku, semua akses mainan maupun TV harus steril. Labib harus terlebih dahulu membereskan mainannya, dan mematikan TV sebelum saya mendongenginya. Kegiatan membereskan mainannya ini masuk dalam ranah, melatih kemandirian. Uh kan banyak sekali hal-hal yang bisa kita ajarkan dalam satu kata MEMBACA.
4.      Tidak ketergantungan gadget. Dibandingkan dengan teman sebaya, Labib adalah termasuk anak yang ‘woles’ dalam urusan gadget ini. ia tidak selalu minta pegang HP ibuk kalau senggang. Ia lebih suka bereksplore sekitarnya, termasuk membolak-balik buku sesukanya. dan saya menikmatinya. Biarlah rumah berantakan daripada rapi tapi anak sibuk main gadget.

Seperti yang sudah digaungkan dalam pemberitaan bahwa Indonesia darurat literasi. Oleh sebab itu semoga langkah kecil ini membawa perubahan besar untuk Indonesia khususnya. Kemana lagi tali estafet perjuangan ini kita alihkan kalau bukan kepada anak-anak mungil kita.



Adakah tantangan dalam menyelesaikan game ini? banyak. Salah satunya adalah saat Labib tidak dalam good mood saat reading time. Kalau sudah tidak mood, ia akan berlari, mengacak-ngacak kamar dan tidak mau diam mendengarkan saya membaca. Kalau sudah seperti ini, mending tutup buku dan mengalihkan energinya untuk sesuatu yang lain. DIY-an misalnya. Dan yang kedua adalah saat membuat pohon literasi. Diusinya yang masih 2 tahun, ia masih suka merobek-robek kertas. Hal ini terlihat saat untuk pertama kalinya saya mengenalkan pohon literasi ini. mungkin karena warnanya yang unik maka dirobeklah itu beberapa daun yang sudah saya pasang *nangis di pojokan*. Oleh karenanya saat menyelesaikan tantangan, saya sendiri yang memasang daun. Maaf ya, nak. Semoga kelak saat usiamu lebih matang, kita bisa mencoba membuat pohon literasi lagi yang lebih bagus, lebih baik dan lebih menarik. Alhamdulilah dapat OP (Outstanding Performance). terima kasih IIP, dan ibu fasil. benarlah jika tidak ada tantangan seperti ini, pengasuhan ini akan berlalu tanpa makna. akan berlalu tanpa 'meaning'. 



Sudahkah bikin pohon literasi di rumah, emak? Yuk bikin!

#AliranRasa
#Gamelevel5
#tantangan10hhari
#kuliahbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst


You May Also Like

0 comments

Terima kasih Sudah Berkunjung, dan mohon tidak meninggalkan link hidup.